Cara Mencegah Masalah Keuangan Rumah Tangga Pasangan Baru

Diperlukan upaya yang tidak mudah untuk mencegah masalah keuangan setelah Anda baru menikah. Sebab biasanya persoalan ekonomi akan menjadi masalah utama yang menghantui para pasangan baru.

Menikah memang merupakan impian bagi setiap orang. Tentunya semua orang ingin membangun keluarga bahagia dengan orang yang dicintainya. Namun membangun sebuah keluarga tidak semudah yang dibayangkan.

Sudah bukan rahasia bahwa akan ada berbagai potensi masalah yang terjadi ketika Anda memutuskan menikah termasuk persoalan keuangan. Masalah ini dapat menggoyang rumah tangga yang terbentuk khususnya bagi pasangan baru.

Oleh karena itu upaya pencegahan harus dilakukan jauh sebelum pernikahan dilaksanakan. Bagi Anda yang memiliki niat untuk menikah atau baru saja menikah, maka wajib memahami cara mencegah persoalan keuangan berikut.

Potensi Masalah Keuangan Pasangan Baru

Cara Mencegah Masalah Keuangan Rumah Tangga Pasangan Baru
Cara Mencegah Masalah Keuangan Rumah Tangga Pasangan Baru/Unsplash

Sebelum kami memberikan trik untuk mencegah masalah keuangan bagi pasangan baru, kami akan menjelaskan mengenai potensi masalahnya terlebih dahulu. Sehingga Anda dapat memahami kemungkinan masalah keuangan yang bisa terjadi.

Sehingga Anda dapat menyadari apakah kondisi keuangan keluarga yang baru dibentuk tergolong baik atau bermasalah. Karena tidak sedikit keluarga yang tidak sadar jika sedang mengalami masalah keuangan.

Baca, 7 Tips Atur Keuangan Anti Boros Saat Awal Tahun di Era Pandemi

Sebab masalah keuangan bukan hanya tentang tidak memiliki uang sama sekali saja. Namun persoalan keuangan di dalam sebuah keluarga bisa melingkupi beberapa hal berikut ini.

  • Tidak Memiliki Tujuan Finansial yang Jelas dan Sejalan

Upaya mencegah masalah keuangan harus dilakukan agar keluarga yang Anda bangun memiliki tujuan finansial secara jelas dan saling sejalan. Karena tanpa adanya tujuan finansial, pengelolaan keuangan rumah tangga akan berantakan.

Beberapa tujuan keuangan bagi sebuah keluarga dapat meliputi biaya pendidikan anak, membeli properti yang lebih luas hingga dana pensiun.  Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu butuh pengelolaan keuangan tertentu.

Bayangkan jika Anda tidak mengetahui hal yang ingin dicapai di masa depan dalam. Maka Anda tidak akan bisa menilai apakah kondisi keuangan saat ini sudah cukup untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut.

Selain itu Anda dan pasangan juga harus saling sejalan dalam menentukan tujuan keuangan di masa depan. Contoh seperti menentukan standar sekolah untuk sang buah hati kelak.

  • Pengelolaan Keuangan Terjadi secara Timpang

Menikah adalah sebuah proses untuk menyatukan dua manusia di dalam satu rumah tangga. Oleh karena itu upaya mencegah masalah keuangan serta pengelolaannya harus dilakukan secara bersama.

Namun sering ditemui sebuah rumah tangga yang terjadi ketimpangan di dalam proses pengelolaan keuangan. Ketimpangan yang dimaksud adalah salah satu pasangan terlalu dominan dalam mengatur keuangan keluarga.

Hal ini terjadi biasanya jika di dalam rumah tangga, yang bekerja hanya satu pihak saja. Contoh ketimpangan tersebut adalah seluruh pengelolaan keuangan hanya boleh dilakukan dan diputuskan oleh suami saja.

Maka istri akan menjadi pihak yang sangat bergantung dan tidak memiliki andil dalam mengelola keuangan. Istri hanya bisa menggunakan uang sesuai dengan perintah dari suami.

  • Perbedaan Pandangan Tentang Pengelolaan Uang

Perlu Anda pahami bahwa cara pandang tentang pengelolaan uang yang dimiliki setiap orang berbeda. Oleh karena itu upaya mencegah masalah keuangan harus dilakukan untuk mengantisipasi perbedaan tersebut.

Contoh perbedaan pandangan tentang pengelolaan uang seperti prioritas belanja, respon terhadap utang dan berbagai hal lain. Hal-hal seperti ini akan sangat rentan menimbulkan konflik di antara pasangan.

Misal Anda berpikir bahwa membeli laptop baru dengan cara kredit bukan sebuah masalah karena laptop akan digunakan untuk bekerja. Sementara pasangan sangat anti terhadap kredit.

Baca, 10 Cara Nabung Dana Nikah Paling Efektif

Maka ketika Anda hendak membeli laptop baru, akan terjadi perbedaan pendapat yang bisa berujung konflik. Apalagi jika Anda langsung membeli laptop tanpa melakukan diskusi terlebih dahulu.

Cara Mencegah Masalah Keuangan untuk Pasangan Baru

Cara Mencegah Masalah Keuangan Untuk Pasangan Baru
Cara Mencegah Masalah Keuangan untuk Pasangan Baru/Unsplash

Persoalan ekonomi merupakan salah satu penyebab terbesar terjadinya perceraian rumah tangga. Sebab dari persoalan ekonomi, masalah di rumah tangga bisa menjadi lebih besar dan runyam.

Oleh karena itu pengelolaan keuangan bukanlah hal yang bisa dianggap remeh di dalam sebuah rumah tangga. Berikut ini adalah beberapa trik yang bisa dilakukan untuk memperkecil potensi masalah keuangan.

  • Biasakan Terbuka tentang Keuangan sebelum Menikah

Trik mencegah masalah keuangan adalah dengan membiasakan untuk terbuka tentang keuangan sebelum menikah. Sehingga Anda tidak akan lagi menjadi sungkan dan ragu untuk membicarakan hal ini setelah menikah.

Namun pastikan Anda mulai terbuka tentang masalah keuangan jika memang telah yakin untuk menikah dengan pasangan. Sebab persoalan keuangan bukanlah hal yang bisa sembarangan disampaikan kepada orang lain.

Terbuka tentang persoalan keuangan bisa dimulai dari hal kecil terlebih dahulu. Seperti dimulai dari berbagi tips dalam melakukan investasi. Sehingga Anda dan pasangan juga akan lebih memahami pengelolaan keuangan masing-masing.

Sehingga mulailah obrolan yang lebih serius ketika Anda sedang kencan bersama pasangan. Seperti salah satunya adalah membicarakan tentang pengelolaan keuangan agar lebih terbiasa setelah menikah nanti.

  • Buat Rencana Keluarga secara Matang

Sebelum menikah, pasti Andan dan pasangan akan melakukan perencanaan terlebih dahulu. Tahap ini bisa menjadi salah satu proses untuk mencegah masalah keuangan keluarga di masa mendatang.

Namun jangan berhenti melakukan perencanaan hanya pada persoalan resepsi pernikahan saja. Buatlah perencanaan keluarga yang matang mulai dari lokasi tempat tinggal, jumlah anak, pembagian peran dalam keluarga dan sebagainya.

Perencanaan keluarga tersebut akan menjadi pertimbangan dasar bagi Anda dan pasangan dalam melakukan pengelolaan keuangan. Sebab tanpa adanya perencanaan keluarga yang matang, Anda akan kebingungan mengelola keuangan.

Selain berguna untuk membantu proses pengelolaan keuangan, rencana keluarga ini juga bermanfaat dalam membangun hubungan keluarga menjadi lebih baik. Sehingga Anda dan pasangan akan lebih terarah dalam membangun rumah tangga.

  • Capai Kesepakatan tentang Cara Mengelola Keuangan

Seperti kami sebutkan di atas bahwa salah satu trik mencegah masalah keuangan sebelum menikah adalah membiasakan terbuka tentang keuangan. Salah satu hal yang perlu dikomunikasikan adalah cara mengelola keuangan.

Maka jika ada perbedaan dalam cara pandang atau cara mengelola keuangan, bisa diketahui sebelum menikah. Jika hal ini terjadi, maka Anda harus mendiskusikannya hingga mencapai kata sepakat.

Mungkin baik Anda ataupun pasangan akan beranggapan bahwa cara pandang dan pengelolaan versi masing-masing adalah yang terbaik. Hal ini sangat wajar bahkan baik untuk membangun diskusi di antara pasangan.

Namun Anda dan juga pasangan harus saling berkompromi untuk bisa menemukan cara pandang dan pengelolaan keuangan yang ideal setelah menikah.  Perlu diingat bahwa setiap keluarga memiliki cara pengelolaan keuangannya tersendiri.

  • Berikan Ruang untuk Keuangan Pribadi

Trik untuk mencegah masalah keuangan bagi pasangan baru selanjutnya adalah memberikan ruang untuk keuangan pribadi. Biasanya pasangan yang baru menikah akan membuat sebuah rekening bersama untuk uang keluarga.

Tentu hal ini merupakan langkah baik di dalam pengelolaan keuangan. Namun Anda dan pasangan juga tetap memerlukan uang sendiri-sendiri untuk digunakan sesuai dengan preferensi masing-masing.

Sebab bagaimanapun juga, Anda dan pasangan adalah masing-masing individu yang memiliki kebutuhan dan keinginan tersendiri. Sehingga untuk memenuhinya tanpa takut mengganggu keuangan keluarga bisa menggunakan uang pribadi tersebut.

Tentu saja simpanan untuk keuangan pribadi tersebut harus dikomunikasikan kepada pasangan. Sehingga sejak awal, baik Anda dan pasangan sudah mengetahui dan sepakat tentang hal ini.

  • Saling Jujur dan Terbuka dalam Komunikasi

Terbuka dan jujur dan berkomunikasi merupakan sebuah keharusan di dalam membangun hubungan. Karena itulah hal ini juga menjadi salah satu cara untuk mencegah masalah keuangan.

Keterbukaan dan kejujuran harus dilakukan sejak proses pendekatan, menjalin hubungan atau pacaran hingga akhirnya menikah. Karena tanpa adanya keterbukaan dan kejujuran, konflik akan sering terjadi.

Sebelum menikah, Anda dan pasangan harus saling mengetahui apakah masing-masing memiliki tanggungan atau beban keuangan. Contohnya seperti memiliki utang atau tanggungan membiayai kebutuhan orang tua.

Sebab bagaimanapun juga, tanggungan tersebut akan mempengaruhi kondisi keuangan keluarga. Jika Anda dan pasangan menutup-nutupinya, suatu saat pasti akan terbuka dan justru menyebabkan masalah lebih besar.

Pentingnya Investasi untuk Memenuhi Tujuan Keuangan Keluarga

Pentingnya Investasi Untuk Memenuhi Tujuan Keuangan Keluarga
Pentingnya Investasi untuk Memenuhi Tujuan Keuangan Keluarga/Unsplash

Selain mencegah masalah keuangan, Anda juga perlu memikirkan pencapaian tujuan keuangan keluarga di masa depan. Oleh karena itu Anda dan pasangan juga harus melakukan investasi.

Silakan pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda dan pasangan. Berikut ini adalah beberapa alasan yang membuat Anda harus melakukan investasi agar tujuan keuangan keluarga tercapai.

  • Inflasi

Tujuan utama yang membuat seseorang melakukan investasi adalah terjadinya inflasi atau kenaikan harga. Kenaikan harga ini tentu juga akan terjadi pada hal-hal yang menjadi tujuan keuangan keluarga Anda.

Seperti yang kami sampaikan pada trik mencegah masalah keuangan, mengetahui tujuan finansial sangatlah penting. Tujuan finansial tersebut pasti akan terpengaruh oleh laju inflasi yang terjadi.

Contoh saja seperti biaya sekolah yang cenderung terus mengalami kenaikan setiap tahun. Apalagi jika Anda berniat untuk kelak memasukan si buah hati ke sekolah bertaraf internasional.

Tentunya biaya yang dibutuhkan tidak bisa dikatakan sedikit. Anda bisa membuat prediksi kebutuhan biaya tersebut dengan melihat besaran biaya saat ini dan laju pertumbuhan inflasi.

  • Menambah Sumber Penghasilan

Untuk mencegah masalah keuangan, tentu Anda harus memiliki pemasukan yang cukup. Berinvestasi akan membantu Anda dan pasangan untuk menambah sumber penghasilan tanpa harus menambah beban pekerjaan.

Oleh karena itu banyak orang yang menyebut investasi sebagai sumber penghasilan pasif. Karena nilai uang yang Anda investasikan bisa bertambah seiring berjalannya waktu tanpa harus aktif bekerja.

Tentunya pemilihan instrumen investasi sangat berpengaruh di dalam hal ini. Oleh karena itu jangan sampai Anda sembarangan dalam memilih instrumen investasi. Sebaiknya diskusikan bersama pasangan untuk memilih instrumen investasi terbaik.

Sebab uang yang akan dinvestasikan akan digunakan untuk keperluan keluarga. Sementara diri Anda dan pasangan mungkin memiliki profil risiko yang berbeda sehingga preferensi pilihan instrumen investasi juga berbeda.

Menikah memang merupakan keinginan setiap orang. Namun jika tidak dikelola dengan baik, keluarga yang baru terbentuk setelah pernikahan justru bisa terkena banyak masalah termasuk dalam hal keuangan.

Baca, 7 Pinjaman Kredit Laptop Online Tanpa DP Cicilan 0%

Apalagi diketahui bahwa masalah keuangan atau ekonomi merupakan salah satu penyebab penceraian yang paling besar. Karena itu Anda harus mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik.

Persoalan-persoalan ini biasanya akan muncul pada awal-awal masa pernikahan sebagai bentuk transisi dari hidup sendiri menjadi sebuah keluarga. Karena itu upaya mencegah masalah keuangan harus sudah dilakukan jauh sebelum menikah.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar