3 Emiten Perusahaan Kendaraan Listrik Ini Wajib Dikoleksi!

Dorongan pemerintah untuk produksi kendaraan listrik berdampak positif pada industri kendaraan listrik, 3 emiten perusahaan kendaraan listrik ini wajib dikoleksi!

Beberapa perusahaan nampaknya semakin serius menggarap kendaraan listrik yang digadang-gadang sebagai kendaraan masa depan.

Ini kemudian berdampak pada saham-saham emiten kendaraan listrik yang bergerak bullish.

Ratih Mustikoningsih, Financial Expert dari Ajaib Sekuritas IND menjelaskan bahwa komitmen Pemerintah Indonesia untuk menekan jumlah emisi karbon menjadi pendorong pergerakan saham emiten di sektor kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).

Sebagaimana Perpres 13 September 2022 mengenai target pengurangan emisi karbon sebesar 29% pada 2030, dan net zero carbon pada 2060.

Strategi mengurangi jumlah emisi karbon tersebut antara lain penghentian pembangunan PLTU, membangun pembangkit listrik energi terbarukan, dan peralihan ke kendaraan listrik.

Komitmen pemerintah dalam bentuk Perpres kemudian menjadi angin segar bagi perusahaan produsen kendaraan listrik untuk optimis pada meningkatnya permintaan.

Tentu ini akan meningkatkan minat investor pada emiten produsen kendaraan listrik, sehingga perusahaan akan lebih mudah dalam mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya.

Pemerintah akan menjadi pelopor dalam penggunaan kendaraan listrik, seperti yang dilakukan Kementerian Perindustrian memproyeksikan 20% penggunaan kendaraan berbasis baterai listrik pada tahun 2025.

Kemudian kantor – kantor pemerintahan juga sedang menyusun anggaran untuk pemesanan mobil listrik yang dilakukan secara berkala hingga tahun 2030.

Diprediksi akan ada pemesanan besar-besaran sejumlah 600 ribu unit pada 2030, mencakup mobil dan bis listrik.

Semakin tingginya harga minyak mentah yang kemudian berpengaruh pada harga bahan bakar fosil juga membuat sebagian orang ingin segera beralih ke kendaraan listrik.

Cadangan minyak mentah yang semakin menipis tentu akan membuat harganya semakin naik di tengah permintaan yang masih tinggi.

Meski grafik permintaan masih melambat, namun permintaan kendaraan listrik diprediksi akan terus meningkat.

Meningkatknya permintaan kendaraan listrik kemudian menimbulkan dampak lanjutan yaitu meningkatnya permintaan bahan baku khususnya untuk bahan baku baterai kendaraan seperti nikel, tembaga, kobalt, lithium.

Berdasarkan laporan dari Vale SA, perusahaan tambang nikel dari Brasil, ada peningkatan permintaan nikel secara global hingga 44%.

Transisi energi terbarukan membutuhkan setidaknya 6,2 juta ton pada tahun 2022 untuk memproduksi baterai listrik bagi bermacam kendaraan.

Tembaga juga menjadi primadona bahan tambang sebagai bahan baku baterai, setidaknya akan ada peningkatan 20% hingga tahun 2030. Ini mencapai angka 37 juta ton untuk memenuhi permintaan global.

Kenaikan permintaan yang diiringi kenaikan harga, tentu akan mempengaruhi harga baterai dan juga harga kendaraan listrik.

Ratih menyarankan untuk para produsen melakukan inovasi khususnya dalam pengembangan model bisnis untuk menekan harga produksi.

Jika harga produksi bisa ditekan, maka harga jual kendaraan listrik juga bisa ditekan sehingga akan lebih terjangkau untuk masyarakat menengah ke bawah.

3 Emiten Perusahaan Kendaraan Listrik Ini Wajib Dikoleksi!

Dalam menyongsong pergeseran bisnis energi terbarukan, banyak emiten yang gencar melakukan diversifikasi bisnis khususnya pada kendaraan listrik.

Ada beberapa emiten yang grafiknya semakin naik, pastikan Anda segera memilikinya sebelum akhirnya to the moon.

Baca juga: Ini Emiten Dengan Potensi Dividen Tinggi, Ada Bank Dan Tambang

1. WIKON

PT WIKA Industri dan Konstruksi (WIKON) yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memiliki 10,63% saham produsen motor listrik Gesits.

Produksi Gesits sudah dilakukan sejak tahun lalu dan kini menguasai 26% market share motor listrik di Indonesia.

Harga normal emiten WIKON adalah Rp 10.050, dengan harga paling bawah ada pada kisaran Rp 950.

2. INDY

Selanjutnya ada PT Indika Energy Tbk (INDY) yang telah menghasilkan produk motor listrik bernama ALVA.

3 Emiten Perusahaan Kendaraan Listrik Ini Wajib Dikoleksi!

Ini adalah proses peralihan bisnis yang sejalan dengan komitmen INDY atas rencana target pendapatan non batu bara sebesar 50% di tahun 2025.

Harga normal saham INDY berada pada rentang Rp2.920 sampai Rp2.940.

Kemudian harga paling tinggi pada pada level Rp3.180, disarankan untuk pertimbangkan cut loss jika ada di bawah level harga Rp 2.850.

3. SLIS

Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) sudah dikenal sebagai perusahaan yang fokus pada produksi kendaraan listrik, seperti sepeda listrik dan motor listrik.

PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) juga membangun joint venture dengan SiCepat, menghasilkan PT Volta Indonesia.

Produksi perdananya adalah motor listrik bernama Volta dengan target produksi 10 ribu unit motor listrik pada tahun 2022.

Harga saham SLIS masih terbilang cukup murah, yaitu bergerak pada angka Rp240 hingga Rp 360 tiap lembar saham.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar