Minim Privilege? Ini 7 Cara Mengelola Uang Untuk Kejar Karir Impian

Cara Mengelola Uang. Minimnya privilege seringkali membuat kita pesimis. Apa bisa ya mendapatkan karir impian? Sebenarnya ini masih sangat mungkin kok, asalkan dari awal kita tahu bagaimana cara mengelola uang untuk kejar karir impian!

Siapa sih yang tidak ingin bekerja sesuai passion namun tetap bisa berpenghasilan tinggi bahkan mencapai financial freedom?

Tapi mungkin kita..

Baru saja mendapat tawaran karir impian, tapi konsekuensinya gaji harus terpotong bahkan setengahnya!

Terkadang, orang-orang yang terlahir dengan minim privilege harus memilih antara pekerjaan impian atau gaji yang besar.

Apakah Anda juga sedang merasakan hal yang sama?

Tenang dulu, terlahir dengan kondisi minim privilege bukanlah akhir dari segalanya. Ada banyak hal yang bisa kita usahakan untuk ‘menciptakan’ privilege kita sendiri dan meraih karir impian. Salah satunya adalah dengan mengelola keuangan agar bisa mengejar karir impian, langkah demi langkah.

Namun sebelum kita membahas bagaimana cara mengelola uang agar karir impian, ada baiknya untuk memperjelas istilah privilege yang sering di perdebatkan itu.

Apa itu Privilege?

Beberapa waktu lalu topik ini cukup menarik perhatian warga net karena berbagai kemudahan yang bisa di terima oleh sang pemilik privilege untuk mencapai kesuksesan. Ada yang melontarkan komentar positif namun tak sedikit juga mereka yang berkomentar dengan nada sisnis.

Sebenarnya apa itu privilege? Apa benar privilege hanya dimiiki oleh mereka yang punya status tinggi, banyak uang dan kaum good looking?

Privilege atau dalam KBBI di sebut juga sebagai hak istimewa. Dari pengertian ini sebenarnya privilege bisa mencakup makna yang sangat luas. Namun sayangnya kita hanya mengenal hak istimewanya orang-orang yang berasal dari keluarga kaya atau kaum good looking. Kemudian ini di artikan bahwa kesuksesan hanya bisa di raih oleh mereka saja.

Ralph Linton yakni seorang antropolog mengkategorikan status sosial menjadi 2 :

  • Assigned status : Status yang dimiliki seseorang karena lahir dari golongan tertentu
  • Ascribed status : Status yang dimiliki seseorang karena usaha yang dilakukannya dan tidak ada hubungannya dengan keturunan sama sekali

Barangkali privilege yang banyak di bicarakan adalah assigned status. Tidak bisa dipungkiri bahwa privilege memang akan sangat membantu kita meraih kesuksesan. Apalagi jika orang yang memiliki privilege memiliki karakter pekerja keras. Namun jangan salah menghartikan hal ini.

Sebab kenyataannya, tidak sedikit orang awalnya berasal dari keluarga sederhana, bukan dari kalangan terpelajar sekalipun bisa merubah nasibnya.

Seperti yang di ungkapkan oleh Raymond Chin di podcast Deddy Corbuzier, ia sedang mengumpulkan anak-anak muda di bawah usia 20 tahun yang sukses berbisnis. Salah satunya memiliki omset Rp 3,5 milyar perbulan dan bukan berasal dari keluarga kaya raya ataupun latar belakang pendidikan yang tinggi.

Privilege kekayaan bukanlah penentu kesuksesan

Tapi privilege berupa kekayaan hanyalah nasib yang bisa di ubah. Kenyataannya kita tidak bisa memilih lahir dikeluarga seperti apa, namun kita bisa memilih ingin menjadi manusia seperti apa, bukan?

Maka dari itu, di banding hanya sekedar mengeluh dan merasa iri terhadap mereka yang lahir dengan privilege tertentu akan lebih baik jika kita mulai berbenah dan fokus pada usaha kita sendiri.

Meski terlahir dengan minim privilege, bukan tidak mungkin bisa segera karir impian. Asalkan kita tahu bagaimana membuat tangganya. Yuk kita mulai dengan tangga pertama mengelola keuangan untuk kejar karir impian!

1. Cari Pekerjaan yang Bisa Mencukupi Kebutuhan

Cara Mengelola Uang Cari Pekerjaan Yang Bisa Mencukupi Kebutuhan
gambar : unsplash.com/ andrea natali

Kita mungkin pernah berangan-angan, andaikan punya orangtua yang tajir melintir mungkin kita sudah bia langsung menjalani pekerjaan impian ya???

Sekarang, yuk sudahi berangan-angannya. Kita bangun dan hadapi dunia nyata dengan kacamata yang lebih clear dan bersifat membangun.

Salah satu tantangan karir yang harus di hadapi oleh kita yang biasa-biasa saja adalah soal keterbatasan dana. Setelah lulus kuliah, tugas pertama bagi kita adalah memiliki kemampuan menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Tak jarang pula ada yang malah menjadi generasi sandwich.

Tidak masalah jika pekerjaan pertama bukanlah karir impian Anda. Yang terpenting pekerjaan tersebut halal, sesuai dengan kemampuan dan tentunya bisa memenuhi kebutuhan Anda. Sebab inilah yang paling penting saat ini.

Jangan lupa tentukan jangka waktunya. Misalkan, Anda akan menjalani pekerjaan tersebut sekitar 2 tahun. Dalam jangka waktu tersebut belajarlah untuk memiliki kemampuan pengelolaan uang yang efektif. Sebab 2 tahun pertama berkarir biasanya cukup menentukan kebiasaan Anda dalam menggunakan uang kedepannya.

2. Siapkan Pos-pos Keuangan dan Rekening Terpisah

Anda akan mendapatkan gaji dari pekerjaan pertama atau pekerjaan ‘sementara’. Sekarang, buatlah pos keuangan sesuai kebutuhan. Umumnya ada pos living, saving dan playing.

Pos living adalah pos keuangan untuk kebutuhan rutin bulanan. Sementara pos saving adalah untuk menabung/ investasi dan pos playing adalah alokasi untuk gaya hidup.

Tentukan dengan cermat apa saja kebutuhan yang pasti Anda bayarkan tiap bulannya. Lalu gunakan pos ini saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagai saran, gunakan rekening bank untuk pos living.

Untuk pos saving, kita harus membagi sesuai tujuan keuangan. Dalam konteks ini, salah satunya adalah tabungan untuk modal mengejar karir impian. Sebaiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu, kira-kira akan digunakan untuk apa uangnya secara spesifik.

Berdasarkan pengalaman, salah satu guna dari pos ini adalah untuk membiayai pelatihan yang berhubungan dengan karir impian.

Alokasikan tiap bulan di suatu rekening, jika kemungkinan akan digunakan dalam jangka waktu pendek Anda bisa menggunakan e-wallet.

Terakhir adalah pos playing, yakni untuk membiayai life style kita. Misalnya kita punya program refreshing 3 blan sekali, atau ingin membeli baju baru, gadget baru dll. Anda juga bisa menggunakan rekening bank atau ewallet untuk menyimpan pos playing.

3. Jangan Lupa Alokasikan Untuk Mengelola Relasi

Cara Mengelola Uang
gambar : unpslash.com/ jason grant/ Cara Mengelola Uang

Cara mengelola uang selanjutnya untuk bisa mengejar karir impian adalah dengan mengalokasikan uang untuk berelasi.

Karena kita ingin mengejar karir impian, relasi yang baik adalah salah satu cara meraihnya. Oleh karena itu jangan lupa alokasikan untuk mengelola relasi. Kita bisa menggunakan pos playing, karena ini akan menjadi gaya hidup kita dalam bersosialisasi, khususnya dalam mengelola relasi. Sehingga dipisahkan dengan pos living untuk infaq/ charity ya.

Setelah kita punya tujuan yang jelas, kita tidak akan lagi berteman dengan ‘sembarang’ orang. Kita akan berteman dengan orang-orang yang bernilai bagi kehidupan kita. Kita akan mulai belajar mengkategorikan relasi manakah yang membuat kita bisa lebih sehat dan bersifat suportif, dan mana yang sebaliknya.

Miliki mentor yang bisa ‘mengantarkan’ kita menuju pekerjaan yang kita idamkan. Mentor disini bisa di lihat dari beragam sisi. Seperti hard skill maupun soft skill.

Ketika bergaul dengan mereka tentu terkadang memerlukan ongkos. Jadi tidak perlu ragu untuk mengalokasikan uang kita untuk sekedar ngobrol santai, ngopi atau sesekali mentraktir mereka yang membuat kita berkembang lebih baik.

4. Hati-hati Memilih Cara Membahagiakan Diri

Setelah bisa menghasilkan uang sendiri, biasanya hasrat untuk membeli hal-hal yang sebelumnya mungkin tidak bisa kita beli akan muncul kembali.

Apalagi di era digital seperti sekarang kita bisa dengan mudahnya pesan antar makanan online, mengenal brand-brand mewah, tempat-tempat nongkrong yang aesthetic, serta beragam hal yang menunjukan nikmatnya menggunakan life style premium.

Sebaiknya hati-hati dalam memilih cara membahagiakan diri!

Sebab, umumnya akan lebih sulit menurunkan life style di banding menaikannya. Padahal kenyataannya, hidup tidaklah selalu stagnant. Terkadang kita di atas namun adakalanya kita juga berada di bawah.

Baca juga, 8 Cara Supaya Gaya Hidup Sejalan Dengan Gaji

Ketika sudah terbiasa dengan life style pesan makan online, rasanya akan sulit sekali jika harus berubah menjadi memasak di rumah. Jika sudah terbiasa menggunakan kendaraan umum kelas bisnis, rasanya tidak mau untuk kembali ke kelas ekonomi. Katanya sih, itu semua untuk membahagiakan diri!

Bukan harus membatasi kebahagiaan, namun yang jadi penekanan di sini adalah caranya. Anda bisa belajar untuk mengenali apa sebenernya yang membuat Anda bisa merasa puas, bermakna dan senang. Pahami alasan di baliknya,

Dengan begitu Anda bisa menimbang dengan rasional, apakah hal tersebut worth it untuk di lakukan ataukah hanya sebatas pembelian yang bersifat emosional saja.

5. Wajib Punya Dana Darurat

Cara Mengelola Uang Wajib Punya Dana Darurat
gambar : unsplash.com/ jake espedido/ Cara Mengelola Uang

Cara mengelola uang agar kita bisa mengejar karir impian adalah dengan memiliki dana darurat.

Dana darurat ini sudah sering saya bahas di beberapa artikel sebelumnya. Intinya, punya dana darurat itu wajib!

“What you save now, will save you later”

Kita tidak pernah tahu kapan saat darurat itu datang. Namun mempersiapkannya adalah langkah yang bijak untuk di lakukan. Slaah satunya dengan dana darurat,

Bagi Anda yang masih single dan berstatus sebagai karyawan wajib memiliki 3-6 kali pengeluaran rutin perbulan. Namun untuk para freelancer dan pengusaha maka wajib memiliki dana darurat sebanyak 12 kali pengeluaran rutin perbulan.

Baca juga,

6. Pilih Pelatihan Berbayar yang Strategis

Dalam mengejar karir yang di impikan, tentu saja kita memerlukan skill. Tidak jarang kita perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan ilmu tersebut.

Nah, ditengah keterbatasan dana yang kita miliki ada baiknya untuk memilih pelatihan berbayar yang strategis. Strategis disini bisa di artikan, dalam 3 kategori :

  • Termasuk salah satu skill utama yang jarang bisa di dapatkan gratis
  • Tidak bisa di lakukan sendiri (hanya belajar mandiri saja)
  • Berguna untuk pekerjaan impian kita namun bisa menunjang pekerjaan saat ini sehingga memungkinkan kita untuk mendapatkan lebih banyak pemasukan (misalnya skill bahasa)

Tidak masalah jika di awal Anda belum mengetahui secara rinci apa saja pelatihan yang sebaiknya Anda ikuti dan berapa nominalnya. Riset ini bisa di lakukan sambil terus mengisi rekening modal karir impian yang ada di pos living.

Jika sudah tahu, Anda bisa mempertimbangkan penempatannya, apakah sebaiknya di rekening bank/ e-wallet, reksadana ataukah di instrumen lainnya.

7. Latih Self Control

Cara Mengelola Uang Latih Self Control
gambar : unsplash.com/ jack sharp

Saat ini pos-pos keuangan sudah Anda buat. Aliran dana yang miliki sudah jelas kemana akan mengalir. Sekarang, kuncinya ada pada self control.

Sebagus dan sejelas apapun financial blue print yang Anda buat, tidak akan berarti apa-apa jika Anda memiliki self control yang lemah. Jadi latihlah self control Anda, salah satunya bisa menggunakan sistem reward & punishment ketika Anda menjalankan rencana keuangan.

Sistem ini bisa di lakukan sesuai kondisi Anda. Misalnya Anda adalah orang yang tidak terbiasa mencatat keuangan rutin, maka berilah reward senderhana jika Anda berhasil melakukannya selama 1,2, 3 bulan.

Kesimpulan

Cara Mengelola Uang. Jadi apakah minim privilege merupakan penghalang untuk sukses dan mengejar karir yang di impikan? Tergantung bagaimana cara kita melihatnya.

Melatih untuk menerima kondisi dan fokusi berkontribusi rasanya akan lebih baik di banding hanya komplain dan mengeluh saja. Nah, itulah 7 cara mengelola uang untuk bisa mengejar karir impian. Semoga bermanfaatt ya!

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar