Ini Emiten Dengan Potensi Dividen Tinggi, Ada Bank Dan Tambang

Berdasarkan laju indeks IDX High Dividend 20 ini emiten dengan potensi dividen tinggi, ada bank dan tambang.

Sektor bank dan tambang masih menjadi emiten yang dinilai paling prospektif untuk menebar dividen dari laba pertengahan tahun 2022.

IDX High Dividend 20  merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham dengan yield dividen tinggi yang membagikan dividen tunai selama tiga tahun terakhir.

Pada pertengahan September 2022, Bank Indonesia mencatatkan bahwa indeks IDX High Dividend 20 mengalami penguatan 22,07 persen.

Peningkatan ini bahkan jauh berada di atas kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang tumbuh 9,35 persen year-to-date (YtD) ke level 7.196,95.

Faktor utama peningkatan IDX High Dividend 20 disebabkan oleh apresiasi harga saham mayoritas konstituennya, khususnya pada sektor infrastruktur telekomunikasi, perbankan, dan tambang.

Misalnya beberapa saham seperti ITMG, ADRO, dan HEXA yang menjadi top gainers dengan kenaikan berturut-turut 106,37 persen, 72,89 persen, dan 58,15 persen dari tahun 2021.

Selanjutnya ada saham perbankan yang memang selalu tampil stabil meski badai pandemi tahun lalu sempat membuat emiten lain terombang-ambing.

Beberapa saham perbankan yang mengalami kenaikan seperti saham BBCA yang naik 17,12 persen, BBNI 32,96 persen, BBRI menguat 9,25 persen, dan BMRI tumbuh 30,96 persen.

Emiten Dengan Potensi Dividen Tinggi

Sederet emiten bersiap untuk menebar dividen interim pada kuartal IV tahun 2022 kepada para pemegang sahamnya.

Beberapa di antaranya ialah emiten tambang seperti PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) sebesar Rp189 miliar atau Rpp60 per saham.

Kemudian ada PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) senilai Rp1,26 triliun atau Rp1.030 per saham.

Juga ada PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) dengan total dividen sebesar US$100 juta.

Menurut Analis dari Investindo NusantaraSekuritas, Pandhu Dewanto, melihat bahwa tren positif industri tambang berbanding lurus dengan potensi dividen kepada para pemegang saham.

Hingga akhir tahun 2022, ada potensi pembagian dividen interim sebagai hasil dari pembukuan laba yang relative stabil.

Pandhu menjelaskan bahwa pembagian laba ini juga berkaitan dengan proses transisi model bisnis, menuju energi baru terbarukan (EBT) dan ekosistemnya.

Nampaknya mereka akan membuka anak perusahaan yang fokus pada energi baru terbarukan dan mendorong para penerima dividen untuk kembali berinvestasi pada anak perusahaan.

Mengingat para emiten baru dari anak perusahaan tersebut akan membutuhkan dana besar setelah beberapa tahun mendatang.

Pelambatan ekonomi yang menahan perusahaan ini dari melakukan ekspansi juga mendasari pembagian dividen yang lebih besar.

Sebagaimana dinyatakan oleh Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana bahwa emiten yang berbasis komoditas khususnya batu bara berpotensi untuk membagikan dividen lebih besar dari tahun lalu.

Begitu juga dengan sektor perbankan seperti dari BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI akan lebih royal dalam memberi dividen kepada para pemegang saham.

Ini Emiten Dengan Potensi Dividen Tinggi, Ada Bank Dan Tambang

Sebagaimana pernyataan Sunarso selaku Direktur Utama BRI, dia menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendistribusikan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio di atas 70 persen.

Nilai ini diperoleh dari laba bersih perseroan selama 2 tahun terakhir.

Baca juga: Potensi Jangka Panjang Emiten Energi Baru Terbarukan, Layak Dikoleksi!

Hal ini berdasarkan pada rasio kecukupan modal BRI yang mengalami kenaikan 20 persen dari tahun lalu. Sebagai informasi, pada tahun 2021 BRI membayarkan 85 persen dari laba bersih mereka.

Selain bank dan tambang, salah satu anggota dari  IDX High Dividend 20 dengan potensi dividen tinggi adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO).

Menurut Leonard, Direktur Keuangan Sido Muncul, perseroan berencana membagikan 90 persen dari laba bersih sebagai dividen kepada para pemegang sahamnya.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar