Bye Boros! Ini 7 Cara Menyusun Anggaran Rumah Tangga yang Ideal

Bagaimana ya cara menyusun anggaran rumah tangga yang ideal? Pada praktiknya, mengelola keuangan keluarga itu tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Dan ternyata seringkali masalahnya bermula dari anggaran atau budgeting.

Rasanya kok jadi lebih boros dan malah sulit menabung? Sedang scrolling medsos lihat pernak pernik rumah yang lucu/ aesthetic, dan membuat alasan kalau ini akan berguna di rumah. Lalu cari di marketplace langsung checkout!

Dibilang boros tapi anehnya, dulu bisa beli ini itu untuk pribadi. Tapi setelah menikah harus berfikir berulang kali dan tidak jarang harus mengurungkan niat membeli. karena saldo sudah menipis. Jadi bingung!

Tidak jarang pasangan yang baru menikah merasakan hal ini. Mereka masih merasa kesulitan untuk mengelola keuangan pasca berkeluarga. Apalagi jika income masih pas-pasan.

Apakah Anda sedang merasakan hal yang sama atau justru sedang mempersiapkan diri karena sebentar lagi akan menikah?

Hal ini sebenarnya cukup wajar, mengingat ada perubahan-perubahan yang terjadi pasca menikah. Mungkin sebagian dari pasangan muda sudah menyadarinya namun banyak juga yang masih kebingungan.

Jadi, sebelum kita membahas cara menyusun anggaran rumah tangga, kita kenali dulu perubahan yang terjadi pasca menikah. Khususnya yang berhubungan dengan keuangan dan sering berpotensi jadi masalah. Agar nanti, hal ini bisa di jadikan pertimbangan dalam memperbaiki anggaran rumah tangga kita.

Perubahan Pasca Menikah Tentang Keuangan

Saat membicarakan soal keuangan, kita tidak akan bisa melepaskan diri dari hal-hal non keuangan yang punya pengaruh yang besar atas kesuksesan pengelolaan keuangan. Baik itu mengelola keuangan bisnis, pribadi maupun keluarga.

Berikut ini adalah perubahan-perubahan pasca menikah yang berpengaruh pada pengelolaan keuangan, khususnya saat menyusun anggaran rumah tangga. Apa itu?

  • 1 jiwa (kita sendiri) menjadi 2 jiwa (kita dan pasangan) yang di libatkan dalam mengelola keuangan. Tentu ada perbedaan kepribadian, pandangan, kondisi keluarga, yang perlu di cari titik temunya.
  • 1 sumber income (kita sendiri) menjadi 2 sumber income (jika keduanya bekerja) yang perlu di kelola dengan kesepakatan-kesepakatan agar keduanya merasa aman dan nyaman.
  • Sebelum menikah hanya ada keinginan dan tujuan pribadi saja. Setelah menikah ada tujuan-tujuan keuangan bersama dan juga pribadi yang perlu di jalankan beriringan.

Nah itulah perubahan-perubahan yang perlu di pertimbangkan dalam menyusun anggaran keluarga, Sekarang, kita lanjut ke pembahasan utama yakni bagaimana cara cerdas menyusun anggaran rumah tangga yang ideal?

1. Diskusikan Tujuan Keuangan Jangka Pendek

Cara Menyusun Anggaran Rumah Tangga Diskusikan Tujuan Keuangan Jangka Pendek
gambar : unsplash.com/ Aleksandra Sapozhnikova

Sebelum memulai apapun, ada baiknya kita memahami tujuan terlebih dulu. Termasuk dalam menyusun anggaran rumah tangga.

Nah, untuk Anda yang baru saja menikah atau akan menikah, sebaiknya sidkusikan tujuan keuangan jangka pendek terlebih dulu bersama pasangan. Kenapa hal ini penting di bicarakan?

Jawabannya simple, karena kita perlu berproses.

Apalagi kita yang memulai semua dari nol bersama pasangan. Kita perlu cermat menata batu pijakan satu persatu. Boleh kok menceritakan impian jangka panjang, namun yang jadi titik tekan disini adalah fokus utama dalam jangka waktu 1-2 tahun kedepan.

Fokus utama saat ini adalah tujuan keuangan jangka pendek Anda bersama pasangan. Misalnya saja, setelah menikah apakah ingin tinggal bersama ortu dulu, ngontrak rumah atau langsung mencicil rumah. Lalu apakah ingin langsung punya anak atau menunda dulu. Apakah ada anggota keluarga yang perlu di bantu atau tidak.

Kemudian jangan lupa diskusikan juga tentang keinginan pribadi jangka pendek yang memerlukan dana. Misalnya durasi liburan bersama, gaya hidup, mengikuti pelatihan dan lainnya. Sehingga saat menyusun anggaran rumah tangga nanti, anggaran bulanan dan saving sudah dipisahkan persentasenya.

2. Pahami Jumlah dan Pola Income Bulanan

Tidak semua orang bekerja kantoran dengan mendapatkan gaji bulanan. Ada juga yang pekerjaannya di bayar berdasarkan fee dari proyek yang di selesaikan. Misalnya saja sebagai freelancer.

Ada juga yang memiliki pekerjaan lebih dari satu yang tentunya jadwal pembayaran fee atau gajinya berbeda-beda. Nah ini bisa jadi potensi masalah yang membingungkan saat menyusun anggaran rumah tangga jika tidak di amati dengan cermat.

Amati berapa penghasilan tetap keluarga tiap bulannya dan di bayarkan tiap tanggal berapa (estimasi). Begitu juga bagi yang tidak berpenghasilan tetap seperti frelancer. Meskipun freelancer Anda sebenarnya bisa kok memiliki penghasilan yang stabil.

Coba baca ini,

Setelah tahu jumlah minimal penghasilan tetap perbulan, barulah Anda bisa menambahkannya dengan income lain (jika ada). Misalnya saja Anda sering melakukan side hustle atau sedang merintis bisnis. Catat semuanya dengan rinci!

3. Amati dan Tentukan Daftar Pengeluaran Bulanan

Amati Dan Tentukan Daftar Pengeluaran Bulanan
gambar : unspalsh.com/ Cathryn Lavery

Dalam membuat daftar pengeluaran biasanya memerlukan waktu. Karena terkadang kita tidak begitu sadar tentang apa yang kita butuhkan dan tidak.

Selain itu kadang juga kita tidak tahu berapa jumlah anggaran yang sebenarnya di perlukan. Sehingga, butuh kesediaan keduanya untuk mengamati daftar pengeluaran bulanan dan anggarannya satu persatu.

Pengeluaran bulanan sendiri di bagi menjadi dua yakni pengeluaran tetap dan tidak tetap. Pengeluatan tetap itu maksudnya adalah hal-hal yang harganya cenderung sama setiap bulannya. Contoh : wifi, air, listrik, BPJS, iuran warga, kontrakan/ tempat tinggal.

Sementara pengeluaran tidak tetap yaitu kebutuhan yang harganya fluktuatif atau bisa berubah-ubah karena satu hal dan lainnya. Sehingga pengeluaran ini memerlukan anggaran yang lebih fleksibel.

Selain itu, pengeluaran tidak tetap juga adalah items yang paling bisa di otak-atik jika kita perlu lebih hemat. Contoh, konsumsi, jajan, transportasi, personal care, skin care dan lain-lain.

Nah sekarang, ambil alat tulis Anda dan mulai catat apa saja pengeluaran tetap dan tidak tetap keluarga Anda. Catat juga estimasi biayanya. Biaya ini masih bisa berubah seiring riset kita dalam 1-3 bulan kedepan. Usahakan agar tidak ada yang terlewat ya!

4. Jumlahkan Biaya Tetap dan Biaya Tidak Tetap

Setelah memiliki daftar anggaran bulanan Anda. Kini saatnya mencari tahu berapa kemungkinan total anggaran yang di perlukan untuk pengeluaran bulanan. Coba jumlahkan semua biaya tetap dan tidak tetap.

Nah itulah dasar anggaran bulanan Anda. Meskipun jumlahnya bisa sama setiap bulannya, namun perlu di ingat bahwa ini masih bisa berubah ya. Dan hal ini wajar sekali, karena banyak variable yang memang perlu kita cari tahu dengan cara mempraktikannya terlebih dahulu.

Jadi sebaiknya Anda dan pasangan melakukan riset untuk memastikan biaya asli yang dibutuhkan. Sebagai contoh, soal listrik misalnya. Selama ini Anda bekerja di kantor dan ngekos dengan asumsi sudah include dengan pembayaran listrik dan air.

Sementara saat ini pasangan Anda bekerja dari rumah menggunakan perangkat elektronik. Nah, tentu biaya listriknya akan berubah, dan untuk mencari tahu kita perlu menggunakan listrik 1-2 bulan kedepan.

Oh ya, biaya ini belum termasuk anggaran saving & investment yang minimal bisa di sisihkan 25% atau 30% dari total income perbulan.

5. Gunakan Alat Penyimpanan Uang yang Sesuai

Cara Menyusun Anggaran Rumah Tangga Gunakan Alat Penyimpanan Uang Yang Sesuai
gambar : unsplash.com/ Emil Kalibradov

Cara menyusun anggaran rumah tangga yang lainnya adalah dengan menggunakan alat penyimpanan uang yang sesuai.

Saat ini kita tidak hanya menggunakan uang cash dalam bentuk fisik, tapi juga non fisik seperti e-wallet, kartu debit atau kredit. Terutama untuk Anda yang sudah menjadikan jual beli online sebagai gaya hidup Anda pasti familiar dengan e-wallet OVO, DANA, Shopeepay, dan juga Gopay sebagai alat pembayaran.

Penting bagi Anda untuk membagi anggaran kedalam e-wallet yang sering Anda gunakan untuk bertransaksi dan sebagiannya dala bentuk cash. Jangan sampai penggunaan e-wallet jadi membuat pengeluaran tidak terkendali.

Maka dari itu tentukan bagaimana pola belanja Anda. Misalnya saja 1 minggu sekali ke pasar dengan anggaran Rp 150.000 dan ini harus menggunakan uang fisik. Jadi Rp 150.000 x 4 = Rp 600.000.

Lakukan hal yang sama dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang memerlukan uang fisik. Kemudian jumlahkan, dan itulah jumlah uang cash fisik yang perlu Anda simpan di dompet dalam 1 bulan. Sisanya bisa Anda taruh di e-wallet atau rekening bank Anda (debit).

6. Evaluasi Kebiasaan Belanja Anda

Jangan lupa evaluasi kebiasaan belanja Anda jangan sampai ada bocor halus yang ternyata membuat kita lebih boros dari sebelumnya. Anda bisa meninjau lagi pengeluaran yang di lakukan setiap 1 minggu sekali. Hal ini juga akan membantu Anda kalau-kalau ada pengeluaran yang lupa di catat.

Dengan mengecek kembali pengeluaran setiap minggu membuat Anda bisa menyesuaikan anggaran sepanjang bulan. Sehingga di bulan depannya Anda bisa menggunan dasar anggaran rumah tangga yang lebih baik lagi.

Saya pribadi sangat terbantu sekali dengan adanya aplikasi bugeting yang bisa digunakan versi gratisnya. Kita tidak tidak perlu menghidtung manual persentase pengeluaran karena semua data sudah di hitung secara otomatis.

7. Buat Rencana Untuk Meningkatkan Income

Buat Rencana Untuk Meningkatkan Incom
gambar : unsplash.com/ airfocus

Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting dalam menyusun anggaran adalah merencanakan cara meningkatkan income keluarga. Berdasarkan pola yang selalu terjadi, peningkatan biaya hidup nampaknya adalah sesuatu yang pasti.

Selain itu kita perlu melihat kenyataan bahwa kedepan memang ada banyaktujuan hidup yang memerlukan biaya. Biaya pendidikan anak, membangun rumah, mengganti gadget dan masih banyak lagi. Yang tentunya menuntut kita lebih banyak menabung dan investasi.

Hal ini jika di pandang sebagai suatu hasil saja, seringkali hanya akan sekedar menjadi beban. Oleh karena itu, kita perlu melihat dari sudut pandang lainnya. Seperti dampaknya bagi kesejahteraan lahir batin, dan tentunya sudut pandang proses.

Inilah mengapa setelah dasar anggaran rumah tangga sudah berjalan cukup baik, Anda dan pasangan wajib untuk membuat rencana untuk meningkatkan income. Anda bisa melihat hal ini secara vertikal dan horizontal.

Vertikal artinya, kita meningkatkan income dengan cara meningkatkan skill sehingga karir cemerlang. Sementara horizontal yakni kita meningkatkan income dengan membuka peluang-peluang baru seperti bisnis dan investasi.

Baca juga, 10 Cara Mendapatkan Passive Income dengan Mudah

Gambaran Anggaran Bulanan

Sebagai gambaran, berikut contoh anggaran bulanan yang sudah jadi dengan mengikuti cara menyusun anggaran rumah tangga di atas!

Tujuan jangka pendek :

  • Uang kontrakan 1 tahun : Rp 12.000.000
  • Dana darurat : Rp 20.000.000
  • Liburan akhir tahu : Rp 6.000.000

Income perbulan (minimal) :

  • Suami : Rp 4.000.000 (Tiap tanggal 1)
  • Istri : Rp 3.500.000 (Tiap tanggal 6)
    Total : Rp 7.500.000

Jumlah daftar pengeluaran :

  • Tetap : Rp 2.000.000
  • Tidak tetap : Rp 2.500.000-Rp 3.000.000
  • Saving min 25-30% : Rp 2.000.000

Tempat simpan uang :

  • Dompet (uang fisik) : Rp 1.500.000
  • Shopeepay : Rp 500.000
  • OVO : Rp 500.000
  • Rekening bank (debit) : Rp 2.000.000
    (untuk saving sesuai tujuan keuangannya, bisa di reksadana pasar uang, deposito atau e-wallet yang berbeda)

Penutup

Pada artikel Tips Keuangan Untuk Pengantin Baru anggaran menjadi topik pembahasan yang pertama. Sebab hal ini sangat berpengaruh dalam keberhasilan pengelolaan keuangan keluarga nantinya.

Semoga dengan beberapa langkah untuk menyusun anggaran rumah tangga diatas, Anda bisa lebih mudah memperbaiki pengelolaan keuangan keluarga ya.

Oh ya, selain itu kita perlu menyadari bahwa proses menyusun anggaran rumah tangga yang pas terkadangan tidak bisa instant. Terkadang perlu 3-6 bulan agar bisa mendapatkan formula yang cocok untuk konteks Anda dan pasangan. Sehingga kesabaran dan komunikasi adalah kunci penting dalam menyusun anggaran rumah tangga yang ideal.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar