Cara Atur Penghasilan dan Pengeluaran Tahunan yang Sering Terlupakan

Diperbarui pada Mei 13th, 2021 at 11:16 pm

Selain gaji bulanan, biasanya karyawan juga mendapatkan bonus tahunan. Meskipun setiap perusahaan memiliki jadwal ataupun kebijakan yang berbeda. Selain pengahasilan tahunan, ada juga yang namanya pengeluaran tahunan. Pengeluaran ini justru sering terlupakan dan membuat pengeluaran sewaktu-waktu terasa membengkak.

Wajar rasanya, jika ketika mendapatkan bonus atau pemasukan tahunan kita ingin memberikan reward kepada diri sendiri atas kerja keras kita sendiri. Asalkan kewajiban sudah terbayarkan hal itu sah-sah saja. Tapi masalahnya, karena kita kurang sadar akan adanya jenis pengeluaran tahunan ini jadi persiapannya pun kurang matang dan bahkan perlu melakukan pinjaman untuk membayarnya.

Padahal kalau kita ingat-ingat, penghasilan tahunan kita sebenarnya bisa membantu meringankan pengeluaran tersebut. Sehingga Anda tidak perlu pusing saat harus membayarnya suatu waktu. Untuk itu ada beberapa hal yang bisa kita lakukan?

Identifikasi Semua Penghasilan Bulanan dan Tahunan Anda

Identifikasi Semua Penghasilan Bulanan Dan Tahunan Anda

Sebelum melakukan pembayaran ini dan itu, pertama-tama yang harus di lakukan adalah mengidentifikasi semua sumber penghasilan.

Yuk baca ulasan, 22 Peluang Usaha Menjanjikan yang bisa kamu coba

Baik yang bulanan maupun yang tahunan. Hal ini supaya kita bisa menyesuaikan sumber penghasilan mana yang bisa di gunakan untuk membayar kebutuhan atas pengeluaran tahunan kita nanti.

Berikut adalah beberapa sumber penghasilan yang mungkin kita miliki!

Penghasilan Bulanan

1. Gaji

Bagi Anda yang berprofesi sebagai karyawan umumnya pasti memiliki gaji bulanan. Gaji setiap orang bisa bervariasi tapi biasanya digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya per-bulan. Seperti kebutuhan makan, tempat tinggal, listrik air dll.

2. Keuntungan dari Bisnis

Jika Anda memiliki bisnis offline maupun online yang sudah berjalan, keuntungan dari bisnis bisa juga menjadi sumber income bulanan. Sebab biasanya bisnis punya siklus tutup buku di akhir bulan. Namun jika Anda pemilik bisnis, keuntungan ini bisa di simpan dan di jadikan sebagai income tahunan.

3. Jasa Les Privat

Sumber income lainnya bisa juga berasal dari jasa les privat, jika Anda memiliki skill mengajar bahasa, pelajaran sekolah atau mata pelajaran lain yang di butuhkan.

Apalagi sejak pandemik melanda Indonesia, banyak para orangtua yang membutuhkan les tambahan karena anak-anak tidak bisa mendapatkan fasilitas sekolah secara ideal. Nah, apakah income dari jasa les privat termasuk dalam list pendapatan bulanan Anda?

4. Jasa Freelancer

Biasanya bagi mereka yang memiliki kemampuan di bidang IT, desain atau menulis juga meluangkan waktu untuk menambah keran pendapatan bulanan dengan menawarkan jasa sebagai freelancer.

Meskipun freelancer (pekerja lepas) tapi incomenya bisa lumayan loh! Jangan samakan freelancer sebelum berkembangnya teknologi dan saat ini. Bahkan banyak juga jadi jasa freelancer bisa menghasilkan income lebih dari gaji bulanan.

5. Keuntungan dari Investasi

Sudah punya aset investasi? Saat ini, ada berbagai macam instrumen investasi yang bisa menghasilkan income bulanan. Dimulai dari yang paling sederhana, misalnya Anda memiliki deposito senilai Rp 2 miliyar. Dari deposito tersebut Anda bisa mendapatkan income bulanan tambahan misalnya.

Adakah sumber penghasilan bulanan lain yang Anda miliki selain yang sudah di sebutkan di atas?

Penghasilan Tahunan

Sedangkan untuk penghasilan tahunan yang biasanya di dapatkan 1x selama 1 tahun bisa juga berasal dari beberapa sumber, seperti :

1. Bonus Tahunan

Untuk bonus tahunan sebenarnya sangat bergantung pada kebijakan perusahaan. Tapi umumnya bonus tahunan di berikan oleh perusahaan setelah tutup buku. Bisa antara bulan Januari ataupun Maret-April setiap tahunnya.

Kriteria dan jumlah bonus tahunan juga bergantung pada kebijakan perusahaan. Ada yang memberikannya berdasarkan project yang telah dikerjakan dalam satu tahun, ada yang berdasarkan prestasi kerjanya, ada juga yang di berikan secara cuma-cuma. Bonus tahunan ini nominalnya biasanya lebih besar gaji bulanan karyawan.

Baca yuk, 46 Usaha Rumahan Modal Kecil

2. THR (Tunjangan Hari Raya)

Penghasilan tahunan lainnya yang umum di terima para karyawan adalah THR (Tunjangan Hari Raya). Biasanya ini di berikan saat menjelang hari Raya Idul Fitri. Jadi tidak tentu, tergantung kapan Hari Raya setiap tahunnya.

Besarannya bisa bervariasi, ada yang 100% gaji bulanannya bahkan lebih. Namun sejak pandemik, banyak juga perusahaan yang belum bisa memberikan THR untuk para karyawan. Bagaimana dengan Anda? Jika tahun ini Anda masih mendapatkan THR, maka bisa di masukan dalam daftar pendapatan tahunan.

Siapkan Pos-pos Pengeluaran Tahunan

Siapkan Pos-Pos Pengeluaran Tahunan

Jika ada pendapatan tahunan, ada juga yang namanya pengeluaran tahunan. Inilah yang sejak awal kita bicarakan dan cukup penting persiapannya. Kalau sampai lupa dan tidak siap, bisa-bisa Anda terkena denda.

Pos-pos pengeluaran tahunan di bawah ini mungkin tidak mewakili semuanya karena pengeluaran tahunan setiap orang bisa berbeda-beda. Tapi daftar ini bisa di jadikan referensi. Nah, apa sajakah pos-pos pengeluaran tahunan?

Panduan, Cara Menabung untuk Membeli Rumah Bagi Karyawan yang Baru Bekerja

1. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) merupakan termasuk dalam pengeluaran tahunan yang harus di siapkan jika Anda memiliki properti bangunan seperti rumah. Walaupun pembayarannya 3 tahun sekali, tapi Anda harus memasukannya dalam list pengeluaran tahunan ketika masuk pada tahun sesuai jadwal pembayaran PBB.

PBB yang di masukan dalam perhitungan ini adalah khusus untuk penggunaan pribadi. Sehingga jika Anda memiliki properti lain yang di gunakan untuk usaha, maka perhitungannya masuk dalam keuangan bisnis Anda. Jika rumah digunakan sekaligus untuk tempat usaha, maka perhitungan pembayaran PBBnya bisa 50:50. Bagaimana dengan Anda?

Besaran PBB tiap bangunan bisa berbeda-beda. Begini cara menghitungnya : 0.5% x NJKP (Nilai Jual Kena Pajak)

Nah untuk mengetahui nilai NJKP sendiri bisa dengan cara berikut : 20% x NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)

2. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Jika Anda merupakan pemilik kendaraan bermotor berarti Anda termasuk wajib pajak. Artinya Anda harus menyiapkan besaran pajak kendaraan bermotor yang Anda miliki setiap tahunnya.

Ada berapa kendaraan bermotor yang Anda miliki saat ini? Semakin banyak kepemilikan kendaraan tentunya akan membuat pajak kendaraan yang di bayarkan setiap tahunnya menjadi semakin besar.

Besaran pajak kendaraan bermotor bisa di lihat dari STNK (sebagai patokan saja). Disana terdapat kolom PKB, SWDKLLJ dan jumlah yang harus di bayar, walaupun kemungkinan jumlahnya bisa berbeda setiap tahun. Lalu, waktunya juga tergantung jatuh tempo masing-masing kendaraan. Jika Anda telat membayar pajak, maka akan di kenai denda hingga 25%.

3. Pajak Penghasilan

Pos pengeluaran tahunan yang lain adalah pajak penghasilan atau PPh 21 untuk Anda yang memiliki gaji minimum Rp 4,5 juta/ bulan. Besaran pajak penghasilan tiap orang bisa jadi berbeda, tergantung penghasilan tahunanannya. Semakin tinggi penghasilan Anda maka PPh 21 nya pun akan semakin besar.

Ada 2 jenis wajib pajak PPh 21, yakni wajib pajak dengan NPWP dan tanpa NPWP. Besaran pajak bagi wajib pajak yang tidak memiliki akan lebih besar 20% di banding dengan wajib pajak dengan NPWP. Nah berikut adalah daftar PPh 21 yang memiliki NPWP :

  • Penghasilan tahunan sampai dengan Rp 50 juta/ tahun : 5 %
  • Rp 50 juta – Rp 250 juta/ tahun : 15 %
  • Rp 250 juta – Rp 500 juta/ tahun : 25 %
  • Di atas Rp 500 juta/ tahun : 30 %

4. Zakat

Zakat termasuk dalam pengeluaran tahunan umat muslim. Zakatpun terbagi menjadi 2, yakni zakat mal dan juga zakat fitrah. Bagi umat muslim, membayar zakat fitrah adalah wajib hukumnya. Sementara untuk zakat mal, hanya wajib untuk umat muslim yang memenuhi syarat kekayaan tertentu.

Yuk simak artikel lainya, 22 Ide Bisnis Online Paling Menjanjikan

Zakat fitrah di bayarkan setiap menjelang idul fitri. Semakin banyak anggota keluarga yang Anda tanggung maka jumlah zakat fitrah yang harus di keluarkan juga bertambah besar. Oleh karena itu perlu di persiapkan sebagai salah satu pos pengeluaran tahunan.

Cocokan Waktu dan Jumlah Pengeluaran Tahunan Dengan Penghasilan

Cocokan Waktu Dan Jumlah Pengeluaran Tahunan Dengan Penghasilan

Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami kalau pengeluaran tahunan tidak selalu sama secara waktu dan jumlah. Jika jika tidak memperhitungkan waktu dan jumlahnya dengan penghasilan tahunan yang kita dapatkan, bisa-bisa kita tidak bisa membayarnya dan terkena denda.

Misalnya, ternyata kita harus membayar PBB pada bulan januari, sedangkan bonus tahunan kita cair di bulan Maret/ April. Hal seperti ini pun bisa terjadi saat kita harus membayar PKB di bulan September, tapi ternyata bonus tahunan kita sudah habis untuk liburan di bulan Mei.

Atau bisa jadi pemasukan tahunan kita tidak cukup untuk membayar kebutuhan tahunan. Sehingga kita bisa mengkalkulasikan berapa besar uang yang harus di sisihkan dari income bulanan sekian persen. Jika tidak di perhitungkan dengan baik, hal ini akan menjadi pengeluaran tidak terduga dan menyulitkan Anda saat harus membayarnya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melihat timeline pembayaran pengeluaran tahunan dengan pemasukan kita terlebih dahulu. Anda bisa mulai mencari tahu daftar pengeluaran tahunan Anda di tahun depan dan mencatat deadline tanggal dan bulan pembayarannya. Setelah itu barulah melihat dari sisi penghasilan tahunan.

Lihat artikel menarik lainnya, Pos Keuangan Untuk Biaya Sekolah Anak yang Perlu Disiapkan Orangtua

Misalnya, semua pengeluaran tahunan Anda sudah bisa tercover dengan jumlah bonus tahunan Anda. Namun bonus tersebut cair di bulan Maret-April sedangkan terdapat pajak/ kebutuhan tahunan yang harus di bayarkan di bulan Januari.

Jika kasusnya seperti ini, Anda bisa menyiapkan pembayaran dengan menyisihkan uang bulanan ataupun meminjam dari dana darurat terlebih dahulu. Nanti, pinjaman kepada dana darurat tersebut bisa Anda ganti jika bonus tahunan sudah cair.

Taruh Budget Pengeluaran Tahunan di Rekening yang Berbeda

Taruh Budget Pengeluaran Tahunan Di Rekening Yang Berbeda

Jika Anda sudah menghitung budget pengeluaran tahunan dan menyiapkan dananya, ada baiknya jika Anda menaruh dana tersebut di rekening yang berbeda dengan kebutuhan bulanan.

Hal ini adalah upaya untuk meminimalisir penggunaan budget tahunan secara tidak sengaja. Anda bisa menaruhnya di dalam deposito berjangka bulanan/ 1 tahun mengingat dana ini akan di gunakan di tahun depannya atau bahkan beberapa bulan yang akan datang.

Bagaimana dengan rencana liburan? Untuk ini Anda bisa membuat rencana liburan setelah memisahkan budget pengeluaran tahunan Anda. Karena jika melihat prioritas, kebutuhan tahunan seperti membayar pajak sifatnya lebih penting di banding mengedepankan liburan terlebih dahulu. Liburan tidak akan terkena denda jika kita tunda.

Baca juga artikel lainya, 7 Tips Atur Keuangan Meskipun Lebaran Tanpa THR

Penutup

Nah itulah beberapa tips untuk mengelola penghasilan dan pengeluaran tahunan. Semoga setlah membaca artikel ini Anda semakin bisa meminimalisir kesulitan dalam membayar kebutuhan yang sifatnya tahunan. Sehingga Anda bisa bernafas lega, kapanpun tagihan tahunan tersebut datang.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar