Bank BRI Sebut Restrukturisasi Kredit Covid Terus Menurun dan UMKM Makin Tangguh di 2023

JAKARTA — Dampak pandemi covid terus menghilang. Bahkan di sektor ekonomi UMKM, Bank BRI juga mencatatkan hal yang luar biasa. Terbaru, bank BRI menyampaikan jika ketangguhan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus meningkat. Bahkan, dalam menghadapi krisis, UMKM Mulai lolos dan semakin teruji. Dengan demikian, pasca pandemi Covid-19 ini, kinerja dan kemandirian UMKM terus menggeliat. Bank BRI pun sebut restrukturisasi kredit covid terus menurun dan UMKM makin tangguh di 2023

Pernyataan itu di sebut Bank BRI sesuai dengan data terbaru. Jika di lihat dari data restrukturisasi kredit Covid BRI, maka jumlah makin turun. Tercata di akhir Kuartal I 2023, tinggal Rp.99,8 triliun. Padahal itu dari akumulasi restrukturisasi kredit covid yang sampai sebesar Rp263,4 triliun.

Baca juga : Cara Cek Kode Bank BRI Transfer Beda Bank ke BCA dan Lainnya

Atas data tersebut, Bank BRI melalui Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto menjelaskan penurunan restrukturi ckredit covid 19 karena UMKM sudah berdiri kemabli. UMKM sudah mendapatkan penghasilan yang kemudian mampu membayar setoran kreditnya.

Agus menjelaskan faktor utama penurunan nilai restrukturisasi adalah pembayaran dari debitur. Bahkan, data yang di sampaikan kembali adalah penurunan sampau 61 persen.

Baca juga : Pinjaman Digital Bank BRI CERIA, Akses Mudah Cukup Donwload Bisa Langsung E-Commerce

Dengan demikian, Bank BRI menyebut bahwa penurunan LAR (Loan at Risk) Covid terbentuk karena kondisi nasabah sudah baik dan mampu melakukan pembayaran. Bahkan ada juga yang di lepaskan flag restruk COVID-nya.

Dari data yang ada, Agus juga mengungkapkan jika debitur yang gagal yang kemudian di sebut tidak bisa tidak bisa di selamatkan hanya berjumlah kurang dari 2 persen dari total debitur restrukturisasi yang ada di Bank BRI.

Baca juga : Bank BRI Hari Sabtu Buka atau Tutup Ini Jam Kerjanya

Di katakan dia, default rate Bank BRI dalam hal restrukturi Covid 19 antara yang menjadi NPL maupun kita PH berkisar di angka 11 persen.

Tinggalkan komentar