Penting! Ini Cara Evaluasi Bisnis Secara Berkala

Bisnis495 Dilihat

Jika Anda adalah seorang pebisnis, Anda pasti tahu betapa penting evaluasi bisnis demi pengembangan bisnis yang sedang di jalankan.

Tanpa evaluasi bisnis secara berkala, kita tidak mungkin tahu letak masalah yang menghambat bisnis dan bahkan bisa mengancam eksistensinya. Dengan begitu, kita jadi tahu dimana titik perbaikan yang paling prioritas sampai yang masih belum prioritas.

Disisi lain, kita bisa semakin mengenal medan bisnis kita sendiri yang berguna untuk membuat strategi-strategi yang tepat.

Namun banyak pengusaha terutama mungkin yang masih pemula belum tahu bagaimana cara evaluasi bisnis secara berkala. Jika itu adalah Anda sendiri, artikel ini akan membantu Anda menyiapkan apa saja yang perlu disiapkan sebelum melakukan evaluasi dan juga cara evaluasi bisnisya itu sendiri.

Sebelum kita membahas lebih dalam, mari kita simak pengertiannya terlebih dahulu agar makin mudah mempraktikan evaluasi bisnis!

Apa Itu Evaluasi Bisnis dan Jenisnya

Apa Itu Evaluasi Bisnis dan Jenisnya
gambar : unsplash.com/ Artem Maltsev

Evaluasi adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menentukan signifikansi, value, atau nilai sesuatu. Dalam hal ini, objek yang di evaluasi adalah bisnis.

Mirip seperti matematika, masalah pada bisnis bisa di selesaikan dengan kriteria tetap yang mendekati jawaban.

Sebelum memulainya kita perlu tahu apa saja elemen penting dalam sebuah bisnis. Sebab hal itu yang bisa menjadi garis start untuk melakukan evaluasi bisnis secara berkala.

Secara umum ada 5 hal yang biasanya di evaluasi, yakni meliputi evaluasi :

  • Perekrutan
  • Kinerja Karyawan
  • Kinerja Berkelanjutan
  • Memahami perkiraan nilai barang atau jasa
  • Keuangan

Persiapan Sebelum Melakukan Evaluasi Bisnis

Agar evaluasi bisnis bisa berjalan dengan baik, ada hal-hal yang perlu kita siapkan. Lebih tepatnya, kita perlu mengenali gambaran besar dari bisnis kita sendiri. Mulai dari :

Kebutuhan Bisnis

Setiap bisnis yang berdiri pasti dilatar belakangi oleh sebuah kebutuhan yang perlu di jawab. Jika tidak, besar kemungkinan sebuah bisnis tidak akan pernah ada.

Anda perlu menyadari apa saja kebutuhan yang hendak di jawab oleh bisnis Anda. Kemudian apakah ada cukup orang dan biaya untuk mewujudkan kebutuhan tersebut?

Nila suatu bisnis biasa berkorelasi langsung dengan permintaan pasar. Kebanyakan bisnis gagal di tahun pertamanya karena tidak mampu memverifikasi bahwa bisnis mereka memiliki nilai di pasaran.

Diferensiasi

Jika ingin tahu apakah ada bisnis lain yang hendak melakukan hal yang sama dengan bsinis yang kita jalankan, simplenya carilah di google.

Dan kita mungkin tidak akan terkejut dengan jawabannya. Apalagi jika produk atau service yang Anda tawarkan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Sudah pasti ada banyak bisnis yang ingin melakukan hal yang sama persis dengan apa yang kita lakukan.

Karena itu, tugas kita adalah mencari perbedaan bisnis kita dengan bisnis sejenis. Ini merupakan benefit-benefit yang akan kita tawarkan kepada calon pelanggan untuk meyakinkan mereka untuk membeli produk kita.

Sasaran Pasar

Siapa sasaran calon pelanggan yang akan membeli produk kita?

Hal ini sangat penting bagi sebuah bisnis. Karena dalam proses pemasaran kita akan menerapkan sejumlah strategi dan juga komunikasi.

Supaya tepat sasaran serta memberikan efek, kita perlu megetahui ‘avatar’ dari calon pelanggan kita. Mulai dari jenis kelamin, usia, berat badan, minat, gaya hidup, pekerjaan, pendapatan, dan juga lokasi mereka.

Anda bisa mendapatkan data lewat riset online dan juga survey. Jika sudah mempersempit data sasaran pasar, barulah bisa menganalisis pasar tentang apa yang mereka harapkan dan juga seberapa jenuh dengan produk atau layanan yang bisnis kita tawarkan.

Biaya

Kita perlu memahami apa saja elemen bisnis yang di perlukan untuk menjalankan bisnis dan beraapa biaya yang di butuhkan.

Mulai dari biaya setiap produk yang di keluarkan, sewa tempat, membeli alat dan lain-lain. Informasi ini penting untuk di catat untuk mengukur pengeluaran overhead atau operational expenses) dan juga sejauh apa langkah yang perlu di tempuh oleh bisnis untuk menciptakan arus kas yang baik.

Baca juga, Ini Cara Mengelola Keuangan Bisnis Untuk Pemula, Yuk di Catat!

Pertanyaan Untuk Melakukan Evaluasi Bisnis

Cara Evaluasi Bisnis Secara Berkala
gambar : unsplash.com/ Microsoft 365

Jika sudah melakukan persiapan diatas, artinya Anda sudah siap untuk melakukan evaluasi bisnis.

Agar lebih mudah, kita bisa berevaluasi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan 5 elemen penting dalam bisnis yang sudah di jelaskan sebelumnya.

Selain itu, kita akan mencoba memasukan kriteria tetap yang bisa di jadikan instrumen untuk mengungkap masalah dan tentunya bisa menemukan jawabannya setelah berevaluasi.

Baiklah, kita mulai dengan pertanyaan pertama!

1. Apa Saja Evaluasi Perekrutan Karyawan?

Pertanyaan pertama untuk mengevaluasi bisnis ini bicara soal perekrutan karyawan.

Niat kita merekrut karyawan atau tim adalah supaya bisa membantu menjalankan dan mengembangkan bisnis bersama-sama. Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa karyawan atau tim yang kita rekrut memiliki kepribadian maupun tingkat skill yang berbeda-beda.

Hal ini tentu bisa berdampak pada maju dan mundurnya bisnis serta budaya kerja dari bisnis kita kedepannya.

Oleh karena itu kita perlu melakukan evaluasi bisnis khususnya mengenai karyawan atau tim yang dimulai dari proses perekrutannya. Dalam hal ini kita menggunakan kriteria objektif (fakta yang ada pada orang tersebut) dan subjektif (sikap hingga pola pikirnya).

Kriteria Objektif :

  • Nilai IPK (menunjukan penguasaan pada bidang yang dipelajari)
  • Perguruan tinggi calon karyawan (menunjukan tingkat kompetisi)
  • Pengalaman kerja yang relevan (menunjukan potensi adaptasi kerjanya)
  • Achievement yang relevan (menunjukan profesionalitas dan kegigihan dalam melakukan pekerjaannya dengan baik)

Kriteria Subjektif :

  • Apakah calon karyawan/ tim punya kemampuan manajemen stres yang baik?
  • Apakah bisa bekerja sama dengan baik dalam sebuah tim?
  • Dari gestur tubuh dan perkataannya, apakah menujukan bahwa ia percaya diri?
  • Apakah memiliki keterbukaan untuk belajar hal baru?

Semua kriteria ini bisa di terapkan untuk mengevaluasi sistem perekrutan pada calon karyawan. Khusus untuk kriteria subjetif, karena agak sulit menilainya mungkin Anda membutuhkan bantuan dari orang yang lebih ahli untuk berperan menjadi evaluator.

Nah, jika bisnis yang Anda rintis belum memiliki karyawan ataupun tim, bisa skip dulu instrumen pertanyaan no 1-3. Namun jika Anda menjalankan bisnis dengan tim, Anda bisa memperhatikan evaluasi pada elemen ini dan diterapkan sesuai dengan konteks bisnis Anda.

2. Bagaimana Evaluasi Kinerja Karyawan?

Evaluasi bisnis yang kedua masih berasal dari karyawan. Kali ini yang berusaha di nilai adalah kinerjanya. Hal ini dilakukan untuk mengukur apakah karyawan yang sudha direkrut mampu memenuhi tugas kerja dan sesuai dengan kriteria yang sudah kita tentukan pada saat perekrutan.

Sama seperti evaluasi perekrutan karyawan, pada evaluasi kinerja karyawan juga ada kriteria objektif dan subjektif yang di gunakan. Evaluasi kinerja karyawan bisa di lakukan setelah karyawan baru bekerja selama 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun.

Kriteria Objektif :

Anda bisa membuat lembar pertanyaan berkaitan dengan perkembangan bisnis Anda dan di sampingnya sertakan pilihan YA atau TIDAK. Untuk menjawabnya, pastikan Anda meriset dulu menggunakan data-data yang akurat.

Misalnya : Penjualan turun –> Ya/ Tidak

Jika jawabannya iya, sertakan juga beberapa hipotesa penyebabnya. Jangan langsung menyimpulkan begitu saja.

Kriteria Subjektif :

Selanjutnya evaluasi berkaitan dengan keseluruhan kinerja karyawan selama ini dan apa saja yang perlu diperbaiki. Karena cukup sulit, maka butuh seorang ahli untuk menilai hal ini.

Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan apa yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan karyawan/ tim yang berguna untuk bisnis kita.

3. Bagaimana Evaluasi Lanjutan dari Kinerja Karyawan?

Setelah evaluasi kinerja karyawan baru, tentunya penilaian kinerja perlu di lakukan secara berkelanjutan untuk melihat apakah ada perkembangan dari hasil evaluasi terakhir yang di berikan.

Biasanya evaluasi lanjutan ini dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan menggunakan kriteria objektif maupun kriteria subjektif.

Kriteria Objektif :

  • Jumlah keterlambatan, ketidakhadiran, maupun cuti
  • Peningkatan penjualan
  • Jumlah peningkatan klien

Kriteria Subjektif :

  • Tingkat partisipasi maupun inisiatif dalam sebuah proyek
  • Integritas dan profesionalitas saat menangani klien
  • Kemampuan bekerjasama dan komunikasi yang baik dengan tim
  • Kepercayaan diri saat bekerjasama maupun dengan klien
  • Kemampuan mengikuti kesepakatan dan aturan dalam perusahaan

4. Apakah Bisnis Punya Cukup Banyak Permintaan dari Pasar?

Sekarang kita bergeser pada evaluasi mengenai perkiraan nilai barang atau jasa pada bisnis kita. Karena sebagus apapun produk atau layanan dalam bisnis kita, akan sia-sia jika tidak ada orang yang mau membelinya.

Artinya tidak ada permintaan maka tidak ada keuntungan.

Pertanyaannya, bagaimana cara kita menciptakan pasar untuk produk atau jasa yang kita jual selama ini?

Apakah sudah mampu menciptakan ketertarikan sehingga produk atau jasa yang kita jual bisa lebih dikenal banyak orang?

Selain memastikan bahwa produk/ jasa yang dijual itu memang menawab kebutuan tertentu, seringkali kita juga perlu menciptakan nilai lebih dari bisnis Anda yang membuatnya bisa lebih di kenal.

Setelah itu, kita harus membuat pelanggan nyaman bertransaksi dan menggunakan produk/ jasa yang kita jual. Dari situ, biasanya permintaan bisa tercipta.

Singkatnya, ciptakan trend maka Anda bisa membuat pasar Anda sendiri.

5. Apa Bisnis Punya Strategi Marketing Untuk Menarik Pelanggan Baru?

Pelanggan baru sangat dibutukan untuk mengembangkan bisnis. Tanpa pelanggan baru, lama-lama pasar akan jenuh dan membuat bisnis sulit bergerak. Pelanggan baru juga akan mempermudah kita berekspansi.

Oleh karena itu dalam evaluasi bisnis yang kita lakukan kita perlu mengamati, apa strategi yang sudah di lakukan untuk mendapatkan pelanggan baru?

6. Apakah Bisnis Sudah Bisa Menyimpan Keuntungan Bahkan Berinvestasi?

Selain keuntungan, hal keuangan bisnis yang perlu di cermati adalah : apakah bisnis sudah bisa membayar semua keperluan yang memang seharusnya di bayar perusahaan?

Sebut saja misalnya membayar supplier, membayar listrik, wifi, air, sewa tempat dan sebagainya. Jika ya, maka ini pertanda bagus. Hal ini bisa jadi pertanda bahwa cash flow bisnis Anda dalam keadaan sehat.

Kalau belum, kita perlu mencari tahu apa saja penyebabnya yang bisa jadi lebih dari 1 aspek.

Baca juga, Baru Buka Usaha? Ini Cara Cermat Atur Keuangan Bagi Entrepreneur Pemula

7. Apakah Ada Inefisiensi Dalam Bisnis?

Selain masalah simpanan dari keuntungan, hal lain yang perlu dilakukan untuk evaluasi bisnis dari segi keuangan adalah penghematan.

Dalam hal ini, kita wajib mempertanyakan kembali apakah ada inefisiensi dalam bisnis yang membuat biaya menjadi lebih tinggi?

Amati laporan keuangan selama periode evaluasi saat ini dan juga libatkan analisis dari berbagai aspek ya untuk menemukannya.

Penutup

Selain pertanyaan-pertanyaan diatas, sebenarnya ada 3 lagi instrumen evaluasi bisnis yang bisa kita manfaatkan. Apa itu?

Pertama, apakah bisnis kita sudah punya basis fan? Artinya, mereka yang suka membicarakan produk, cara penjualan atau apapun tentang bisnis kita. Jika ya, maka kita bisa memanfaatkan hal ini untuk meningkatkan penjualan.

Kedua, bisakah penambahan pembiayaan membuat bisnis lebih berkembang? dan yang ketiga, apakah keberhasilan bisnis bergantung pada pihak tertentu saja?

Nah, itu saja yang bisa saya bagikan kali ini. Semoga evaluasi bisnis yang Anda lakukan bisa menghasilkan solusi yang tepat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *