Dampak dan Cara Atasi Tunggakan KTA di Tahun 2022, Wajib Coba!

Kalau ada beberapa hal yang tersisa di tahun 2021, mungkin adalah kenangan dan pelajaran agar menjadi pribadi yang lebih baik di 2022 ini. Namun bagi beberapa orang, 2021 rupanya juga membawa ‘oleh-oleh’ yang wajib diselesaikan sesegera mungkin di tahun yang baru. Apa itu? Perkara tunggakan. Salah satunya adalah KTA (Kredit Tanpa Agunan) yang mau tak mau membuat Anda harus belajar cara atasi tunggakan KTA.

Seperti yang Anda tahu, tahun 2021 memang bagi sebagian orang berlangsung dengan tidak menyenangkan. Perekonomian yang masih remuk redam akibat dihajar pandemi Covid-19 membuat banyak orang melakukan penyesuaian. Mereka yang kekurangan penghasilan mau tak mau memilh KTA sebagai solusi tercepat supaya kehidupan tetap berjalan sebagaimana mestinya, meskipun akhirnya dihantui tagihan.

Jika memang penghasilan masih tetap cukup untuk mengatasinya, tentu KTA menjadi tidak masalah. Namun lain halnya kalau penghasilan yang dimiliki tak cukup untuk membayar angsuran KTA, bisa-bisa kehidupan jadi tak tenang. Apalagi kalau tagihan KTA yang menjadi beban Anda cukup besar dan wajib diselesaikan sesegera mungkin di awal tahun 2022 ini, Anda haruslah memutar otak untuk bisa memperoleh uang secepatnya.

Baca juga: Milenial! Tips Menyiapkan Dana Pensiun, Muda Bahagia, Tua Sejahtera!

Hanya saja seperti yang sudah diketahui pula, awal tahun biasanya terjadi tidak sesuai harapan. Pekerjaan yang datang belum lancar sehingga membuat penghasilan siapapun itu jadi bermasalah. Semakin bikin pusing saat penghasilan belum ada, fee dari klien masih belum cair dan tagihan KTA memanggil-manggil. Kalau sudah begini, maka Anda harus tahu seperti apa sih cara atasi tunggakan KTA secara tepat. Bagaimana? Simak ulasannya dari kami.

Akibat KTA yang Terus-Menerus Menunggak

Sesuai dengan namanya, KTA pada dasarnya adalah produk kredit yang dikeluarkan oleh perbankan. Hanya saja khusus untuk KTA, Anda tak perlu mengajukan jaminan terlebih dulu seperti surat kendaraan hingga surat rumah, atau surat usaha. Namun untuk bisa menembus pengajuan KTA, calon debitur wajib memiliki kartu kredit dengan riwayat penggunaan yang dianggap positif oleh perbankan. Namun jika dibandingkan pengajuan kredit lainnya, KTA memang jauh lebih besar bunganya.

Lantaran tidak perlu adanya jaminan dan cuma menetapkan syarat kartu kredit saja, pengajuan KTA memang relatif lebih cepat cairnya. Anda bahkan bisa menggunakan uang pinjaman itu untuk berbagai kebutuhan entah konsumtif, pengobatan, pendidikan atau mungkin bisnis. Namun tetap saja, KTA yang menunggak juga memiliki berbagai risiko yang akhirnya dapat memberikan dampak negatif ke status keuangan Anda di BI Checking. Seperti apa? Simak ulasannya berikut ini:

1. Catatan Buruk BI Checking

Setiap nasabah yang mengambil segala jenis kredit dari bank manapun, akan tercatat riwayatnya dalam BI Checking. Bank Indonesia sebagai pusat bank di Indonesia tentunya memiliki otoritas untuk mencatat setiap pinjaman nasabah kepada berbagai bank. Tentunya setiap kali Anda terlambat membayarkan cicilan KTA, maka hal tersebut juga akan tercatat dalam BI Checking, tepatnya pada SID (Sistem Informasi Debitur).

Apalagi jika nasabah menunggak pembayaran KTA hingga berbulan-bulan, tentunya nasabah tersebut akan memilki rapot merah pada BI Checking, yang artinya akan merugikan Anda sendiri di masa depan. Selanjutnya, jika Anda ingin mengajukan kredit lain atau meminjam sejumlah dana dari bank, pihak bank yang menemukan bahwa Anda memiliki rapot merah pada BI Checking akan ragu-ragu untuk menyetujui permohonan Anda.

2. Bunga Membengkak

Tentunya Anda pernah mendengar istilah inflasi dalam dunia ekonomi. Karena terjadi inflasi, maka nilai uang hari esok akan lebih kecil dari nilai uang saat ini. Perhatikan saja, misalnya dengan uang Rp 50.000, dahulu Anda bisa membeli berbagai macam barang, namun sekarang ini uang bernilai sejumlah itu kurang begitu bermakna lagi.

Begitu juga kasusnya jika Anda menunggak pembayaran KTA. Terlambat membayar berarti di masa depan Anda harus membayar lebih banyak untuk menggantikan nilai uang yang sudah hilang karena terakan waktu. Semakin lama Anda menunggak pembayaran, semakin besar pula bunga yang harus Anda bayarkan. Oleh karena itulah, sebelum mengajukan KTA Anda harus benar-benar yakin mampu mengangsurnya, sehingga tidak membuang-buang uang untuk bunga yang seharusnya tidak Anda bayarkan jika tidak terlambat membayar.

3. Sulit Pengajuan Pinjaman Lagi

Akibat selanjutnya dari menunggak pembayaran KTI adalah nama Anda masuk ke dalam blacklist bank, artinya Anda akan sangat sulit untuk mengajukan pinjaman lain atau menikmati fasilitas produk finansial bank. Setiap bank memiliki otoritas untuk mengecek data riwayat kredit Anda sebelumnya melalui BI Checking, sehingga jika terlihat Anda adalah orang yang kurang disiplin dalam melakukan pembayaran cicilan, bank tentunya sulit mempercayai Anda kembali. Bisa-bisa, bank malah mengalami kerugian besar jika Anda tidak mampu membayar lagi di masa depan.

Usahakan untuk selalu menyelesaikan proses kredit saat ini sebelum mengajukan kredit selanjutnya. Bank tidak mungkin mau mengambil risiko besar untuk Anda yang mengalami kredit macet dan belum diselesaikan saat mengajukan pinjaman lain.

Baca juga: 7 Tips Menghemat Uang Belanja Selama Wabah Corona

4. Terjerat Denda

Bukan hanya bunga yang semakin bertambah, ketika seorang nasabah menunggak pembayaran KTI, maka bank juga akan meminta nasabah tersebut membayarkan denda. Misalnya saja, untuk KTA BNI, jika Anda telat sehari saja, bank akan menagih uang sebesar 25.000 rupiah untuk pembayaran denda. Bayangkan jika Anda terlambat membayar hingga berbulan-bulan, uang jutaan rupiah akan menguap hanya untuk membayarkan denda.

5. Aset-Aset Berharga Disita

Jika Anda sudah terlalu lama menunggak pembayaran KTI dan sudah masuk dalam kategori kredit macet, maka tentunya bank akan mencari cara agar pihaknya tidak mengalami kerugian besar. Anda sudah tidak lagi mampu membayar dengan uang, sehingga aset dan barang berharga Andalah yang kemudian menjadi target pihak bank untuk disita demi membayar pelunasan cicilan.

Apalagi untuk Anda yang seringkali mengacuhkan peringatan dari bank, tidak mengkomunikasikan kesulitan pembayaran, dan terus menolak telepon dari bank, bisa-bisa aset seperti perhiasan, surat tanah, mobil, dan sebagainya akan melayang dari tangan Anda.

6. Terjerat Masalah Hukum

Hal paling parah yang dapat terjadi jika Anda menunggak pembayaran KTI adalah terjeratnya Anda pada kasus pidana. Bank bisa saja menuntut Anda yang tidak mematuhi perjanjian di atas materai untuk KTA, apalagi jika sikap Anda juga tidak menunjukkan sikap kooperatif pada bank. Berurusan dengan pengadilan berarti Anda bisa dikenakan kasus pidana untuk kemudian mendekam di dalam penjara. Bahkan itupun masih belum berarti hutang Anda pada bank lunas, selain masuk penjara, Anda juga masih akan terus dikejar untuk membayar kredit dengan cara apapun.

Demikianlah 6 hal yang dapat terjadi jika Anda menunggak pembayaran KTA, dari akibat yang paling ringan hingga akibat terberat. Usahakan selalu komunikasikan kesulitan Anda pada bank sehingga bank tidak berburuk sangka bahwa Anda melarikan dana yang dipinjamkan, juga agar tidak terjadi hal-hal seperti yang disebutkan di atas.

Jangan Cemas, Ini Cara Atasi Tunggakan KTA

Melakukan pelunasan dan pembayaran angsuran KTA tepat pada waktunya adalah kewajiban bagi Anda sebagai debitur. Pada beberapa kasus yang terjadi, sering kali terjadi keterlambatan pelunasan dan hal tersebut tentunya didasari sejumlah alasan.

Ada banyak sekali masalah yang bisa memengaruhi seorang debitur karena terlambatnya melakukan pembayaran cicilan. Misalnya, karena mengalami masalah kesehatan sehingga membutuhkan banyak biaya dan akhirnya terlambat membayar angsuran.

Jika sering melakukan pelanggaran tersebut, bisa jadi Anda akan dinilai buruk atau lebih tepatnya memiliki track record yang buruk di mata bank. Bahkan, bisa jadi Anda diblokir atau tidak bisa meminjam uang lagi pada bank tersebut atau bank yang lainnya. Jika memiliki tunggakan KTA dan merasa kesulitan untuk menyelesaikannya, Anda bisa mencoba lima cara berikut ini.

1. Nego ke Bank

Cara pertama yang bisa Anda lakukan saat mengalami kendala dalam membayar angsuran KTA adalah menghubungi pihak bank pemberi KTA untuk melakukan negosiasi. Anda bisa menjelaskan tentang keadaan Anda. Berikan alasan yang logis atau masuk akal agar mereka mau menerimanya. Anda bisa mencoba untuk bernegosiasi dengan pihak bank untuk mencari atau menempuh jalan keluar yang tepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Adanya iktikad baik dengan datang ke bank dan menjelaskan kondisi Anda maka Anda akan dinilai lebih bertanggung jawab. Selain itu, pihak bank juga pasti akan membantu semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah yang Anda alami. Bahkan, Anda juga bisa meminta keringanan agar tidak dikenakan denda saat membayar angsuran nanti.

Baca juga: 9 Tips Mengatur Keuangan Freelancer Agar Hidup Sejahtera

2. Pilihan Opsi Mediasi

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tunggakan KTA adalah melakukan mediasi dengan bank atau lebih tepatnya mediasi perbankan. Cara melakukan mediasi ini adalah Anda harus melakukan beberapa persyaratan. Misalnya, dengan membuat permohonan tertulis sesuai format yang sudah ada agar bisa dilakukan investigasi dan dilanjutkan mediasi perbankan.

Pada umumnya, mediasi perbankan pasti mengikutsertakan Bank Indonesia (BI) sebagai penengah. Mediasi perbankan ini hanya bisa Anda lakukan saat tunggakan pinjaman kurang dari Rp500 juta. Anda juga masih belum pernah tercatat dalam mediasi sebelumnya oleh Bank Indonesia (BI) ataupun lembaga mediasi lainnya.

Nantinya dalam proses mediasi, Anda akan diberikan tiga pilihan atau cara untuk melunasi utang. Pertama pilihan rescheduling, yakni Anda akan mendapatkan jadwal untuk membayar angsuran dan jadwal terakhir untuk melunasi utang.

Kedua pilihan reconditioning, yakni Anda akan mendapatkan perubahan syarat kredit dan perubahan dalam jadwal pelunasan utang dengan jangka waktu tertentu. Terakhir pilihan restructuring, di mana Anda akan ditawarkan untuk mengubah pembiayaan. Pada pilihan ini juga, pihak bank bisa menurunkan bunga agar Anda mampu menyelesaikan utang dengan cepat dan bahkan terbebas dari bunga.

Baca juga: 7 Cara Menambah Dana Darurat Untuk Menghadapi Wabah Corona

Kesimpulan

Dari ulasan di atas terbukti bahwa memang yang namanya KTA menunggak tidak pernah bisa bikin tenang. Anda bisa stres dan hidup penuh tekanan lantaran dihubungi oleh pihak bank penerbit KTA. Jika dibiarkan, hidup jelas jadi tidak tenang dan akhirnya berimbas ke kegiatan sehari-hari. Bahkan beberapa kreditur KTA sampai nekat bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan penagihan yang tidak bertanggung jawab.

Supaya tidak jadi korban debt collector hingga memberikan dampak buruk ke riwayat keuangan di BI, Anda haruslah melakukan beberapa cara atasi tunggakan KTA di atas secara tepat. Dengan begitu, hidup akan kembali nyaman dan finansial berangsur-angsur sehat. Jika sudah semakin lebih baik, usahakan semaksimal mungkin untuk menghindari pengajuan KTA dan lebih pertimbangkan kemampuan finansial diri.

Tinggalkan komentar