Bagaimana Cara Membangun Personal Branding yang Kuat

Banyak orang membicarakan tentang personal branding di medsos. Katanya personal branding itu penting supaya orang jadi bisa mengenal kita, percaya dan akhirnya membeli dari kita. Tapi bukannya banyak juga brand-brand besar yang laku di pasaran dengan membuat konten tentang produk tanpa personal branding?

Saat ini, kalau ingin mendapatkan traffic harus membuat konten, kalau ingin menjual juga harus membuat konten.

Jadi apakah personal branding itu penting? Nah sebelum bicara tentang caranya, kita akan coba menjawab pertanyaan ini dulu dengan mengetahui apa sih fungsi dan manfaat dari personal branding itu sendiri untuk bisnis kita.

Fungsi dan Manfaat Personal Branding Untuk Bisnis

Personal branding adalah proses memasarkan diri lewat karir, nilai-nilai, keyakinan, dan tujuan individu sebagai sebuah merek.

Hasilnya bisa di lihat dari kesan-kesan yang orang rasakan dan pikirkan terhadap orang yang sedang melakukan personal branding tersebut. Lalu apa pengaruh personal branding untuk bisnis Anda?

Sebenarnya, pernyataan bahwa brand-brand besar lahir tanpa ada pengaruh dari personal branding itu kurang tepat. Misalnya saja, menurut Anda di antara kedua produk ini mana yang lebih akan di percaya publik?

Produk aplikasi belajar yang di promosikan artis ternama yang punya background pendidikan bagus dan punya citra positif atau yang di promosikan oleh artis yang suka cari sensasi dan terlibat skandal?

Tentunya lebih berefek promosi artis yang pertama ya. Hal ini karena personal brandingnya lebih cocok untuk produk tersebut sehingga bisa lebih meyakinkan. Nah, ini juga berlaku untuk bisnis Anda.

Selain membangun kepercayaan, personal branding juga berpengaruh dalam menjalin kerjasama dan juga meningkatkan opportunity yang ada.

Jika Anda dikenal sebagai sosok yang bisa di percaya maka dengan demikian orang-orang akan terdorong untuk bekerjasama, membeli produk atau bahkan menawarkan kesempatan lainnya yang bisa membuat bisnis Anda semakin besar.

Jadi pada dasarnya citra dari pemilik bisnis akan mempengaruhi publik untuk berekasi pada bisnisnya. oleh karena itu penting bagi Anda yang ingin membangun bisnis untuk memperhatikan personal branding juga. Lalu bagaimana cara membangun personal branding untuk keberhasilan bisnis kedepannya?

Apakah cukup rajin upload konten secara konsisten?

Well, itu memang salah satu syaratnya. Tapi tentu kita tidak bisa asal-asalan jika ingin membangun personal branding yang kuat. Oleh karena itu kita butuh berpikir strategis. Kira-kira apa saja yang perlu kita lakukan?

1. Membangun Personal Branding dengan Mengenali Diri Sendiri

Kenali Diri Sendiri
Sumber gambar : unsplash.com/ Sage Friedman

Sebelum membuat konten ini dan itu atau menjalankan strategi lainnya, hal pertama untuk memulai personal branding adalah mengenali diri kita sendiri. Apa tujuan yang ingin diraih dalam personal branding Anda dengan lebih spesifik.

Sebab personal branding sendiri sebenarnya adalah alat dan yang ingin Anda jual sebenarnya produknya apapun itu. Namun sebagai alat, kita juga wajib memahami siapa diri kita.

Apa yang kita inginkan dalam hidup ini dan mengapa kita menginkan hal tersebut. Jika melihat dari sudut pandang umum, kita pasti ingin menjadi orang yang bahagia dan bermanfaat bagi orang banyak.

Nah sekarang cobalah untuk mendetailkannya. Misalnya saja kita ingin berkarir di bidang fashion & beauty, kedokteran, ekonomi, pendidikan, teknologi dll. Apa yang menarik dan dekat dengan kita selama ini?

Biasanya hal tersebut menjadi awal dari ide-ide bisnis kita bisa muncul. Tentunya setiap orang punya passion yang berbeda-beda dan mungkin bisa saja lebih dari satu atau lintas ilmu. Kita juga bisa memilih dari sudut pandang profesi, misalnya seorang penulis, pembicara, peneliti, programmer, dll.

2. Menemukan New Opportunity Dari Bisnis yang Dijalankan

Apa gunanya membangun personal branding, jika yang Anda jual ya begitu-begitu saja? Alias tidak ada nilai lebih dari produk lainnya.

Mungkin benar, personal branding kita akan terbentuk. Kita akan di kenal sebagai orang yang mempunyai bisnis ini dan itu, tapi jika demikian maka personal branding kita hanya sebatas itu saja. Sulit untuk bisa melejit dan menjadi powerful.

Oleh karena itu Anda harus memahami new opportunity yang bisa di tawarkan dari bisnis Anda. New opportunity adalah sesuatu yang bersifat menjawab masalah tapi sebelumnya di rasa bukan masalah sehingga menjadi sesuatu yang baru bagi masyarakat/ calon pasar. Dalam hal ini, Bill Gates adalah salah satu sosok terbaik yang bisa memunculkan new opportunity ini.

Dulu saat orang-orang merasa tidak masalah untuk mendengarkan musik dari kaset dan VCD Player, Bill Gates menawarkan iPod, dimana masyarakat bisa mendengarkan 1000 musik hanya di dalam saku.

Lalu pada tahun 2007 Bill Gates menciptakan iPhone yang mengusung konsep tanpa tombol-tombol. Padahal waktu itu ada blackberry, nokia, dan brand-brand besar lain yang di anggap sebagai produsen handphone tercanggih.

Tidak berhenti sampai disitu, ia juga membuat iPad (tablet) yang menjembatani fungsi laptop dan juga hp yang lebih mobile friendly dibawa kemana-mana.

Dengan tablet kita bisa melakukan aktivitas seperti halnya di laptop, membaca, dan menonton dan tetap nyaman karena layarnya besar (tidak seperti di hp). Jadi ini adalah kategori baru di antara laptop dan hp yang bisa di sebut new opportunity.

Jadi apa new opportunity di dalam bisnis Anda?

3. Membuat Point Of View di Dalam Cerita

Cara Membangun Personal Branding Membuat Point Of View Di Dalam Cerita
Sumber gambar : unsplash.com/ Etienne Girardet

Untuk membangun personal branding yang kuat, kita membutuhkan point of view atau sudut pandang yang khas dalam bercerita.

Seperti halnya Bill Gates tadi, ia mengangkat cerita bahwa di dunia ini sudah ada smartphone yang mobile friendly dan ada laptop yang bisa membantu pekerjaan-pekerjaan kita. Lalu di tengahnya muncul tablet (iPad) sebagai solusi baru yang menggabungkan fungsi keduanya.

Kita perlu membuat cerita yang menunjukan kenapa sih new opportunity dari bisnis kita perlu dipertimbangkan. Jika kita menjual produk yang dibutuhkan hari ini saja, tentunya sudah banyak oran-orang yang menjualnya selain kita.

Produk kita bisa terjual tapi akan sulit untuk melejit. Tapi yang terlalu futuristik sampai orang-orang tidak bisa relate juga mungkin cukup sulit.

Jadi cobalah mencari sudut pandang yang futuristik tapi bisa di gunakan hari ini juga. Dengan begitu orang-orang akan merasa terhubung dan bisa memahami nilai dari produk yang di tawarkan di masa depan.

Jika sudah menemukan new opportunity dan juga sudut pandang dalam cerita yang akan menjelaskannya maka selanjutnya hal ini perlu di sampaikan. Disinilah personal branding bekerja.

4. Membuat Konten yang Disampaikan Oleh Seseorang

Dalam membangun personal branding, diperlukan konten untuk menyampaikan sudut pandang mengenai new opportunity yang kita tawarkan.

Oleh karena itu pembuatan konten dan personal branding itu tidak asal-asalan. Tapi semua konten yang nanti di sampaikan harus berdasarkan pada point of view yang sudah di buat sebelumnya.

Selain itu, konten yang di buat juga harus menjawab pertanyaan audiens. Jika kita menggunakan sosial media, maka kita perlu tahu apa saja yang calon customer pertanyakan tentang new opportunity yang kita tawarkan.

Terakhir, buatlah konten-konten yang menjawab keyakinan-keyakinan yang salah dari audiens atau calon customer Anda yang berhubungan dengan new opportunity bisnis kita. Inilah prinsip-prinsip yang perlu ada dalam konten personal branding Anda.

Lalu mengapa personal branding itu sendiri diperlukan? Disisi mananya sih?

5. Membuat Pergerakan yang Disampaikan Oleh Seseorang

Cara Membangun Personal Branding Membuat Pergerakan 1 | Folderbisnis.com
Sumber gambar : unsplash.com/ Alexandre Pellaes

Setelah memiliki new opportunity dan sudut pandang, dalam menyampaikannya kita membutuhkan pergerakan. Bentuknya bisa bermacam-macam.

Contohnya saja, new opportunitynya adalah lingkungan sehat dengan pengelolaan sampah yang baik movement (pergerakannya) menggunakan gerakan daur ulang sampah, pembuatan mesin isi uang air mineral dll.

Untuk membuat pergerakan, dibutuhkan personal branding karena untuk menciptakan sebuah pergerakan diperlukan public enemy (musuh bersama) yang di lawan.

Sebenarnya bisa saja kita menggunakan nama perusahaan untuk mengajak orang bergerak. Tapi biasanya, masyarakat jauh lebih suka dan mudah tergerak jika di ajak oleh sosok personal.

Ketika kita membuat sesuatu yang harus di lawan, maka akan ada ada kubu tertentu dan inilah yang membuat konten menjadi viral. Ini sebenarnya strategi marketing yang bisa membuat new opportunity kita bisa di beli oleh customer. Tentang hal ini Anda bisa mengamati dengan mudah di media sosial.

Lalu pakah artinya kita harus menjadi content creator? Jika di lihat dari penjelasan sebelumnya konten merupakan bagian dari personal branding. Masih ada hal lain yang perlu di lakukan dalam membangun personal branding yang powerful.

Karena kita semua tahu kalau banyak sekali content ceator yang ada saat ini. Tapi tidak semuanya bisa menjual barang, adapun yang bisa tapi penjualannya terbatas pada barang-barang tertentu. Dari sini maka ada hal lain dari personal branding yang perlu di perhatikan dari sekedar menjadi content creator.

6. Membangun Personal Branding yang Autentik dan Konsisten

Terakhir, dalam membangun personal brand kita perlu autententik dan konsisten. Misalnya saja dalam hal pembuatan konten, sebaiknya hindari copy paste konten. Jika membutuhkan referensi, maka jangan lupa untuk menantumkan sumber aslinya. Jadilah diri sendiri.

Hal ini akan lebih mudah jika kita benar-benar melakukan tips dari nomor 1 di atas. Sebab kita jadi lebih bisa membedakan mana yang masih sesuai dengan new opportunity yang ingin di tawarkan dan sesuai dengan nilai-nilai yang kita yakini.

Selain itu, konsistensi juga penting. Coba perhatikan bagaimana personal brand yang kuat dan Anda tahu. Mereka pasti membangunnya secara konsisten. Bukan hanya asal membuat konten, tapi juga dari segala sisi kehidupan nyata mereka.

Penutup

Personal branding adalah hal yang sangat penting ketika kita paham bahwa salah satu penentu keputusan kerjasama maupun pembelian bukan hanya produk, tapi juga sisi personal dari pemilik usahanya. Namun yang perlu di garis bawahi di sini adalah, konsep produk yang ingin dijual sudah selesai dulu.

Bukan hanya itu, jika kita ingin membangun personal branding yang kuat, pembuatan produkpun tidak boleh asal atau apa adanya. Tapi seperti yang sudah di bahas, sebisa mungkin kita perlu menemukan new opportunity. Lalu setelah itu membuat cerita menggunakan sudut pandang tertentu dan di sampaikan oleh seseorang lewat konten dan personal branding itu sendiri.

Nah, itulah strategi di balik kuatnya personal branding seseorang. Semoga penjelasan diatas bermanfaat dan bisa menginspirasi Anda untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar