Cara Negosiasi Gaji yang Tepat saat Interview Kerja

Salah satu hal yang harus dipahami sebelum melamar suatu pekerjaan adalah cara negosiasi gaji. Sebab jika Anda akan sulit mendapatkan gaji yang ideal jika tidak memahami hal ini.

Sayangnya, banyak pelamar kerja yang sering lupa untuk melakukan negosiasi gaji. Kebanyakan para kerja akan langsung setuju dengan penawaran gaji yang ditawarkan oleh perusahaan saat proses interview.

Beberapa lainnya tidak melakukan negosiasi gaji karena takut dan bingung mengenai cara melakukannya. Oleh karena itu melalui artikel ini kami akan memberikan tips agar Anda bisa melakukan negosiasi gaji.

Sehingga Anda tidak perlu takut ataupun merasa bingung untuk melakukan negosiasi gaji secara tepat. Silahkan simak dan pahami artikel ini hingga tuntas agar Anda mengetahui tips untuk negosiasi gaji.

Pentingnya Memahami Cara Negosiasi Gaji

Cara Negosiasi Gaji yang Tepat saat Interview Kerja/Unsplash

Sebelum kami memberikan beberapa tips untuk melakukan negosiasi gaji, kami akan membahas terlebih dahulu mengenai nilai pentingnya. Sebab ternyata masih ada beberapa pelamar kerja yang belum memahami hal ini.

Bahkan mereka cenderung takut untuk melakukan negosiasi gaji karena anggapan akan sulit diterima di perusahaan. Padahal negosiasi gaji sangat penting untuk Anda lakukan karena beberapa alasan berikut.

  • Mendapatkan Gaji yang Layak

Nilai penting melakukan negosiasi gaji yang pertama tentu adalah untuk mendapatkan gaji secara layak. Sebab ada banyak pekerja yang merasa underpaid setelah diterima di sebuah perusahaan.

Tentu Anda sudah memahami bahwa pembayaran gaji harusnya sesuai dengan beban kerja yang diberikan. Jika gaji tidak sebanding dengan beban kerja, tentu Anda sebagai karyawan akan dirugikan.

Selain itu, gaji yang terlalu kecil akan membuat gairah bekerja berkurang. Sehingga Anda menjadi tidak semangat untuk bekerja yang membuat hasil pekerjaan justru menjadi buruk.

  • Menunjukkan Pengalaman

Nilai penting memahami cara negosiasi gaji yang selanjutnya adalah mampu menunjukkan pengalaman Anda. Sebab dengan melakukan negosiasi gaji berarti Anda sudah memahami upah rata-rata di industri tersebut.

Hal ini akan menunjukkan pada recruiter bahwa Anda sudah mengenal bidang industri yang dilamar. Tentunya hal ini akan menjadi nilai lebih bagi recruiter untuk merekrut Anda ke dalam perusahaan.

  • Menunjukkan Rasa Percaya Diri

Dengan melakukan negosiasi gaji, berarti Anda memberikan penilaian pada diri Anda sendiri. Sehingga Anda memberikan nilai tawar pada recruiter untuk memberikan penilaian tambahan pada diri Anda.

Selain itu, melakukan negosiasi gaji juga menunjukkan bahwa Anda memiliki rasa percaya diri tinggi. Sehingga membuat recruiter semakin yakin dengan nilai dan kemampuan yang akan Anda berikan pada perusahaan.

Jika tidak melakukan negosiasi gaji, justru membuat recruiter bertanya mengenai kualitas diri Anda. Sebab Anda begitu mudah menerima penawaran yang diberikan oleh perusahaan tanpa membandingkannya dengan kualitas diri Anda.

Tahap Persiapan untuk Negosiasi Gaji

Tahap Persiapan untuk Negosiasi Gaji/Unsplash

Cara negosiasi gaji bisa dibagi menjadi beberapa tahapan. Tahap pertama adalah melakukan persiapan sebelum Anda datang untuk melakukan interview dengan pihak recruiter. Tahap ini sangat penting sehingga tidak boleh dilewati.

Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar proses negosiasi gaji berjalan dengan lancar. Berikut ini adalah beberapa persiapan yang perlu Anda lakukan untuk melakukan negosiasi gaji.

  • Riset Rata-rata Gaji di Industri yang Anda Lamar

Sebelum melakukan interview, sebaiknya Anda sudah memahami rata-rata gaji di bidang industri yang Anda lamar. Nilai rata-rata tersebut akan menjadi benchmark bagi Anda untuk menilai tawaran perusahaan.

Ada banyak cara untuk melakukan riset mengenai rata-rata gaji di industri tertentu. Cara paling mudah adalah dengan bertanya pada teman atau kerabat Anda yang bekerja di bidang tersebut.

Cara lainnya adalah dengan melihat pada data yang dikeluarkan oleh berbagai pihak. Saat ini sudah banyak situs yang menyediakan informasi mengenai gaji di bidang pekerjaan tertentu.

  • Nilai Kemampuan Diri Anda

Persiapan selanjutnya yang harus Anda lakukan dalam cara negosiasi gaji adalah menilai kemampuan diri sendiri. Hal ini dilakukan sebagai tolak ukur Anda dalam menilai gaji yang layak Anda terima.

Ada beberapa aspek yang bisa Anda lihat untuk menilai kemampuan diri sendiri. Mulai dari pengalaman, tingkat pendidikan, tingkat karir, sertifikasi hingga skill set yang Anda miliki.

Sebagai contoh, semakin banyak pengalaman yang Anda miliki membuat Anda semakin bernilai. Anda juga bisa melihat skill set yang dimiliki dengan membandingkannya dengan kebutuhan di perusahaan.

Setelah memahami kemampuan diri sendiri, seharusnya Anda bisa mengukur besaran gaji yang layak diterima. Jika secara nilai kemampuan Anda sangat tinggi, tidak perlu ragu untuk menawarkan gaji hingga batas tertinggi.

  • Siapkan Mental Anda

Salah satu masalah yang dimiliki seorang first jobber ketika melakukan interview kerja adalah mental. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk menggunakan cara negosiasi gaji ketika melakukan interview.

Sehingga pastikan Anda sudah menyiapkan mental dengan sebaik mungkin ketika hendak melakukan interview kerja. Tidak perlu terlalu gugup dan menganggap interview kerja sebagai hal yang menakutkan.

Pahamilah bahwa bukan hanya Anda yang berharap interview kerja bisa berhasil. Sebab dari pihak perusahaan juga berharap interview berjalan sebaik mungkin agar dapat menemukan pelamar terbaik.

Selanjutnya Anda tidak perlu terlalu fokus pada pesaing ketika melakukan interview kerja. Fokus saja pada kemampuan diri Anda dan seberapa besar yang bisa Anda janjikan untuk perusahaan.

Cara Negosiasi Gaji saat Interview Kerja

Cara Negosiasi Gaji saat Interview Kerja/Unsplash

Setelah melakukan semua persiapan di atas, maka Anda siap untuk negosiasi kerja pada waktu interview. Tahap ini sangat penting karena akan menentukan keberhasilan negosiasi yang Anda lakukan.

Oleh karena itu ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan. Berikut ini adalah beberapa aspek penting yang harus diperhatikan sebaik mungkin saat melakukan negosiasi gaji ketika interview.

  • Percaya Diri

Untuk melakukan negosiasi gaji, tentu harus Anda lakukan dengan penuh percaya diri. Sebab komunikasi yang dilakukan dengan tidak percaya diri cenderung mampu memberikan pengaruh dan memenangkan negosiasi.

Rasa percaya diri juga menunjukkan bahwa negosiasi yang Anda lakukan bukan hanya omongan belaka. Namun memang besaran gaji yang Anda tawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Tentunya hal ini akan menjadi pertimbangan bagi recruiter untuk menerima permintaan Anda. Oleh karena itu tidak perlu takut untuk memulai proses negosiasi gaji saat interview kerja.

  • Berkata Secara Jujur

Cara negosiasi gaji yang harus Anda ingat saat proses interview kerja adalah berkata jujur. Jangan sampai Anda berbohong mengenai informasi tentang diri Anda hanya untuk mendapatkan gaji lebih besar.

Sebab recruiter pasti akan menyadari jika ada kebohongan di dalam ucapan Anda. Hal ini justru bisa menjadi bumerang yang membuat Anda tidak diterima oleh perusahaan.

Sehingga pastikan informasi seputar kemampuan yang dimiliki, sertifikasi, pengalaman dan hal lainnya Anda sampaikan secara jujur. Hal ini termasuk juga mengenai besaran gaji yang Anda terima di perusahaan sebelumnya.

  • Lebih Baik Menunggu Recruiter yang Mengeluarkan Tawaran dalam Bentuk Nominal

Ketika melakukan negosiasi gaji, recruiter mungkin akan bertanya mengenai besaran gaji yang Anda harapkan. Sebaiknya tunggu hingga recruiter yang mengutarakan tawaran gaji dalam bentuk nominal.

Ada dua keuntungan bagi Anda dengan melakukan cara negosiasi gaji ini. Pertama adalah Anda tidak akan kehilangan potensi besaran gaji maksimal yang bisa ditawarkan oleh perusahaan.

Keuntungan kedua adalah Anda tidak memberikan penawaran gaji yang terlalu besar sehingga memberatkan perusahaan. Dengan begitu Anda bisa melakukan negosiasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Utarakan Tawaran dalam Bentuk Range

Sebaiknya hindari meminta gaji dalam jumlah nominal tertentu. Berikanlah tawaran kepada recruiter dalam bentuk kisaran minimal dan maksimal. Hal ini untuk menghindari kesan terlalu memaksa recruiter.

Anda bisa memberikan informasi mengenai hasil riset Anda mengenai rata-rata gaji di bidang pekerjaan tersebut. Sebagai contoh dengan menyebutkan bahwa rata-rata gaji di bidang tersebut berkisar antara 5 – 6 juta.

baca juga, 10 Penyebab Utama Kegagalan Pebisnis Pemula

Memberikan tawaran dalam bentuk rentang nominal juga membuka peluang bagi recruiter untuk negosiasi lebih lanjut. Sehingga ketika recruiter merasa tidak cocok dengan tawaran Anda, mereka masih mau melanjutkan negosiasi.

  • Tidak Perlu Takut Untuk Bertanya

Perlu Anda ketahui bahwa benefit untuk karyawan bukan hanya gaji pokok. Masih ada beberapa benefit lain yang biasanya diberikan oleh perusahaan pada karyawan seperti asuransi.

Tentunya setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda mengenai pemberian benefit untuk karyawan. Sehingga Anda tidak perlu takut untuk bertanya tentang hal ini sebagai bagian dari cara negosiasi gaji.

Permintaan terhadap benefit juga bisa menjadi pertukaran jika perusahaan tidak sanggup memberikan gaji sesuai ekspektasi Anda. Sehingga Anda bisa meminta benefit yang menunjang kebutuhan meski gaji pokok tidak sesuai harapan.

Hal yang Harus Dihindari

Hal yang Harus Dihindari/Unsplash

Dengan menggunakan beberapa cara di atas, Anda bisa membuka peluang untuk mendapatkan gaji yang layak. Agar hasil negosiasi maksimal, sebaiknya Anda menghindari beberapa hal berikut ini.

  • Memberikan Alasan Personal

Ketika melakukan negosiasi gaji, sebaiknya hindari memberikan alasan yang bersifat personal. Contohnya seperti alasan karena untuk memenuhi kehidupan pribadi, memiliki banyak anak, ada beban cicilan rumah atau sejenisnya.

Sebab pada dasarnya perusahaan tidak memiliki tanggung jawab untuk membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebaiknya utarakan alasan yang bersifat profesional seperti riset mengenai rata-rata gaji atau nilai kemampuan Anda.

  • Menghindari Menerima Tawaran Pertama

Untuk melakukan negosiasi gaji, tentu Anda harus menghindari menerima penawaran pertama. Sebab jika Anda menerima tawaran pertama sama saja Anda tidak melakukan cara negosiasi gaji.

Apalagi jika penawaran yang diberikan oleh perusahaan berada di bawah rata-rata. Maka Anda harus meminta kepada perusahaan untuk menaikan penawaran agar lebih sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki.

  • Menanyakan Gaji Terlalu Awal

Anda memang tidak perlu takut atau ragu untuk melakukan negosiasi gaji. Namun jangan sampai Anda bertanya seputar gaji terlalu awal saat sedang melakukan interview kerja.

Sebab jika Anda langsung membahas gaji di awal interview akan memberikan kesan kurang baik di mata recruiter. Sebaiknya pembahasan mengenai gaji dilakukan di akhir proses interview.

baca juga artikel kami, Ini Tanda Siap Beralih Dari Karyawan Menjadi Pengusaha

Akan lebih baik lagi jika proses negosiasi gaji dilakukan ketika Anda sudah memastikan perusahaan akan menerima Anda. Sehingga Anda memiliki nilai tawar lebih untuk mendukung proses negosiasi gaji.

Setiap orang tentu berharap bisa mendapatkan gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan mereka. Sayangnya, masih banyak orang yang enggan melakukan negosiasi gaji ketika interview kerja.

Salah satu alasan banyak orang enggan melakukan negosiasi gaji adalah karena tidak tahu caranya. Namun sekarang Anda sudah mengetahui cara negosiasi gaji dengan tepat sehingga tidak lagi perlu merasa takut.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar