Cara Membuat Portofolio Investasi, Supaya Cuan Maksimal

Seperti halnya portofolio dalam karir, portofolio investasi juga berisi rekam jejak dan susunan aset dari investasi yang kita miliki. Sebagai investor individu, kita wajib menyiapkan portofolio investasi sebaik mungkin agar investasi kita bisa menghasilkan profit yang maskimal.

Tentunya tujuan utama berinvestasi adalah mendapatkan keuntungan dan memiliki kehidupan finansial yang lebih baik di masa depan, bukan?

Namun jangan lupa kalau investasi jenis apapun selalu memiliki resiko sehingga pengelolaan harus di lakukan dengan baik. Terdengar rumit?

Sekilas Tentang Portofolio Investasi

Sebenarnya bicara tentang portofolio investasi bukanlah soal yang sulit karena bukan tugas yang harus setiap hari di kerjakan. Hanya saja dalam mengelolanya perlu di kontrol secara berkala. Secara umum portofolio investasi terdiri dari :

  • Modal atau Capital : Yakni berapa besaran modal yang dimiliki
  • Tujuan : Adalah jenis investasi yang dimiliki beserta tujuannya
  • Waktu : Bicara tentang berapa lama investasi tersebut dilakukan
  • Profil Resiko : Yakni kesiapan Anda dalam menghadapi resiko investasi

Sumber dana setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang berasal dari warisan, pertanggungan asuransi jiwa, dana pensiun, tabungan, gaji, atau untung dari bisnis. Namun banyak orang yang masih bingung bagaimana mengelolanya. Mau di apakan ya uangnya?

Nah, Anda bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk menyusun portofolio investasi supaya bisa cuan maksimal!

1. Sadari Kebutuhan Keuangan Jangka Pendek dan Panjang

Sumber gambar : unsplash.com/ Ricardo Ace

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyadari kebutuhan terkait keuangan untuk menentukan investasi secara jangka pendek maupun jangka panjang Anda. Jadi siapkan buku catatan dan pena Anda!

Memang, uang bukanlah segala-galanya tapi tidak bisa dipungkiri kalau hampir semuanya membutuhkan uang. Memang betul, setiap makhluk diberi rezeki masing-masing tapi rezeki tidak akan datang tiba-tiba tanpa di usahakan dan di rencanakan.

Jadi mulai saat ini, coba list apa saja kebutuhan keuangan jangka pendek dan jangka panjang Anda kedepannya. Kebutuhan jangka pendek bisa di perikirakan sekitar 5 tahun ke depan sementara jangka panjang itu mulai dari 5 sampai dengan 10 atau 20 tahun kedepan.

Umumnya, orang-orang yang masih lajang memiliki kebutuhan yang berbeda dengan yang sudah berkeluarga. Namun sebagai acuan saja, berikut adalah contoh kebutuhan penting yang perlu Anda masukan dalam asumsi penyusunan portofolio investasi!

Jangka Pendek :

  • Ganti gadget
  • Ganti furnitur rumah
  • Biaya liburan
  • Asuransi kesehatan (minimal BPJS)

Jangka Panjang :

  • Dana menikah
  • Dana Pendidikan anak
  • Dana pensiun

Tujuan-tujuan keuangan tersebut tentu saja bisa Anda kembangkan sesuai dengan kebutuhan real Anda.

Baca juga, 7 Jenis Tabungan Terbaik Bagi Milenial dan Menjadi Prioritas

2. Menyiapkan Anggaran Investasi Sesuai Kebutuhan

Jika sudah memilih tujuan keuangan yang memang menjadi bagian dari rencana hidup Anda dan menghitung berapa yang di butuhkan, sekarang saatnya menyiapkan anggaran investasinya.

Seperti yang sudah di sebutkan sebelumnya, pendapatan seseorang bisa bersumber dari mana saja. Nah jika posisinya Anda sudah memiliki dana yang besar, hal ini akan lebih ringkas. Karena Anda tinggal membagi-bagi total dana kedalam setiap pos tujuan keuangan.

Namun jika dana investasi Anda bersumber dari gajian atau keuntungan bisnis yang sedang Anda geluti maka Anda perlu membaginya dengan biaya lain. Dari 100% pendapatan Anda, para financial planner menyarankan untuk menggunakannya untuk kebutuhan rutin bulanan maksimal 50-70% saja. Sementara sisanya bisa di anggarkan minimal 30% untuk investasi, 10% untuk lifestyle dan 10-25%% untuk cicilan (jika ada).

Ingat ya, ini minimal! Jadi tentu saja boleh bahkan jika memungkinkan di anjurkan untuk melebihi. Karena ini estimasi, komposisinya bisa di sesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Untuk Anda yang tidak terbiasa berinvestasi atau menabung di sarankan untuk menyisihkan anggaran investasi pada awal terima gaji/ keuntungan bisnis.

3. Memahami Profil Resiko Diri Sendiri

Selain kedua hal diatas, asumsi penting yang harus di perhatikan sebelum menempatkan uang Anda adalah profil resiko Anda sebagai investor. Perlu Anda ingat kalau profil resiko masing-maisng orang berbeda. Jangan samakan diri Anda bahkan dengan teman dekat Anda sekalipun.

Profil resiko inilah yang justru akan mempengaruhi keberhasilan investasi Anda nantinya. Secara umum profil resiko berinvestasi terbagi menjadi 3 yakni :

  • Konservatif : Memiliki toleransi yang rendah terhadap resiko dan tidak masalah dengan return yang kecil
  • Moderat : Memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi (ditengah antara konservatif dan agresif) dan mengharapkan return yang lebih tinggi
  • Agresif : Memiliki tingkat toleransi yang tinggi untuk mendapatkan return yang sebesar-besarnya

Nah, dari ketiga profil resiko investor diatas, dimanakah diri Anda berada? Apakah Anda cenderung menghidari resiko dan cari aman, cenderung lebih berani ambil resiko untuk keuntungan yang lebih besar tapi juga tetap berusaha sekuat tenanga untuk meminimaliirnya, ataukah Anda tidak masalah dengan resiko besar karena ingin menghasilkan keuntungan paling maksimal?

Tidak ada yang baik dan buruk dalam hal profil resiko. Karena setiap orang punya latarbelakang yang berbeda-beda. Meskipun anak muda biasanya memiliki profil resiko moderat atau agresif, tapi jika Anda masih pemula dan masih memiliki pemasukan yang terbatas hal itu tidak masalah.

Anda bisa belajar praktikum investasi sambil terus belajar. Justru sebagai pemula, sangat tidak disarankan berinvestasi hanya karena ikut-ikutan saja. Jadi mulailah dari yang sederhana, supaya mental investor Anda terbentuk seiring ilmu yang terus bertambah.

4. Memahami Instrumen Investasi yang Realistis

Sumber gambar : unsplash.com/ Mathieu Stern

Apa sih pentingnya memilih instrumen investasi? Ribet sekali harus memahami jenis-jenisnya!

Sebelum meneruskan keluhan, perlu Anda tahu kalau nilai uang kita saat ini tidak akan sama nilainya di masa depan. Hal ini di karenakan adanya inflasi. jadi setidaknya dengan menempatkan uang di suatu instrumen investasi uang Anda minimal tidak tergerus oleh inflasi.

Namun di sisi lain, kita punya asumsi-asumsi lain seperti yang sudah di bahas sebelumnya. Nah inilah yang perlu kita cocokan. Manakah instrumen investasi yang cocok untuk tujuan jangka pendek, jangka panjang dan profil resiko kita sendiri dan bisa di beli dengan anggaran yang kita siapkan.

Instrumen investasi ada bermacam-macam, diantaranya :

Sudah pernah mendengarnya? Jika belum yuk cari tahu lebih lanjut sebelum memilihnya! Sudah banyak literasi yang membahas berbagai isntrumen tersebut. Di youtube, internet, medsos, termasuk bisa juga belajar dari blog ini.

Pelajari masing-masing instrumen investasi. Bagaiamana cara kerjanya, resikonya, kecenderungan return yang di hasilkan, platform penyedianya dll. Perlahan saja, tidak perlu terburu-buru.

5. Mengelola Aset Untuk Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang dalam menyusun portofolio investasi adalah hal yang sangat di perlukan. Jadi coba cari tahu apa saja instrumen yang cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang Anda.

Jika Anda menyadari tujuan jangka panjang ini, sekalipun pemula Anda bisa mencoba menempatkan uang di instrumen yang high risk seperti saham. Nilai saham yang fluktuatif tidak akan membuat Anda cemas. Karena tahu kalau uangnya tidak akan di pakai dalam jangka pendek. Namun yang paling penting, temukan dulu emiten terbaik yang Anda yakni mampu bertahan dalam 10-20 tahun kedepannya.

Jangan lupa untuk membagi atau melakukan diversifikasi portofolio untuk mitigasi atau meminimalisir resiko. Sebentar, apa yang dimaksud dengfan diversifikasi potofolio ib=nvestasi?

Nah jika Anda masih bingung bagaimana cara diversifikasi maka bisa membaca artikel dibawah ini!

Baca juga, 9 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi yang Bisa Anda Lakukan

6. Meninjau Aset Investasi Secara Berkala

Selanjutnya tugas dalam membuat portofolio investasi adalah mentukan kapan waktu yang tepat untuk meninjau ulang aset-aset investasi Anda. Controlling ini sangat penting supaya Anda tidak ‘kecolongan’ aset yang ternyata sudah menunjukan red flags dan harus di pindahkan.

Peninjauan bisa dilakukan setip 3 bulan, 6 bulan atau setahun sekali. Jadi pekerjaan membuat portofolio ini bukanlah hal yang harus di lakukan setiap hari. Kecuali Anda memang seorang trader.

Cukup tempatkan dana Anda pada instrumen yang tepat, sesuai jumlah yang sesuai ukuran kebutuhan keuangan Anda lalu perhatikan tinjau bagaimana perkembangannya. Apa saja yang perlu di perhatikan ketika sedang mengevaluasi portofolio?

  • Lakukan tracking kinerja seluruh investasi menggunakan aplikasi
  • Perhatikan komposisi instrumen investasi Anda
  • Mencari ulasan performa investasi yang Anda pilih, lewat berbagai indikator, opini ahli atau fundamental perusahaan
  • Nilailah secara menyeluruh, apakah investasi Anda masih aman di taruh pada aman atau perlu dipindahkan?

Oh ya, sebagai tambahan saja jika Anda masih belum mengerti menggunakan aplikasi tracking investasi, Anda bisa membuat bagan excel yang isinya adalah daftar portofolio investasi Anda.

Buatlah kolom : Tujuan investasi, jumlah, instrumen investasi yang dipilih, tanggal peninjauan selanjutnya, return yang di hasilkan.

7. Terus Belajar Dari Sumber-sumber yang Kredibel

Sumber gambar : unsplash.com/ Tim Mossholder

Terakhir, sebagai investor tugas kita adalah tetap belajar dan menambah wawasan terkait dunia investasi. Mungkin waktu kita terbatas untuk hal ini, namun jika tidak ingin kehilangan aset yang sudah kita bangun, sebaiknya tetap alokasikan waktu dan belajar dari sumber-sumber yang kredibel.

Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang investasi-investasi bodong yang memakan banyak korban. Tidak tanggung-tanggung jumlah kerugian investasi bodong di taksir sebesar Rp 117,4 Triliun dalam 10 tahun terakhir! Jumlah yang fantastis, bukan?

Ini berarti masih ada saja yang terjebak dalam investasi merugikan ini dan siapa yang tahu jika Anda juga bisa menjadi salah satu target oknum-oknum penipuan berkedok investasi.

Jadi selain untuk mengontrol perkembangan investasi Anda serta pengelolaannya, kehausan dalam menambah ilmu berinvestasi diperlukan untuk menakar penipuan. Anda perlu waspada jika ada yang menawarkan investasi yang ‘too good too be true’.

Penutup

Nah itulah beberapa cara untuk membuat portofolio investasi demi masa depan keuangan yang lebih cerah. Bicara tentang menyusun portofolio investasi, dari penjelasan diatas ada berapa poin yang Anda sudah lakukan selama ini? Apakah ada langkah unik lainnya yang berbeda?

Semoga ulasan diatas bermanfaat dan dapat menambah wawasan investasi. Dengan ilmu, kita tidak menjadi tidak terlalu takut untuk berinvestasi tapi juga tidak sembarangan dan mengambil langkah sembrono yang akan merugikan kita sendiri. Yuk mulai susun portofolio investasi Anda dari sekarang!

Bagikan ;

Tinggalkan komentar