Ulasan Keuntungan dan Tata Cara Bisnis Apotek

Hingga hari Selasa (3/8) sore kemarin, kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia sudah menembus 3,4 juta. Tingginya jumlah kasus membuat bisnis-bisnis apotek dan para pedagang obat merajalela. Termasuk yang tertarik ingin memulai hal serupa? Tak ada salahnya Anda mulai mempelajari bagaimana sih cara bisnis apotek yang benar.

Tapi tunggu, bukankah untuk memulai bisnis apotek harus lulusan farmasi?

Ternyata tidak sepenuhnya!

Yap, Anda yang bukan lulusan farmasi masih bisa kok belajar cara bisnis apotek, termasuk pengetahuan dasar soal perdagangan obat-obatan. Meskipun pada akhirnya membutuhkan seorang apoteker yang bertanggung jawab menjalankan bisnis tersebut.

Baca juga: Cara Mendapatkan Uang dari TikTok untuk Penghasilan Tambahan

Keuntungan Bisnis Apotek di Masa Pandemi

© conceptdraw.com

Dengan kondisi wabah corona yang hingga saat ini belum terkendali di Tanah Air, permintaan atas obat-obatan dan vitamin memang begitu meningkat. Hal inilah yang akhirnya membuat bisnis apotek booming di kalangan masyarakat Indonesia. Terutama ketika ’gelombang-gelombang’ baru Covid-19 hadir, konsumen akan langsung belanja obat dan vitamin besar-besaran.

Masih belum yakin untuk memulai bisnis apotek? Sejumlah keuntungan berikut ini mungkin bisa Anda pertimbangkan:

1. Jaminan Konsumen

Keuntungan pertama yang ditawarkan bisnis apotek adalah pangsa pasar yang terbuka lebar. Anda tak perlu repot-repot mengenalkan bisnis apotek, karena yang namanya penjual obat pasti sangat dibutuhkan lebih lagi dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Asalkan apotek yang Anda miliki mampu menyediakan obat dan vitamin lengkap, pasti dipilih konsumen.

2. Prospek Menjanjikan

Apakah bisnis apotek cuma laris manis selama pandemi? Tentu saja tidak! Bahkan sebelum wabah corona menggila di seluruh dunia, orang-orang sudah sangat membutuhkan keberadaan apotek. Mau dijalankan di pusat kota, kawasan pinggiran sampai pedesaan, apotek sudah pasti laku dan memang menyediakan kebutuhan hidup masyarakat.

Bahkan apotek kadang lebih dipilih konsumen alih-alih pergi ke puskesmas atau rumah sakit sekalipun. Tidak perlu antre dan langsung dapat obat adalah segelintir alasan kenapa orang sakit lebih memilih beli obat-obat generik di apotek, daripada harus konsultasi ke dokter. Hal ini yang membuat omzet dan profit dari sebuah apotek bisa berkali-kali lipat daripada modal awal.

3. Tak Butuh Ruang Besar

Dalam setiap ulasan cara bisnis apotek, tidak pernah disebutkan kalau Anda harus mempersiapkan satu ruko sendiri untuk menjalankannya. Hanya bermodalkan etalase satu buah saja, apotek bisa beroperasi. Bahkan jika memang modal terbatas untuk sewa tempat, Anda bisa mulai jualan obat kecil-kecilan di teras rumah.

Ingin menjangkau konsumen lebih luas? Lakukan penjualan secara online, sehingga Anda sama sekali tidak butuh sewa tempat, pasang banner atau menyebarkan brosur supaya calon konsumen tahu apotek yang Anda miliki.

Baca juga: Bisnis Laundry Koin Dengan Prospek Omset Ratusan Juta, Begini Caranya !

9 Tata Cara Bisnis Apotek yang Bisa Anda Mulai

Lantaran keuntungan bisnis apotek bisa dibilang sangat menjanjikan terutama dalam masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, Anda bisa mulai mempelajari cara bisnis apotek yang ternyata tak terlalu sulit. Seperti apa? Simak ulasannya berikut ini!

1. Tentukan Lokasi

© Frebers

Meskipun sebelumnya disinggung bahwa bisnis apotek bisa dimulai dengan modal terjangkau dan bahkan dilakukan secara online, Anda yang sudah cukup serius menjalankan apotek dalam skala besar, wajib pilih lokasi. Kendati memang lokasi pinggiran kota tetap membuat apotek berjalan lancar, tetap saja penentuan lokasi tengah kota menawarkan omzet melimpah.

Hanya saja semakin strategis lokasi apotek Anda, bisa saja harga jual atau harga sewanya juga melambung. Jangan terburu-buru menentukan lokasi, tapi pertimbangkan juga dengan harga properti di sekitarnya, termasuk keberadaan fasilitas kesehatan terdekat hingga area parkir yang pastinya bikin calon konsumen nyaman berbelanja obat atauvitamin.

2. Urus Perizinan

Inilah tahapan terpenting dalam tata cara bisnis apotek yakni perihal perizinan. Lantaran hanya apoteker yang berhak menjalankan bisnis apotek, Anda sebagai pemilik bisnis memang ada baiknya merupakan lulusan sekolah farmasi atau merekrut seorang apoteker yang bisa bertanggung jawab.

Beberapa surat yang dibutuhkan adalah Surat Permohonan Izin Usaha Apotek, Surat Perjanjian Akta Notaris antara apoteker dan PSA (Pemilik Sarana Apoteker), surat penugasan, sumpah dan ijazah apoteker hingga SITU (Surat Izin Tempat Usaha). Berbagai dokumen perizinan itu sangat penting untuk memperoleh SIMA (Surat Izin Mendirikan Apotek).

Dalam keperluan pengurusan SIMA, biasanya pemilik apotek wajib menyertakan juga fotokopi akta notaris, fotokopi KTP apoteker dan asistennya, termasuk ijazah farmasi serta SIK (Surat Izin Kerja) apoteker. Dibutuhkan pula NPWP dan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), serta HO (Hindae Ordonantie) yang dapat diurus di Biro Perekonomian Daerah.

Ada baiknya si apoteker ikut terlibat dalam pengurusan SIMA di Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten. Pihak Dinkes dan BPOM akan saling bekerjasama untuk memproses pengajuan termasuk survey lokasi. Jika permohonan disetujui BPOM dan Dinkes, Anda bisa membayar SIMA sebesar Rp250 ribu. Proses pengajuan SIMA ini biasanya maksimal 14 hari kerja.

3. Pengadaan Obat

© Shutterstock

Lokasi dan SIMA sudah beres, maka langkah berikutnya dalam tata cara bisnis apotek adalah melakukan pengadaan obat. Apotek Anda wajib menyediakan obat-obat dan vitamin yang sering dikonsumsi masyarakat seperti obat batuk, pilek, kepala pusing, sakit perut, masalah lambung, demam dan lain-lain. Modal pengadaan obat ini di kisaran belasan sampai puluhan juta Rupiah.

Supaya modal digunakan secara efisien dan efektif, Anda harus tahu masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat sehingga bisa menyesuaikan obat. Agar memperoleh harga beli obat dan vitamin yang terbaik, pilih agen, distributor atau supplier yang bertanggung jawab. Perhatikan pula perihal masa kadaluarsa dan keaslian obat karena berdampak langsung ke apotek.

Di sinilah pentingnya Anda sebagai pemilik bisnis apotek untuk mempelajari hal-hal mendasar soal perdagangan obat dan vitamin. Perhatikan betul anjuran Dinkes atau BPOM terkait peredaran obat, termasuk melakukan pemantauan terhadap ketersediaan produk, supaya apotek yang Anda miliki mempunyai pilihan obat beragam dan tidak mengecewakan konsumen.

4. Inventaris Apotek

Selain keberadaan obat, sebuah apotek jelas butuh yang namanya alat-alat inventaris. Mulai dari etalase, tempat duduk pembeli, lemari-lemari penyimpanan obat hingga adanya AC atau mesin filtrasi udara lantaran apotek setiap harinya dikunjungi banyak orang entah sehat atau sakit.

Jika modal Anda cukup terbatas untuk barang-barang yang dibutuhkan sebagai sarana apotek, Anda bisa membeli satu-persatu mulai dari etalase, lemari penyimpanan obat hingga akhirnya komputer untuk keperluan checking ketersediaan produk.

Baca juga: Ingin Mendapatkan Uang Dari Bermain Game? Berikut Cara Mudahnya

5. Kerjasama dengan Perusahaan Asuransi

© VectorStock/Pixelalex

Supaya apotek yang Anda jalankan makin jadi pilihan masyarakat, ada baiknya menjalin kerjasama dengan perusahaan asuransi. Terutama jika Anda sudah terikat kontrak dengan BPJS Kesehatan, membuat seluruh lapisan masyarakat akan bisa membeli obat atau vitamin di apotek Anda. Tak hanya BPJS Kesehatan, usahakan juga bekerjasama dengan perusahaan asuransi swasta.

Tentu supaya kerjasama dengan pihak asuransi ini bisa diterima, Anda harus mampu memberikan jaminan kualitas pada produk dan pelayanan apotek.

6. Kerjasama dengan Dokter

Selain bekerjasama dengan pihak asuransi, cara bisnis apotek yang menguntungkan juga bisa dilakukan lewat kerjasama dengan klinik atau dokter keluarga. Hubungan ini sudah pasti akan membuat omzet apotek jadi meningkat, karena konsumem bisa langsung berkonsultasi dengan dokter yang tengah praktek daripada antre di rumah sakit atau puskesmas.

Tak hanya dokter umum saja, Anda bisa bekerjasama dengan dokter spesialis seperti dokter gigi, seiring dengan perkembangan apotek yang menjanjikan. Namun supaya hubungan ini berjalan sama-sama saling menguntungkan, Anda sebagai pemilik apotek juga wajib menyediakan sarana khusus untuk menunjang praktek dokter.

7. Rekrut SDM Berkualitas

© GraphicSurf/Denis

Bukan lulusan farmasi tapi ingin menjalankan bisnis apotek? Kuncinya adalah dengan merekrut apoteker yang berkualitas. Jika perlu, sodorkan kontrak yang sama-sama menguntungkan baik bagi si apoteker dan Anda sebagai pebisnis, sehingga apotek bisa berjalan maksimal. Apoteker yang dipilih pun pastikan bertanggung jawab dan menguasai betul perihal obat-obatan.

Tak hanya apoteker yang memiliki kendali penuh dalam operasional, Anda juga wajib menyediakan sejumlah pegawai umum untuk keperluan administrasi, finansial, sampai melayani konsumen. Keberadaan karyawan dengan SDM (Sumber Daya Manusia) berkualitas jelas akan membuat konsumen puas dan merekomendasikan ke pihak lain.

8. Siapkan Strategi Pemasaran

Kendati memang saat ini bisnis apotek sangat luar biasa menjanjikan, tetap saja membutuhkan strategi pemasaran yang tepat. Terlebih lagi jika apotek yang Anda kelola berada di lokasi tengah kota dengan persaingan ketat, Anda tentu harus punya rencana bisnis yang tepat. Hal awal yang bisa dilakukan adalah dengan memeriksa kompetitor.

Maksud dari memeriksa ini adalah mengetahui seperti apa kondisi apotek pesaing, termasuk penetapan harga jual untuk obat dan apotek. Jangan pasang harga terlalu mahal, seperti ingin cari untung di masa pandemi Covid-19, karena itu justru akan membuat image apotek yang Anda jalankan jadi buruk di mata masyarakat.

Alih-alih ambil untung besar berkat aksi penimbunan obat, ada baiknya Anda pasang strategi jual dengan harga rendah meski laba kecil, tapi laris manis. Hal lain yang bisa Anda lakukan juga soal pemasaran ini adalah melakukan penjualan online. Bikin akun apotek yang Anda kelola di platform e-commerce, sehingga pasar Anda bakal makin luas hingga luar kota.

Jika perlu, sediakan nomor khusus untuk pemesanan obat atau vitamin lewat aplikasi pesan online WhatsApp, dengan begitu konsumen yang tidak bisa beli langsung ke apotek, tinggal pesan antar saja. Anda juga bisa mempertimbangkan bergabung ke layanan telemedicine, yang biasanya menyediakan pembelian obat dan vitamin di apotek rekanan.

Baca juga: 6 Cara Termudah Mencari Uang dari Internet Hanya Dengan Modal HP

9. Berikan Pelayanan Terbaik

© envatoelements/BoykoPictures

Nah, inilah hal terakhir sekaligus yang paling penting dalam setiap tata cara bisnis apotek. Selengkap apapun obat dan vitamin yang Anda sediakan, jika pelayanan buruk seperti tidak ramah sampai membiarkan konsumen antre lama, akan membuat bisnis apotek Anda ditinggalkan. Di sinilah pentingnya merekrut SDM berkualitas, supaya mampu memberikan pelayanan maksimal.

Anjurkan agar seluruh karyawan punya pengetahuan obat-obatan mendasar serta apoteker yang mumpuni, supaya konsumen bisa dengan leluasa berkonsultasi soal obat yang cocok mereka konsumsi. Namun jangan sampai konsultasi ini melebihi anjuran dari dokter, karena bagaimanapun hanya dokter yang berhak memberikan resep.

Kesimpulan

Bagaimana? Sebetulnya tidak sulit kan mempelajari cara bisnis apotek? Asalkan Anda mengikuti langkah-langkah di atas, seluruh keuntungan dari bisnis apotek jelas bakal dirasakan. Apotek yang Anda kelola pun makin terkenal dan jadi pilihan utama setiap masyarakat yang butuh obat dan vitamin, supaya tetap sehat di masa pandemi Covid-19.

Tinggalkan komentar