Mau Beli Rumah di 2022? Ini Tips Anti Tertipu Bagi Pemula

Bisa beli rumah di 2022 tentu adalah impian setiap orang. Keinginan itu tentu bukanlah sekadar mimpi lagi karena kita saat ini sedang melangkah bersama menuju pergantian tahun. Setelah dua tahun lamanya diterjang pandemi Covid-19, harapan agar perekonomian di tahun 2022 jadi lebih baik tentu banyak diharapkan oleh siapapun. Dan ketika perekonomian jadi lebih baik, memiliki hunian pribadi alias rumah tentu jadi salah satu hal yang harus diwujudkan.

Apalagi semenjak wabah corona melanda seluruh dunia, industri perumahan memang termasuk salah satu yang mengalami hantaman cukup besar. Tak heran kalau banyak developer dan kontraktor perumahan yang menawarkan diskon gila-gilaan, supaya minat masyarakat dalam membeli rumah semakin bergairah. Kondisi seperti ini jelas wajib dimanfaatkan bagi siapapun yang hendak beli rumah di 2022 mendatang.

Bicara soal beli rumah di 2022, faktanya bukan hanya impian mereka yang hendak berumah tangga atau yang sudah punya keluarga saat ini. Kalangan muda seperti milenial-milenial junior atau bahkan gen Z yang masih melajang juga banyak yang terpikat untuk membeli hunian pribadi. Hanya saja para calon pembeli rumah pemula ini kerap kali menjadi korban penipuan pihak developer rumah abal-abal, karena memang minimnya informasi mereka di bidang tersebut.

Ada banyak sekali konsumen yang sudah menggelontorkan dana dan menyetor kepada pihak developer, tapi rumah yang diidam-idamkan belum juga dibangun. Lebih parahnya lagi, pihak developer itu langsung kabur begitu saja dan tak bertanggung jawab. Anda tentu tak ingin mengalami kondisi seperti itu, bukan? Untuk itulah ada baiknya mempelajari dan memahami beberapa tips beli rumah di 2022 mendatang supaya tidak tertipu berikut ini.

Kenapa Anak Muda Harus Beli Rumah?

Sebelum membahas seperti apa saja sih tips beli rumah di 2022, Anda mungkin penasaran kenapa anak-anak muda yang notabene masih hidup melajang seperti milenial atau gen Z wajib beli rumah? Bukankah mereka belum punya tanggung jawab keluarga dan masih tinggal nyaman dengan orangtua? Apakah sepenting itu bagi mereka yang sudah punya penghasilan untuk punya rumah?

Jawabannya adalah iya.

Saat ini membeli rumah tidaklah harus menanti sudah menikah atau memiliki keturunan. Kalangan lajang atau mungkin Anda yang memilih tidak berpasangan pun berhak untuk mulai beli rumah di 2022. Jika penasaran, berikut ini sejumlah alasan kenapa anak-anak muda wajib mulai mempertimbangkan diri membeli rumah pribadi:

1. Hidup Mandiri

Kalian tidak perlu pusing bayar kontrakan tiap bulan. Meskipun masih nyicil, hati menjadi lebih tenang karena tidak perlu khawatir akan digusur dari rumah tersebut. Mungkin jika tabunganmu belum cukup untuk membeli rumah secara tunai, KPR (Kredit Perumahan Rakyat) bisa menjadi solusinya. Dengan DP dan cicilan ringan, kita bisa memiliki rumah sendiri. Dengan terbiasa hidup mandiri sejak usia muda, Anda tentu tak akan memperoleh banyak masalah jika harus hidup jauh dari orangtua. Pendewasaan diri bakal lebih cepat diperoleh, bukan?

2. Cicilan Lebih Bikin Tenang

Nominal cicilan yang diberikan oleh bank lebih kecil dan jangka waktu mencicil lebih panjang. Mengingat bunga kredit biasanya akan naik tiap tahun, kita akan lebih diuntungkan jika membeli rumah di usia muda. Selain itu, jangka waktu mencicil juga akan lebih panjang karena usia produktif kita juga masih panjang. Bandingkan dengan membeli rumah saat Anda berumur 23 tahun dengan ketika Anda sudah 45 tahun, tentu bakal lebih tidak terbebani jika memulainya di usia muda.

3. Kualitas Diri Meningkat

Tak perlu malu mengakuinya, karena lajang yang sudah mampu memiliki rumah sendiri sudah pasti akan mempunyai kualitas diri lebih meningkat dan berimbas ke rasa percaya diri. Anda yang nanti tengah mencari pasangan, tentu bakal jauh lebih dipertimbangkan oleh calon pasangan karena telah punya rumah pribadi. Karena bagaimanapun juga, hidup berumah tangga dengan pasangan tercinta di rumah yang dibeli sendiri jauh lebih bikin nyaman.

3. Sarana Investasi

Tentu tak perlu dijelaskan lebih lanjut lagi, bahwa rumah merupakan salah satu investasi yang memang sangat menjanjikan. Sebagai investasi properti, rumah bahkan sering dianjurkan dari generasi ke generasi untuk dimilii oleh mereka dengan kemampuan finansial yang berkecukupan. Fakta bahwa harga rumah selalu meningkat dari tahun ke tahun membuat Anda tak akan pernah rugi jika membeli rumah. Apalagi jika dibeli di usia muda, maka peluang peningkatan harga asal kondisi rumah tetap awet bakal cukup tinggi.

Bagaimana? Ternyata ada beberapa alasan yang membuat anak-anak muda hingga kalangan lajang sangat tepat membeli rumah, bukan? Karena itulah ini menjadi sebuah keyakinan bagi Anda yang mungkin masih milenial atau gen Z dan sudah punya penghasilan tapi masih belum berminat berumah tangga, ada baiknya mulai menyisihkan penghasilan demi memiliki properti idaman, sebagai sarana investasi.

Tips Beli Rumah di 2022 Bagi Anak Muda

Bagi pemula, segala sesuatunya adalah hal baru, jadi butuh kehati-hatian ekstra sebelum bertindak agar tidak kena tipu. Salah satu contohnya saat membeli rumah yang harga satu unitnya saja mencapai ratusan juta. Bisa dibayangkan seperti apa sedihnya bila Anda menjadi salah satu korban penipuan.

Untuk menghindari maraknya kasus penipuan, perlu dilakukan upaya pencegahan sejak awal sebelum melakukan aksi. Berikut beberapa tips membeli rumah bagi pemula yang aman, tanpa takut ditipu.

1. Lokasi Strategis

Selain harga, faktor terpenting yang harus diperhatikan adalah lokasi rumah itu sendiri. Lokasi tidak hanya berpengaruh pada harga, tapi juga kemudahan yang sejatinya akan sangat berkaitan dengan mobilitas sehari-hari. Misalnya, rumah yang letaknya dekat dengan kantor akan memudahkan Anda bekerja, bahkan berjalan kaki pun bisa sampai.

Di sisi lain, lokasi juga akan mempengaruhi biaya transportasi selama beraktivitas dalam sebulan. Bila lokasinya strategis, dalam arti dekat dengan kantor, pusat belanja, dan kesehatan, maka Anda tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi apa pun. Uangnya bisa disimpan atau digunakan untuk pos-pos kebutuhan lainnya.

2. Sesuaikan Anggaran

Kemudian, perhitungkan total biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan rumah idaman. Biaya di sini bukan hanya untuk membeli rumah saja, tapi juga biaya untuk membayar DP dan mengurus surat-suratnya sampai kepemilikannya sah atas nama Anda. Meski biayanya kecil, tapi bila tidak dipersiapkan sejak awal pasti akan mempengaruhi kelancaran pembayaran.

Buatlah perhitungan secara jelas, disertai dengan kegunaannya. Dengan demikian, Anda tahu total uang yang harus disiapkan sejak awal, menabungnya pun jadi lebih enak karena perkiraan dananya sudah diketahui sejak awal.

3. Developer Berkualitas

Sekalipun seorang developer sudah sering menangani penjualan rumah atau properti lainnya, tidak ada salahnya untuk mencari informasi lanjut mengenai developer yang bersangkutan. Siapa tahu dalam beberapa tahun silam pernah terjadi masalah penjualan, jadi Anda bisa menjadikan ini pertimbangan untuk lanjut atau batal.

Cari tahu juga tentang tingkat kepuasan pembeli terhadap jasa yang ditawarkan oleh developer. Tingkat kepuasan yang rendah menandakan kalau kinerja developer tersebut kurang maksimal. Alangkah baiknya cari developer lain yang lebih berkompeten di bidangnya.

4. Surat Rumah Lengkap

Teliti bukan hanya saat bekerja, tapi juga saat membeli rumah. Tidak menutup kemungkinan bila pembangunan rumah dilakukan di lahan yang ilegal atau bersengketa, jadi kepemilikannya tidak sah sekalipun rumah sudah dibeli. Legalitasnya bisa dicek dari sertifikat dan kelengkapan surat-menyurat yang berkaitan dengan rumah.

Gunakanlah jasa notaris untuk membantu membuktikan legalitas rumah. Bukan hanya rumah Anda saja, tapi juga rumah lain di sekitar yang dikelola oleh developer yang sama. Jadi, Anda dan calon pembeli lainnya tidak menjadi korban atas ulah dari developer.

5. Lakukan Perbandingan Harga

Berhasil menemukan rumah yang pas di hati? Jangan senang dulu karena Anda masih harus membandingkan rumah ini dengan rumah lain, yang sejatinya dikembangkan oleh developer berbeda. Mulai dari luas bangunan, konsep, fasilitas, kualitas, promo, hingga harga yang ditetapkan developer untuk rumah itu sendiri.

Jangan sampai terkecoh dengan harga rumah murah, tapi kualitas bahan-bahan yang digunakan untuk membangun rendah. Sama saja bohong karena Anda harus menyiapkan biaya jaga-jaga siapa tahu rumah mulai rusak dalam 2-3 tahun mendatang. Memang bukan genteng atau lantai, tapi bisa jadi cat dindingnya mulai mengelupas.

6. Hindari Makelar

Mengingat pembayaran adalah momen krusial sekaligus berisiko, sebaiknya lakukan secara perorangan. Tidak perlu melibatkan pihak ketiga untuk menuntaskan pembayaran, karena letak risikonya justru ada di sini. Coba bayangkan kalau pihak ketiga tidak menyampaikan uangnya kepada developer, maka siapa yang akan dicari-cari kalau bukan Anda?

Sedekat apapun Anda dengan pihak ketiga itu, tidak dianjurkan untuk menggunakan perantaranya. Lain halnya kalau kegunaan pihak ketiganya sebagai saksi, maka sah-sah saja. Jika suatu saat ada masaah terkait rumah, Anda bisa menggunakan bantuan pihak ketiga untuk membuktikan kebenarannya.

7. Rajin Baca Media

Membaca tentu ada kaitannya dengan membeli rumah. Semakin banyak membaca, maka semakin tambah pula wawasan Anda mengenai cara membeli rumah yang aman dari tangan-tangan developer ulung di luar sana. Apalagi ini untuk pertama kalinya, jadi sangat rentan diterpa kasus penipuan.

Ada banyak bahan bacaan yang bisa dijadikan referensi. Agar lebih praktis dan efisien, cari sumber bacaan dari internet saja. Sebab ada banyak artikel yang membahas mengenai tips maupun kiat sukses untuk membeli rumah, jadi momennya pas untuk waktu yang sekarang.

Kesimpulan

Bagaimana? Bukan hal yang mustahil bukan bagi anak-anak muda atau bahkan siapapun Anda untuk membeli rumah? Terlepas dari usia dan status, para calon pembeli rumah pemula memang wajib untuk lebih bijaksana dalam memilih developer sebelum akhirnya memutuskan untuk membayar sejumlah uang demi rumah impian. Fakta bahwa rumah adalah salah satu investasi properti menjanjikan, membuat siapapun harus teliti dalam melakukan pembelian.

Nah, jika Anda sudah cukup bijaksana dan memiliki pertimbangan matang-matang dalam membeli sebuah hunian, maka keinginan untuk punya hunian pribadi di tahun mendatang tentu bukanlah sekadar angan lagi. Jadi, bagaimana? Sudah menentukan pilihan untuk beli rumah di 2022 nanti? Ingat sejumlah tips di atas dan semoga sukses dengan calon rumah impian!

Tinggalkan komentar