Cara Membeli Crypto di Indodax, TokoCrypto, Rekeningku dan Binance

Perlahan tapi pasti, popularitas cryptocurrency alias mata uang kripto semakin meningkat di kalangan masyarakat umum. Mereka yang sebelumnya memilih mengalokasikan dana untuk berinvestasi pada emas, saham atau obligasi negara, kini mulai mencari tahu bagaimana sih cara membeli crypto lantaran tergiur pada keuntungannya.

Tingginya popularitas kripto ini sendiri memang sudah mulai terlihat sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Seperti yang Anda tahu, pandemi Covid-19 membuat banyak aset investasi harus melemah dan akhirnya mengurangi keuntungan. Contohnya seperti bunga deposito dan kupon obligasi yang menurun sesuai dengan suku bunga BI (Bank Indonesia).

Ada pula saham, forex hingga P2P Lending yang terkena imbas sulitnya perekonomian sehingga membuat limbung. Bahkan emas yang dianggap sebagai safe haven dan sempat menembus Rp1 juta per gram pada Juli-Agustus 2020 pun perlahan merosot. Kalau sudah begini, mempelajari cara membeli crypto jelas jadi pilihan terbaik untuk tetap untung.

Cryptocurrency terutama Bitcoin, kini dianggap lebih dari sekadar mata uang digital saja, tetapi sudah menjadi aset investasi global. Tak lain karena banyak pengusaha yang mulai memperlihatkan ketertarikannya seperti bos dari Tesla, Elon Musk. Musk sedikit banyak ikut terlibat mempopulerkan kripto karena hobi berpendapat di media sosialnya, Twitter.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin di Tahun 2022, Tertarik Beli?

Puncaknya pada bulan April-Mei kemarin, mata uang kripto akhirnya menembus batas dan mencapai nilai fantastis. Tak main-main, Bitcoin bahkan mencapai lebih dari Rp900 juta per keping meskipun pada Kamis (23/6) pagi ini Coindesk melaporkan kalau aset kripto terpopuler itu ada di level US$33.406,08 (sekitar Rp482,13 juta).

Penurunan harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya bukanlah hal aneh dalam pasar cryptocurrency. Sebagai aset digital, kripto sangat volatil sehingga bisa naik dan turun dalam waktu luar biasa singkat. Meskipun begitu, itu bukanlah halangan bagi mereka yang berniat belajar cara membeli crypto karena memang mendambakan keuntungan besar.

Inilah Mata Uang Kripto yang Dapat Izin di Indonesia

© Media Indonesia

Satu hal yang seringkali membuat masyarakat enggan berinvestasi cryptocurrency adalah karena dianggap legal.

Apakah itu benar?

Jawabannya adalah kurang tepat.

Yap, pemerintah memang melarang mata uang kripto untuk menjadi alat pembayaran sah selayaknya Rupiah. Sehingga jika ada dua orang atau lebih melakukan transaksi dan dibayar oleh kripto, sudah pasti itu ilegal dan tidak dilindungi oleh negara.

Namun pemerintah Indonesia secara resmi mengizinkan perdagangan mata uang digital di bursa berjangka. Keputusan ini dituangkan oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) lewat Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 7 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Dilansir CNBC Indonesia, peraturan itu sudah mulai berlaku sejak 17 Desember 2020. Menurut Sidharta Utama selaku Kepala Bappebti pada akhir Januari 2021 kemarin, terbitnya Perba bisa memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang hendak melakukan perdagangan (trading) entah penjualan atau pembelian cryptocurrency.

Hanya saja tidak semua mata uang digital bisa diperdagangan secara resmi di Indonesia, karena sejauh ini Perba itu cuma mengakui sekitar 229 aset kripto. Pengakuan itu diperoleh dari penilaian mulai dari aspek keamanan, profil dan anggota tim pengembang, tata kelola dan skalabilitas sistem blockchain hingga roadmap rencana ke depan dengan penilaian total standarnya 6.5.

Dari 229 cryptocurrency itu, token-token digital yang populer pun sudah mengantongi izin resmi perdagangan dari Bappebti seperti Bitcoin, Ether (Ethereum), Tether, XRP (Ripple), BNB/Binance coin, Litecoin, Bitcoin cash, Lightcoin, ADA coin (Cardano), Dogecoin, Stellar, Tezos, Theta, Neo, Dash, Digibyte, Bitcoin gold dan lain-lain.

Sebagai mata uang, tentu saja proses perdagangan mata uang kripto ini tidak berbeda jauh dengan forex (foreign exchange) alias valas (valuta asing). Di mana Anda harus memilih exchange yang menyediakan platform jual-beli aset kripto. Lantaran makin banyak orang yang tertarik mempelajari cara membeli crypto, jumlah exchange di Indonesia makin besar.

Baca juga: Cara Beli dan Jual (Trading) Ethereum yang Aman dan Terpercaya

Cara Membeli Crypto di Empat Exchange Populer

© Independent

Berbeda dengan broker, proses perdagangan kripto di Indonesia mayoritas terjadi di exchange. Layaknya sebuah bursa jual-beli, perusahaan exchange cryptocurrency menyediakan sebuah platform di mana pada investor atau trader, dapat memperjual-belikan aset-aset kripto mereka dengan mata uang Rupiah.

Dengan terus meningkatnya minat masyarakat Tanah Air terhadap mata uang virtual, jumlah exchange pun bertaburan. Hanya saja per Desember 2020, Bappebti dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) baru memberikan izin kepada 13 perusahaan aset kripto menurut data Aspakrindo (Asosiasi Perdagangan Aset Kripto di Indonesia), seperti dilansir Kontan. Apa saja? Berikut mereka:

  • TokoCrypto – PT Crypto Indonesia Berkat
  • Upbit – PT Upbit Exchange Indonesia
  • Triv – PT Tiga Inti Utama
  • Indodax – PT Indodax Nasional Indonesia
  • Pintu – PT Pintu Kemana Saja
  • Zipmex – PT Zipmex Exchange Indonesia
  • Bechipindo – PT Bursa Kripto Prima
  • Luna – PT Luna Indonesia Ltd
  • Rekeningku – PT Rekeningku Dotcom Indonesia
  • digitalexchange – PT Indonesia Digital Exchange
  • Koinku – PT Cipta Koin Digital
  • Bitocto – PT Triniti Investama Berkat
  • Pluto – PT Plutonext Digital Aset

Karena sudah mengantongi izin resmi baik dari Bappebti dan OJK, tentu saja ke-13 perusahaan kripto di atas bisa bebas beroperasi dan memperjual-belikan 229 cryptocurrency yang sudah diperbolehkan oleh Bappebti. Supaya makin paham, berikut kami ulas bagaimana cara membeli crypto di beberapa exchange populer:

1. TokoCrypto

Beroperasi sejak Juni 2017, kehadiran TokoCrypto di pasar cryptocurrency Tanah Air memang bisa dibilang sangat mengesankan. Sudah mengantongi izin Bappebti Sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto sesuai Pengumuman 001/BAPPEBTI/CP-AK/11/2019, TokoCrypto mampu membuktikan kalau mereka adalah exchange berkualitas.

Terbukti hanya dalam waktu tiga tahun lamanya, TokoCrypto langsung mampu membuat raksasa marketplace cryptocurrency dunia yakni Binance tertarik. Yap, tepat pada Mei 2020, Binance dikabarkan menggelontorkan sejumlah dana investasi untuk TokoCrypto seiring dengan terus meningkatnya transaksi dan antusias masyarakat Indonesia terhadap mata uang virtual.

Lengkapi Syarat dan Mulai Daftar

Nama besar Binance yang bersedia memberikan dana investasi sedikit banyak memang membuat popularitas TokoCrypto melambung. Apalagi kalau Anda termasuk ’pemain’ bursa kripto senior, tentu Binance adalah platform yang begitu direkomendasikan. Hal ini pula yang akhirnya membuat TokoCrypto menjadi exchange pilihan para pemula. Tertarik bergabung? Berikut prosesnya:

  • Kunjungi website resmi TokoCrypto atau aplikasinya yang bisa Anda unduh dan pasang di smartphone
  • Siapkan kartu identitas seperti e-KTP atau SIM untuk WNI dan paspor yang masih berlaku untuk WNA. Kartu identitas ini sangat penting dalam tahapan KYC nantinya
  • Pilih tombol DAFTAR atau REGISTER dan isi informasi yang diminta pihak TokoCrypto. Jangan lupa untuk menuliskan password, nomor kartu identitas, informasi alamat domisil dan email serta rekening dengan tepat supaya tak bingung saat transaksi nanti
  • Ikuti tahapan KYC untuk verifikasi akun seperti foto dan selfie dengan kartu identitas hingga melakukan gerakan normal dan gerakan acak yang diminta pihak KYC
  • Lakukan pengisian deposit agar akun di TokoCrypto bisa melakukan transaksi penjualan atau pembelian aset kripto. TokoCrypto menetapkan deposit alias setoran minimal sebesar Rp50 ribu. Anda dapat melakukan setoran deposit lewat transfer bank dan OVO yang tanpa dikenai biaya tambahan

Cara Membeli Crypto di TokoCrypto

Kalau akun Anda sudah aktif, lolos verifikasi dan berisi deposit, maka Anda bisa langsung mempelajari cara membeli crypto di TokoCrypto. Tenang saja, tidak sulit kok untuk bisa membeli mata uang kripto, Anda tinggal masuk saja ke platform dan lakukan hal-hal berikut ini:

Daftar TokoCrypro Di SINI

  • Tentukan dulu pasangan alias pair cryptocurrency yang ingin dibeli seperti BTC/IDR jika Anda ingin beli Bitcoin dengan Rupiah atau BTC/XRP jika Anda ingin membeli Bitcoin dengan saldo XRP yang dimiliki pada wallet exchange
  • Setidaknya ada 34 mata uang kripto yang disediakan oleh TokoCrypto dan bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Manfaatkan fitur analisa chart yang disediakan TokoCrypto supaya Anda bisa menganalisa harga secara teknikal berdasarkan histori transaksi cryptocurrency itu sendiri
  • Kalau Anda ingin membeli kripto secara langsung sesuai dengan harga pasar, pilih saja order pembelian market alias taker yang dikenai fee oleh TokoCrypto sebesar 0,01%
  • Kalau Anda ingin bebas biaya transaksi pembelian, pilih saja order maker atau limit. Hanya saja jenis order ini membuat Anda harus menunggu karena transaksi baru bakal diproses saat harga pembelian di pasar sudah mendekati atau hampir sesuai dengan limit yang Anda buat

Tentunya jika Anda seorang trader, order limit jelas kurang sesuai dan tidak efisien. Hanya saja pastikan kalau nominal deposit yang dimiliki di wallet sudah cukup untuk melakukan sebuah pembelian lantaran order limit akan membebankan biaya transaksi tambahan. Sehingga ada baiknya kalau Anda memperhitungkan secara teliti.

Baca juga: Review Binance Coin (BNB): Pesaing Bitcoin dari Bursa Kripto Terbesar

2. Indodax

Membicarakan cryptocurrency tak akan pernah lengkap tanpa Indodax. Yap, perusahaan yang sudah berdiri sejak 15 Februari 2014 ini adalah penyedia platform exchange alias marketplace mata uang kripto pertama di Indonesia. Tujuh tahun berjalan, disebutkan kalau anggota Indodax sudah lebih dari 3,5 juta orang yang artinya terbesar di Indonesia.

Indodax sudah resmi terdaftar di Bappebti sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto sesuai Pengumuman NOMOR 331/BAPPEBTI.4/PENG/04/202. Sebagai exchange, Indodax menawarkan 110 mata uang kripto yang dapat diperdagangkan trader maupun investor. Beberapa di antaranya adalah Bitcoin, Ether, XRP hingga Dogecoin.

Lengkapi Syarat dan Mulai Daftar

Sama halnya seperti saat Anda hendak bergabung di bursa saham, supaya bisa beraktivitas di Indodax, Anda haruslah melakukan pendaftaran terlebih dulu. Agar proses pendaftaran itu lancar, lengkapi seluruh syarat yang diminta. Berikut tata caranya:

  • Buka situs resmi Indodax atau unduh dan pasang aplikasinya di smartphone
  • Siapkan kartu identitas seperti e-KTP, SIM atau paspor yang masih berlaku serta nomor rekening bank sebagai sumber dana investasi atau trading. Indodax menetapkan usia anggota minimal 18 tahun untuk WNI dan 19 tahun untuk WNA
  • Pastikan Anda memiliki email dan nomor ponsel aktif yang digunakan untuk mendaftar
  • Pilih langsung tombol DAFTAR atau REGISTER yang ada di Indodax dan ikuti langkah yang diminta seperti mengisi username, password, informasi data diri dengan benar sebelum melalui tahapan KYC (Know Your Customer)
  • Dalam tahap KYC, pihak Indodax akan melakukan verifikasi identitas sehingga Anda harus mengunggah foto selfie sambil memegang KTP dan foto kartu identitas itu menggunakan ponsel yang sama untuk mendaftar
  • Akun sudah resmi dimiliki dan lolos verifikasi, maka Anda harus melakukan deposit. Setoran deposit minimal di Indodax adalah Rp500 ribu yang bisa dilakukan dengan cara transfer bank, setoran tunai (biaya 1%), setor di jaringan Alfamart hingga transfer lewat e-wallet (GoPay, OVO, ShopeePay)

Cara Membeli Crypto di Indodax

Setelah proses pendaftaran dan deposit selesai dilakukan, maka Anda bisa langsung melakukan transaksi di Indodax. Lantas bagaimana cara membeli crypto di Indodax? Berikut tahapannya:

Daftar INDODAX Di SINI

  • Pilih terlebih dulu pasangan alias pair cryptocurrency yang dimau. Tak harus mata uang kripto dengan mata uang kripto, pilihan pair terpopuler di Indodax justru antara Bitcoin dengan Rupiah (BTC/IDR). Anda juga bisa mengubahnya jadi Bitcoin dengan Ether (BTC/ETH) sesuai kebutuhan
  • Jika Anda ingin langsung membeli mata uang kripto tanpa harus menanti, maka bisa memilih jenis order market atau taker yang bisa langsung diproses sesuai dengan harga realtime di pasaran. Namun jenis order ini dikenai tambahan biaya alias fee sebesar 0,3% oleh Indodax
  • Kalau Anda ingin gratis fee, bisa pilih jenis order limit atau maker. Jenis order ini haruslah menunggu dalam daftar antrian karena Anda memasang harga lebih rendah daripada harga pasaran. Saat harga pasar mendekati limit order yang Anda pasang, transaksi pembelian bisa terjadi

Jika proses pembelian cryptocurrency ini berhasil, maka Anda akan memperoleh penambahan mata uang kripto yang dimau. Misalkan saja Anda mengeluarkan dana Rp2,5 juta untuk membeli Bitcoin lewat order market, maka dengan segera deposit Anda bakal berkurang sejumlah nominal pembelian sementara saldo cryptocurrency di wallet exchange bertambah.

3. Rekeningku

Sama seperti TokoCrypto, Rekeningku juga resmi beroperasi dan berdiri pada tahun 2017. Hingga sejauh ini Rekeningku sudah terdaftar resmi di Bappebti sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto sesuai Pengumuman 006/BAPPEBTI/CP-AK/03/2020 30 Maret 2020. Tentunya bukti ini menjadikan Rekeningku sebagai salah satu exchange lokal terpercaya di Tanah Air.

Demi menjamin keamanan transaksi seluruh anggotanya, Rekeningku mengikuti jejak TokoCrypto dan Indodax lewat penerapan 2FA (Two Factor Authentication). Fitur keamanan online ini membuat user harus melakukan verifikasi identitas sebanyak dua kali sebelum masuk ke platform, sehingga membuat seluruh data pribadi hanya bisa diakses pemilik akun.

Lengkapi Syarat dan Mulai Daftar

Tidak berbeda jauh dengan TokoCrypto dan Indodax, Anda juga harus melakukan pendaftaran terlebih dulu sebelum mempelajari cara membeli crypto di Rekeningku. Proses pendaftaran akan lebih efisien kalau Anda sudah memenuhi sejumlah syarat yang ditetapkan. Apa saja? Berikut ulasannya:

  • Pastikan Anda berusia minimal 18 tahun yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu identitas baik e-KTP, SIM atau mungkin paspor bagi WNA (Warga Negara Asing)
  • Lengkapi juga diri dengan alamat email, nomor ponsel dan nomor rekening bank yang semuanya adalah milik pribadi. Ketiga hal ini penting untuk proses pendaftaran dan verifikasi akun nantinya
  • Langsung menuju website resmi atau aplikasi Rekeningku yang sudah Anda unduh dan pasang di smartphone. Cari tombol DAFTAR atau REGISTER untuk memulai proses pembuatan akun
  • Isi semua data yang diminta dengan benar, tepat dan rahasia terutama username dan password. Ingat kedua hal ini karena menjadi kunci untuk bisa masuk ke exchange Rekeningku
  • Tunggu proses KYC yang biasanya dilakukan sesuai nomor antrian. Ikuti tahapan KYC yang dimau dengan tepat mulai dari foto kartu identitas hingga foto selfie sambil memegang kartu identitas secara benar
  • Isi deposit pada wallet exchange Anda, di mana untuk Rekeningku minimal pengisiannya adalah Rp50 ribu yang bisa dilakukan lewat transfer bank secara gratis. Karena jika pengisian deposit lewat (Virtual Account) dan e-wallet (DANA, LinkAja, OVO) bakal dikenai biaya khusus

Cara Membeli Crypto di Rekeningku

Sejauh ini ada 44 jenis cryptocurrency yang disediakan oleh Rekeningku dan bisa Anda pilih. Pastikan Anda mempelajari sejenak mengenai seluk-beluk pasar kripto dan kondisi global supaya bisa membeli mata uang kripto yang tepat. Lantas bagaiman acara membeli crypto di Rekeningku? Berikut tahapannya:

  • Seperti saat trading valas, Anda harus memilih pasangan yang hendak diperdagangkan. Misalkan Anda ingin membeli Bitcoin dalam Rupiah, maka pilih pair BTC/IDR. Begitu juga kalau mau beli Ether dalam Rupiah, pilih pair ETH/IDR dan seterusnya
  • Kalau pair sudah dipilih, tentukan jenis order pembelian yang Anda mau apakah market/taker maupun maker/limit
  • Anda yang ingin membeli kripto secara langsung sesuai dengan harga yang beredar di exchange, bisa langsung pilih order taker dan membayar fee tambahan sebesar 0,1%. Contohnya Anda membeli Litecoin senilai Rp5 juta, maka fee taker yang harus dibayar sebesar Rp500 ribu
  • Tak ingin membayar layanan tansaksi? Maka order maker bisa Anda pilih. Hanya saja Anda tak bisa membeli pair cryptocurrency secara langsung, karena harus menunggu proses antrian hingga harga beli di pasaran sesuai dengan limit yang sudah Anda tentukan

Dan seperti yang sudah diulas sebelumnya, jika proses transaksi pembelian berhasil, maka sejumlah cryptocurrency akan masuk ke dalam wallet Anda, bersamaan dengan nominal uang deposit yang berkurang.

Baca juga: Review Bitcoin, Calon Mata Uang dan Aset Investasi Masa Depan

4. Binance

Kalau ketiga exchange sebelumnya yang sudah dibahas adalah platform lokal, maka kali ini kami ingin membahas Binance. Seperti yang sudah disinggung di atas, Binance merupakan salah satu broker kripto terbesar di dunia dan memiliki popularitas kuat di kalangan masyarakat Amerika Serikat. Yang membuat Binance menarik adalah broker ini memiliki mata uang kripto sendiri.

Yap, Binance mengenalkan BNB (Binance coin) sebagai mata uang virtual bagi pengguna mereka. Tentunya dengan menggunakan BNB, ada banyak sekali keuntungan yang bisa Anda peroleh seperti lebih rendahnya biaya transaksi trading. Goldprice melansir nilai BNB pada Kamis (24/6) pagi di kisaran US$293 (sekitar Rp4,2 juta).

Lengkapi Syarat dan Mulai Daftar

Meskipun bukan merupakan exchange lokal, nama besar Binance di industri kripto global adalah alasan utama kenapa broker ini sangat diminati. Menyadari terus meningkatnya lingkungan cryptocurrency di Tanah Air, Binance bahkan membuat halaman informasi khusus dalam bahasa Indonesia untuk mempermudah calon anggota baru mereka.

Tertarik bergabung di Binance? Berikut tahapan yang haru dilalui:

  • Buka situs resmi Binance dan pilih tombol DAFTAR/REGISTER
  • Masukkan nomor ponsel atau email yang Anda gunakan untuk pendaftaran akun, beserta kata sandi sesuai ketentuan Binance yakni minimal delapan karakter dan sudah memuat huruf besar serta angka
  • Pilih opsi bahwa Anda bukan warga negara Amerika Serikat karena binance.com tidak menerimanya sehingga masyarakat Negeri Paman Sam harus mendaftar di binance.us
  • Tunggu kode verifikasi masuk ke nomor ponsel atau email yang sudah Anda daftarkan lalu masukkan kode verifikasi di kotak yang sudah disediakan Binance
  • Aktifkan layanan Google 2FA atau SMS 2FA supaya akun makin terlindungi
  • Lakukan proses verifikasi akun dan KYC supaya akun Binance bisa digunakan. Untuk mengeceknya, Anda bisa coba login
  • Setelah masuk ke dalam akun, pilih menu SPOT WALLET dan cari token BIDR. Mulai lakukan deposit supaya Anda bisa melakukan pembelian cryptocurrency di Binance

Sebagai broker yang memiliki mata uang kripto tersendiri, Binance memang mengutamakan anggotanya melakukan transaksi dengan BNB. Salah satunya adalah deposit yang sebelumnya bisa dilakukan dengan transfer bank, kini Binance mengharuskan anggotanya menggunakan BNB yang menggunakan perantara exchanger lokal.

Cara Membeli Crypto di Binance

Pada dasarnya cara membeli crypto di Binance tidaklah jauh berbeda dengan tiga exchange lokal sebelumnya. Hanya saja seperti yang sudah disinggung, jika Anda menggunakan BNB untuk pembelian, fee transaksi bakal lebih murah dan dipotong langsung dari saldo BNB. Namun kalau Anda tidak memakai BNB, ada biaya perdagangan sebesar 0,1%.

Agar lebih mudah paham, berikut langkah-langkahnya pembelian cryptocurrency di Binance jika Anda tidak menggunakan BNB:

Daftar BINANCE Di SINI

  • Pilih menu BUY CRYPTO atau BELI KRIPTO di halaman atas Binance
  • Tentukan metode pembayaran yang Anda mau mulai dari deposit bank, kartu kredit atau kartu debit, perdagangan P2P hingga pembayaran pihak ketiga
  • Pilih BUY/BELI lalu tentukan cryptocurrency yang Anda inginkan. Jangan lupa filter harga dan pembayaran (ALL PAYMENTS) pada menu drop-down lalu jika sudah, klik BELI/BUY
  • Masukkan jumlah nominal pembelian dan jumlah mata uang kripto yang hendak dibeli lalu lanjutkan kembali dengan BUY/BELI
  • Konfirmasikan kembali metode pembayaran dan jumlah yang harus dibayarkan. Selesaikan transaksi sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan oleh Binance

Kalau seluruh proses sudah diselesaikan, Anda bisa kembali ke wallet pada akun dan melihat sejumlah saldo mata uang kripto yang bertambah. Tentunya kelancaran proses ini tergantung dengan akses internet dan kecepatan dalam melakukan pembayaran.

Hal-Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Beli Kripto

© Enterpreneur

Bagaimana? Ternyata cara membeli crypto tidak sulit, bukan? Anda bisa langsung melakukan pendaftaran di salah satu dari empat exchange yang sudah kami bahas. Tentunya sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan supaya bisa memperoleh hasil maksimal.

Lantas bagaimana jika benar-benar baru dalam pasar kripto?

Apakah ada hal-hal khusus yang wajib dipelajari terlebih dulu supaya tidak malah berakhir buntung?

Tentu saja!

Sebagai aset keuangan yang luar biasa volatil, para pemula dalam industri cryptocurrency haruslah melakukan penyesuaian diri. Supaya tidak salah kaprah dan malah berujung penyesalan, berikut beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan setelah mempelajari cara membeli crypto:

1. Tentukan Exchange

Inilah tahapan paling mendasar dari seluruh investasi atau trading kripto. Anda tentu harus tahu bahwa mata uang kripto di Indonesia hanya diakui sebagai aset perdagangan, bukannya alat pembayaran sah selayaknya Rupiah. Karena itu supaya transaksi bisa dilakukan secara aman, pastikan hanya bergabung di exchange yang sudah diakui resmi oleh Bappebti dan juga OJK.

Kalaupun Anda bergabung di broker internasional seperti Binance, pastikan broker tersebut memiliki kualitas yang sudah dipercaya oleh banyak trader maupun investor. Seperti Binance yang dianggap sebagai salah satu bursa kripto terbesar di dunia.

Baca juga: Review ADA (Cardano), Mata Uang Kripto Pesaing Bitcoin dan Ethereum

2. Belajar Kripto

Alasan terkuat kenapa banyak orang terpikat dengan cryptocurrency adalah harganya yang fantastis. Semua tentu masih ingat betapa perkasanya Bitcoin saat menembus nilai Rp900 juta di bulan April-Mei 2021 kemarin. Namun Anda harus tahu, nilai mata uang kripto ini bisa meningkat dan anjlok dalam waktu singkat. Untuk itulah ada baiknya jika Anda mempelajari jenis-jenis aset kripto sebagai upaya analisis fundamental.

Analisis fundamental adalah sebuah metode pengukuran untuk mencari nilai intrinsik dari suatu aset, dalam kasus kali ini cryptocurrency. Perhatikan faktor internal dan eksternal sebuah mata uang kripto supaya Anda dapat menentukan apakah aset itu terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga dapat harga pembelian terbaik dan cuan terbesar saat dijual kembali.

3. Kenali Grafik Candlestick

Masih cuma mengandalkan hoki belaka saat investasi dan trading cryptocurrency? Maka tinggalkan kebiasaan buruk itu. Setiap orang yang memang ingin cuan besar dalam pasar kripto, sedikit banyak harus mau belajar soal analisis teknikal terutama membaca grafik candlestick. Analisis teknikal ini sedikit banyak bakal membantu Anda untuk memprediksi nilai di masa depan.

Ada banyak indikator yang bisa dibaca dalam sebuah grafik candlestick, sehingga Anda bisa memprediksi pergerakan harga mata uang kripto nantinya. Dibandingkan grafik lainnya, candlestick memang jenis yang terpopuler karena setiap ’lilin’ menggambarkan pergerakan harga dalam satu periode di mana warna hijau untuk harga naik dan warna merah untuk harga turun.

4. Fitur yang Ditawarkan Exchange

© Independent

Pertimbangan berikutnya yang tak kalah penting harus dilakukan adalah mengenai fitur dan sejumlah fasilitas yang disediakan exchange. Anda harus tahu setiap exchange punya fitur unggulan supaya proses investasi dan trading bisa berjalan lebih menguntungkan. Kondisi ini jelas sangat bermanfaat bagi para pemula di pasar kripto.

5. TeknologI Keamanan Exchange

Sebagai aset keuangan yang terdesentralisasi, praktis cryptocurrency berjalan dalam sebuah sistem blockchain yang super rumit. Memang tak ada yang mampu meretas dan menduplikasikan transaksi kripto. Hanya saja para peretas bisa saja membobol wallet para pengguna yang ada di platform exchange.

Supaya terhindar dari kerugian ini, ada baiknya Anda memilih exchange yang memberikan jaminan keamanan terbaik. TokoCrypto misalnya, mereka sudah menggunakan teknologi Binance Cloud dari Binance yang memang terbukti sebagai salah satu exchange global dengan rating mencapai 9.35. Apa artinya? Seluruh transaksi dilindungi oleh sistem keamanan berlapis.

6. Perhitungan Biaya Layanan

Dari ulasan cara membeli crypto sebelumnya, Anda tahu bahwa setiap exchange memiliki perhitungan biaya transaksi yang berbeda. Biaya transaksi tak hanya untuk kegiatan pembelian atau penjualan saja, tapi juga berkaitan dengan deposit. Meskipun ringan, biaya layanan bisa juga membebani saldo deposit atau wallet cryptocurrency yang dimiliki.

Untuk itu supaya keuntungan yang didapat bisa benar-benar maksimal, ada baiknya Anda mempertimbangkan soal biaya layanan ini. Termasuk dengan perhitungan fitur leverage yang meskipun mampu mendongkrak jumlah pembelian, tapi akan membebani keuntungan lantaran harus melunasinya ke pihak exchange.

Baca juga: Review Ethereum dan Prediksi Harga Lima Tahun ke Depan

Perhatikan juga bahwa fee untuk pesanan taker berbeda di tiap-tiap exchange. Kalau memang Anda mengincar cuan yang maksimal, bisa memilih exchange dengan besaran biaya taker yang paling efisien dan tentunya efektif

7. Pentingnya Perencanaan Pembelian

Agar Anda bisa menerapkan cara membeli crypto dengan tepat, cobalah untuk melakukan perencanaan. Yap, transaksi kripto bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dengan tergesa-gesa dan tanpa perhitungan. Kalau memang Anda ingin untung, coba lakukan pembelian saat harganya sedang anjlok dan jual ketika harganya benar-benar tinggi.

Kondisi ini sendiri seringkali sulit dilakukan oleh para pemula karena mereka biasanya ikut-ikutan dalam investasi kripto sehingga membeli aset dalam kondisi mahal. Bahkan di saat harga cryptocurrency sedang anjlok, mereka langsung bingung menjualnya supaya tak merugi lebih lama tanpa sadar kalau aset yang dipilih berpeluang meningkat kembali.

Kesimpulan

Tentunya dengan penjelasan panjang lebar mengenai bagaimana cara membeli crypto, menjadi bukti bahwa mata uang virtual kini bukanlah sesuatu yang asing. Banyaknya exchange membuat masyarakat bisa membeli cryptocurrency secara mudah. Supaya untung, jangan lupa untuk selalu mempelajari gejolak pasar kripto yang sangat volatil. Semangat, cuan!

Tinggalkan komentar