Hati – Hati Redford Trading Belum Terdaftar Bappebti

Diperbarui pada Oktober 2nd, 2022 at 01:34 pm

Akan selalu bermunculan website trading baru yang menawarkan kemudahan investasi, kali ini Anda perlu hati – hati Redford Trading belum terdaftar Bappebti.

Dalam laman web mereka tertulis profil sebagai “Perangkat lunak perdagangan otomatis” yang menawarkan kemudahan jual beli hanya dengan klik dan klik saja.

Redford menawarkan keuntungan transaksi harian sebesar 4 persen dari modal Anda, dan banyak orang sudah membuktikan bahwa ini valid.

Redford fokus pada perdagangan aset kripto dan forex yang menyediakan banyak pilihan koin dan mata uang.

Redford dikabarkan bermarkas di Hong Kong sebagai usaha pelayanan jasa keuangan yang dilindungi perusahaan asuransi keuangan SVCS.

Namun Redford tidak terdaftar di beberapa lembaga perlindungan jasa keuangan seperti FCA Inggris, ASIC Australia dan CySEC Siprus, membuktikan bahwa broker tersebut tidak berlisensi.

Redford Trading Belum Terdaftar Bappebti

Dalam rilis yang dimuat di kontan.co.id pada tanggal 29 Agustus 2022, Redford juga tidak termasuk dalam broker trading yang berada dalam pengawasan Bappebti dan OJK tidak menyarankan Anda tidak melakukan investasi dengan Redford Trading.

Jadi Redford FX adalah broker forex yang bekerja tanpa pengawasan lembaga sekuritas negara, yang berarti pelanggan tidak dilindungi.

Resiko terburuk dari hal ini adalah ketika Anda sudah bersusah payah dengan aktivitas transaksi trading forex atau lainnya dan kemudian mereka melarikan uang hasil jerih payah Anda.

Kemudian tidak akan ada badan pengatur yang meminta pertanggungjawaban mereka dan Anda juga tidak bisa meminta tolong kepada siapapun.

Baca, 7 Broker Forex Terbaik Legal Lokal dan Internasional

Pada situasi ekonomi sulit saat ini, janji sebuah platform trading tentang transaksi yang mudah dan menguntungkan terdengar sebagai angina surga yang menjanjikan.

Namun belajar dari kasus Binomo, maka sudah sepatutnya kita semakin hati-hati dalam memilih platform investasi

Sebaiknya kroscek profil dan ulasan platform yang banyak tersebar di aneka website, blog dan juga cek legalitas pada laman resmi Bappebti dan OJK.

Cara Kerja Umum Trading Scam

Biasanya broker forex yang tidak berada dalam pengawasan Bappebti adalah mereka yang bekerja tidak sesuai dengan standar investasi normal dan menjanjikan pendapata yang berlebih.

Beda Bo - Trading Forex
© admiralmarkets

Anda juga patut mewaspadai obrolan para mikro influencer yang bekerja dengan cara berikut.

Mereka akan mengajak orang untuk membujuk mereka melakukan setoran minimum awal, sambil mencoba metode apa pun yang memungkinkan untuk mewujudkannya.

Misalnya mereka akan memberi dana talangan sejumlah uang yang bisa Anda jalankan dan mendaftar dengan kode referral mereka.

Baca juga, Istilah-Terminologi Penting dalam Forex yang Wajib Diketahui

Anda kemudian akan melakukan transaksi jual beli dengan beberapa klik sederhana dan mendapatkan keuntungan.

Jika dana talangan berkurang karena Anda merugi dalam transaksi, Anda diminta untuk mengembalikan dana talangan tersebut.

Sehingga mau tidak mau Anda harus melakukan deposito dan saat itulah permainan psikologis antara platform dan Anda dimulai.

Anda juga akan selalu dipantau oleh agen retensi, yaitu kawan atau seseorang yang sebelumnya memberi Anda kode referral.

Anda bisa menilai apakah sebauh platform ini legal atau Scam saat Anda melakukan permintaan withdraw atau penarikan keuntungan.

Apakah mereka akan segera memberikan kode pencairan atau ada proses berbelit yang harus Anda lalui.

Anda juga bisa menilainya dari kesediaan metode komunikasi beragam seperti email, telepon, pesan teks, dan obrolan, dengan customer service.

Ini bisa menjadi parameter apakah platform tersebut scam adalah atau setidaknya broker berkualitas rendah.

Baca, 10 Tips Trading Forex Sukses untuk Trader Indonesia

Bekerja dengan broker tidak berlisensi tidak memberikan perlindungan jika terjadi penipuan broker.

Oleh karena itu resiko sepenuhnya ada di tangan Anda dan apabila Anda masih aktif bertransaksi dengan platform tersebut, kami sarankan untuk berhati-hati dan selalu mengupdate informasi.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar