Cara Menghitung Dividen yang Harus Dipahami oleh Investor Pemula

Memahami cara menghitung dividen adalah sebuah keharusan jika Anda adalah seorang investor. Khususnya jika Anda merupakan investor yang melakukan long-term investment, atau investasi dalam jangka waktu panjang.

Seperti yang diketahui bahwa secara umum ada dua model investasi. Yaitu investasi dalam jangka waktu panjang dan investasi dalam waktu pendek atau yang juga sering disebut sebagai trader.

Setiap model investasi memang memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri. Oleh karena itu tidak ada pilihan benar atau salah saat menentukan model investasi yang ingin digunakan.

Meski begitu, banyak investor berpengalaman yang menyarankan untuk berinvestasi dalam jangka waktu panjang. Salah satunya disebabkan oleh adanya pembagian dividen oleh perusahaan bagi para pemegang saham.

Memahami Dividen secara Lebih Detail

Cara Menghitung Dividen yang Harus Dipahami oleh Investor Pemula/Unsplash

Untuk mengetahui cara menghitung dividen, tentu Anda harus memahami pengertian dividen terlebih dahulu. Kata ini memang sering didengar oleh para pelaku investasi khususnya dalam dunia saham.

Meski begitu, banyak investor pemula yang belum memahami arti dari dividen. Oleh karena itu kami akan menjelaskan tentang dividen secara rinci agar lebih mudah dipahami oleh investor pemula.

  • Pengertian Dividen

Secara umum dividen dapat dipahami sebagai pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Oleh karena itu dividen merupakan salah satu sumber keuntungan saat Ana melakukan investasi.

Ketika membahas tentang dividen, maka perlu sedikit menyinggung tentang tujuan perusahaan dan peran pemegang saham. Tentu Anda sudah memahami bahwa tujuan setiap perusahaan adalah mendapatkan keuntungan.

Pengelolaan keuntungan tersebut biasanya akan diputuskan berdasarkan kesepakatan pemilik perusahaan. Para pemegang saham tersebutlah yang memiliki peran sebagai pemilik perusahaan. Penggunaan keuntungan perusahaan akan ditentukan melalui RUPS.

RUPS atau Ramat Umum Pemegang Saham akan menentukan besaran laba yang ditahan, dibagikan atau digunakan untuk stock buy-back. Keuntungan yang dibagikan tersebut disebut dengan nama dividen.

  • Besaran Pembagian Dividen

Seperti yang kami sebutkan bahwa penggunaan laba perusahaan akan ditentukan oleh RUPS. Hal ini termasuk pada seberapa besar persentase keuntungan yang akan dibagikan menjadi dividen untuk para pemegang saham.

Oleh karena itu sangat penting bagi para investor untuk memahami cara menghitung dividen. Sehingga dengan begitu Anda bisa mengetahui berapa besar keuntungan yang akan didapatkan.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan membagikan dividen. Ada perusahaan yang membagikan lebih dari 50% keuntungan. Meski begitu Anda juga bisa menemui perusahaan yang tidak membagikan dividen.

Oleh karena itu besaran dividen yang didapatkan dari suatu perusahaan akan berbeda dari perusahaan lainnya. Selain itu, Anda juga harus memperhitungkan besaran kepemilikan saham Anda di perusahaan tersebut.

  • Jenis Dividen

Pembagian keuntungan yang dilakukan oleh perusahaan bisa dilakukan dalam beberapa jenis. Beragam jenis dividen tersebut adalah dividen tunai, dividen saham, dividen barang, dividen utang dan dividen liquidating.

Pada artikel ini, kami akan fokus membahas cara menghitung dividen tunai. Sebab jenis dividen inilah yang paling sering digunakan oleh banyak perusahaan untuk membagikan keuntungan kepada para pemegang saham.

Jenis-jenis dividen ini terbagi berdasarkan bentuk yang diterima oleh pemegang saham. Seperti dividen saham berarti pemegang saham akan mendapatkan saham tambahan sebagai bentuk pembagian keuntungan dari perusahaan.

Baca juga ulasan, Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia

Dividen utang berarti perusahaan akan menangguhkan pembayaran dividen hingga saat waktu yang ditentukan. Sementara dividen liquidating dilakukan ketika perusahaan akan memasuki masa akhir atau dengan kata lain tutup.

Alasan Banyak Investor Mengincar Dividen

Alasan Banyak Investor Mengincar Dividen/unsplash

Secara umum ada dua sumber pendapatan ketika Anda berinvestasi saham. Kedua sumber tersebut berasal dari dividen dan capital gain. Para investor melakukan investasi jangka panjang karena mengincar dividen.

Bahkan beberapa investor menggunakan cara menghitung dividen secara detail sebelum membeli sebuah saham. Tentunya hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Berikut ini adalah beberapa alasan para investor mengincar dividen.

  • Merupakan Pendapatan Pasif

Ketika mempelajari dunia finansial, pasti Anda pernah mendengar tentang pendapatan pasif. Pendapatan pasif bisa dikatakan sebagai keuntungan yang didapatkan oleh seseorang tanpa harus melakukan usaha.

Dividen merupakan salah satu sumber pendapatan pasif yang sangat efektif. Sebab Anda hanya perlu memiliki saham dari suatu perusahaan untuk bisa mendapatkan keuntungan berupa dividen.

  • Tidak Menghilangkan Potensi Capital Gain

Dividen dan capital gain pada dasarnya tidak menghilangkan satu sama lain. Sebab Anda tetap berpotensi mendapatkan capital gain walau mengincar dividen. Tentu hal ini harus disesuaikan dengan strategi investasi Anda.

Dengan cara menghitung dividen serta memperhatikan waktu jual-beli saham, Anda bisa mendapatkan kedua keuntungan ini. Sehingga dengan begitu Anda bisa mendapatkan keuntungan investasi yang lebih besar.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah menahan saham hingga masa pembagian dividen. Setelah itu Anda bisa menjual saham ke bursa untuk mendapatkan keuntungan dari capital gain.

  • Keuntungan Dividen Cenderung Rutin

Pembagian dividen memang ditentukan oleh kebijakan yang dimiliki oleh perusahaan. Namun sebuah perusahaan cenderung melakukan pembagian dividen secara rutin setiap tahunnya kepada para pemegang saham.

yuk simak ulasan, Saham dengan Dividen Yield Terbesar di Indonesia

Oleh karena itu kebanyakan investor berinvestasi jangka panjang untuk mendapatkan dividen secara rutin. Bahkan jumlah total pembagian dividen bisa lebih besar daripada nilai capital gain.

Cara Menghitung Dividen secara Tepat

Sudah kami sebutkan sebelumnya bahwa besaran keuntungan yang akan dibagikan ditentukan dalam RUPS. Tentunya perusahaan tidak akan membagikan seluruh keuntungan menjadi dividen kepada pemilik saham.

Besaran keuntungan tersebut nantinya akan dibagi kembali sehingga didapatkan besaran dividen per lembar saham. Sehingga jumlah dividen per saham (DPS) = jumlah seluruh dividen / jumlah lembar saham.

Sebagai contoh jika sebuah perusahaan menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp 2 miliar. Selanjutnya berdasarkan hasil RUPS ditetapkan bahwa pembagian dividen adalah sebesar 50% dari laba bersih.

Sehingga didapatkan jumlah seluruh dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan adalah sebesar Rp 1 miliar. Selanjutnya Anda perlu mencari tahu berapa banyak jumlah saham yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.

Anggap jika diketahui bahwa jumlah saham beredar dari perusahaan tersebut adalah sebanyak 10.000.000 lembar. Maka dividen per saham adalah 1.000.000.000 / 10.000.000 = Rp 100.

Selanjutnya Anda bisa melanjutkan cara menghitung dividen dengan mengalikan DPS dengan jumlah lembar saham. Contoh jika diketahui Anda memiliki saham sebanyak 50 lot atau 5.000 lembar.

Maka jumlah dividen yang akan Anda dapatkan adalah Rp 100 x 5.000 = Rp 500.000. Namun perlu diingat bahwa nominal dividen tersebut belum memperhitungkan pajak.

Sebab menurut peraturan yang berlaku, penerimaan dividen dikenakan pajak sebesar 10%. Maka jumlah dividen yang akan Anda dapatkan setelah pajak adalah Rp 500.000 – (Rp 500.000 x 10%) = Rp 450.000.

Tentunya nilai ini bisa berbeda tergantung pada banyaknya saham yang Anda miliki. Semakin banyak lembar saham Anda, maka semakin besar juga jumlah dividen yang Anda dapatkan.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Mendapatkan Dividen

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Mendapatkan Dividen/Unsplash

Pembagian dividen akan diberikan kepada seluruh pemegang saham tanpa melihat jumlah minimal kepemilikan saham. Sehingga meski Anda hanya memiliki 1 lot, Anda tetap bisa mendapatkan dividen.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan selain cara menghitung dividen. Pastikan Anda memahami penjelasan berikut ini jika ingin mendapatkan dividen dari suatu perusahaan.

  • Cumulative Date

Cumulative date atau biasa disingkat cum date merupakan tanggal penentuan untuk para investor yang memiliki hak menerima dividen. Cum date adalah tanggal akhir agar pemegang saham tercatat memiliki hak dividen.

Sehingga dividen hanya akan dibagikan kepada para investor yang memiliki saham pada saat cum date. Jika Anda baru membeli saham setelah melewati cum date, maka Anda tidak akan mendapatkan dividen.

Sehingga pastikan Anda memahami tanggal cum date dari sebuah perusahaan jika menginginkan dividen. Bahkan jika Anda memiliki saham satu jam sebelum cum date berakhir, Anda tetap memiliki hak terhadap dividen.

  • Expired Date

Expired date adalah hari setelah cum date. Pembelian saham pada masa ini tidak akan mendapatkan dividen. Sehingga akan sia-sia bagi Anda menggunakan cara menghitung dividen jika membelinya saat ini.

Oleh karena itu jangan sampai Anda baru membeli saham saat sudah memasuki expired date. Jika tetap ingin mendapatkan dividen, maka Anda harus menunggu kembali hingga masa pembagian dividen tahun selanjutnya.

  • Recording Date

Recording date adalah waktu perusahaan melakukan pencatatan pemegang saham yang akan mendapatkan dividen. Waktu ini diperlukan agar perusahaan tidak keliru dalam membagikan besaran dividen untuk setiap pemegang saham.

Jumlah saham yang tercatat adalah jumlah saat cum date. Sehingga meski Anda membeli saham tambahan setelah itu, tidak akan tercatat sebagai bagian besaran dividen yang Anda terima.

  • Payment Date

Payment date merupakan tanggal yang ditunggu-tunggu oleh para pemegang saham. Sebab pada tanggal inilah perusahaan akan membagikan divide. Payment date biasanya jatuh 3 minggu setelah expired date.

Menggunakan Dividen untuk Meningkatkan Keuntungan

Menggunakan Dividen untuk Meningkatkan Keuntungan/unsplash

Saat ini telah Anda memahami cara menghitung dividen sehingga bisa mengetahui besaran keuntungan dari investasi.  Sebenarnya Anda juga bisa menggunakan dividen untuk menambah keuntungan di masa mendatang.

Caranya adalah dengan menggunakan dividen yang dibagikan oleh perusahaan untuk membeli saham. Cara ini sering juga disebut sebagai reinvestasi. Dengan cara ini, keuntungan Anda di masa depan akan semakin besar.

Sebagai contoh jika Anda mendapatkan dividen sebesar Rp 1 juta. Selanjutnya Anda menggunakan uang tersebut untuk membeli saham perusahaan di pasar modal. Sehingga jumlah lembar saham Anda akan semakin banyak.

Bertambahnya jumlah lembar saham tentu juga akan meningkatkan dividen yang Anda dapatkan. Dengan melakukan hal ini secara terus menerus, Anda bisa meningkatkan pendapatan dividen setiap tahunnya.

Namun hal ini harus dilakukan dengan strategi yang matang. Pastikan Anda memahami cara menghitung dividen serta perubahan harga saham tersebut di setiap tahunnya. Karena jika tidak, Anda justru bisa merugi.

Tentunya penggunaan dividen kembali pada keinginan Anda. Anda bisa menggunakannya untuk reinvestasi, menjadikannya instrumen investasi lain atau menikmati dividen tersebut. Sebab dalam beberapa kasus jumlah dividen bisa menyamai gaji karyawan.

Sehingga Anda bisa memenuhi seluruh kebutuhan pokok dalam hidup hanya menggunakan dividen. Hal ini biasanya merupakan keinginan para investor untuk bisa hidup hanya mengandalkan dividen.

Tentu perlu diingat bahwa jumlah dividen akan mengikuti besaran investasi yang Anda lakukan. Karena dividen pada dasarnya akan dibagikan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham Anda.

Semakin besar nominal investasi akan membuat jumlah dividen yang didapatkan setiap tahunnya juga semakin besar. Oleh karena itu pastikan Anda memahami cara menghitung dividen secara tepat agar mengetahui kebutuhan investasinya.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar