Pengertian, Keuntungan dan Pertimbangan Pakai Asuransi Kesehatan Cashless

Diperbarui pada Maret 2nd, 2022 at 10:03 am

Hampir dua tahun sudah, pandemi Covid-19 telah melanda dunia. Tentu saja ada banyak hal yang telah terjadi mulai dari perkonomian yang bermasalah hingga kehilangan anggota keluarga. Banyak perjuangan yang harus dilakukan jauh lebih keras ketika wabah corona melanda, terutama urusan kesehatan. Hal ini yang akhirnya membuat setiap orang harus mulai mempertimbangkan keberadaan asuransi kesehatan cashless.

Sesuai dengan namanya, asuransi kesehatan cashless adalah asuransi yang dalam penggunaannya, tak perlu ditalangi dulu biayanya. Karena seperti yang Anda tahu, kebanyakan asuransi kesehatan (kecuali BPJS Kesehatan), sistem penggunaannya adalah Anda membayar biaya pengobatan dengan uang pribadi terlebih dulu, lalu kemudian melakukan klaim ke pihak penyedia asuransi kesehatan sesuai dengan polis yang dimiliki.

Namun untuk asuransi kesehatan cashless, seluruh biaya tagihan rumah sakit langsung dibayar oleh pihak asuransi asalkan polis yang Anda miliki masih terhitung aktif. Anda hanya perlu menunjukkan sekaligus penyerahkan kartu asuransi yang dimiliki ke pihak rumah sakit, lalu dilakukan pengecekan ke pihak asuransi, baru kemudian dinyatakan tagihan lunas sesuai dengan ketentuan polis yang dimiliki.  

Baca juga: 8 Jenis Asuransi yang Cocok Untuk Generasi Z

Tentu jika melihat ulasan singkat di atas, terdengar sistem asuransi yang cashless jauh lebih efektif dalam digunakan. Apalagi mengingat pandemi Covid-19 yang masih juga belum usai, urusan kesehatan memang tak bisa diremehkan. Ada baiknya melakukan perlindungan diri sedini mungkin sebelum akhirnya benar-benar sakit, karena keberadaan asuransi kesehatan akan mampu membuat kita jauh lebih tenang dan merasa nyaman.

Keuntungan Pakai Asuransi Kesehatan Cashless

Keuntungan Asuransi Cashless
via expatica

Ada beberapa orang yang bilang bahwa asuransi sebetulnya bukan produk keuangan yang wajib dimiliki, tapi kondisi ini berubah drastis saat wabah corona menyerang. Pandemi benar-benar meluluh-lantakkan banyak sendi kehidupan mulai dari perekonomian hingga kesehatan. Lebih bikin frustasi lagi saat dalam kondisi tak berpenghasilan, mendadak sakit dan tak punya dana pengobatan yang malah berujung fatal.

Dalam situasi seperti itulah, asuransi kesehatan memegang peran yang penting. Selain BPJS Kesehatan yang memang diwajibkan oleh pemerintah, mempertimbangkan asuransi dari pihak ketiga juga jadi hal baik untuk mencapai resolusi keuangan yang lebih baik di tahun 2022 ini. Hanya saja kadang beberapa orang enggan menggunakan asuransi kesehatan pihak ketiga karena sistem reimbursement yang diberlakukan.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, reimbursement mengharuskan Anda untuk membayar terlebih dulu seluruh biaya pengobatan dengan uang pribadi, baru kemudian melakukan pengajuan penggantian dana ke pihak asuransi, sesuai dengan polis yang dimiliki. Hal ini jelas sangat merepotkan sehingga mempertimbangkan asuransi kesehatan cashless bisa Anda lakukan, apalagi menawarkan sejumlah keuntungan berikut ini:

1.    Banyak Rekanan Rumah Sakit

Keuntungan pertama yang bisa diperoleh saat menggunakan asuransi kesehatan cashless adalah banyaknya rekanan rumah sakit. Tak hanya tersebar di seluruh pelosok Indonesia, beberapa perusahaan asuransi swasta bahkan bekerjasama dengan jaringan rumah sakit di Asia Tenggara hingga global, sesuai dengan polis aktif yang dimiliki. Berbagai pilihan rumah sakit ini membuat Anda tak perlu bingung.

Sehingga ketika sakit atau terkena musibah saat sedang ada di perantauan, Anda tinggal menuju rumah sakit rekanan, melakukan pendaftaran administrasi pasien dan menunjukkan kartu asuransi cashless. Jika memang polis masih aktif, maka Anda akan berhak memperoleh pertanggungan sesuai yang dijanjikan pihak asuransi. Bahkan tak cuma rumah sakit-rumah sakit besar, perusahaan asuransi cashless juga menggaet klinik di kota-kota kecil.

2.    Tak Perlu Bayar Terlebih Dulu

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, inilah keuntungan terbesar menggunakan asuransi kesehatan cashless yakni tak perlu bayar lebih dulu. Sehingga jika mendadak Anda atau anggota keluarga sakit lalu dalam kondisi belum gajian, bisa langsung melakukan pengobatan dan tagihan bakal dibayar pihak asuransi. Kondisi ini jelas tak bikin ribet karena saat sakit atau terkena musibah, pasien biasanya tak bisa berkomunikasi.

Contohnya lagi ketika mengalami kecelakaan di daerah lain, Anda yang dalam kondisi pingsan dan dilarikan ke rumah sakit, pihak pengantar yang kebingungan tak perlu ribet karena hanya tinggal menunjukkan kartu asuransi yang dimiliki. Barulah nanti pihak administrasi rumah sakit, melakukan pengecekan ke pihak perusahaan asuransi, apakah Anda masih mempunyai polis aktif atau tidak.

Sama sekali tidak mengeluarkan uang, bukan tak mungkin kalau seluruh biaya pengobatan bakal ditanggung. Tak hanya inap, asuransi-asuransi cashless dalam hal kesehatan juga menawarkan pilihan pengobatan rawat jalan, sehingga Anda dapat melakukan pengecekan kondisi tubuh secara rutin tanpa perlu keluar uang terlebih dulu.

Baca juga: Banyak Manfaat, Yuk Kenali Lebih Jauh Asuransi Hewan Peliharaan!

3.    Proses Klaim Anti Ribet

Berbeda dengan asuransi jenis reimbursement yang membutuhkan dokumen data diri pribadi lengkap dengan nota pembayaran rumah sakit, asuransi kesehatan cashless tak membutuhkannya. Karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, proses klaimnya benar-benar anti ribet yakni tinggal menyodorkan kartu asuransi saja ke kasir rumah sakit atau klinik. Biarkan pengecekan terlebih dulu, lalu Anda bisa mengklaim pertanggungan langsung.

Proses klaim ini biasanya dimulai dengan Anda datang ke rumah sakit rekanan lalu menuju kasir. Kemudian biasanya Anda atau anggota keluarga maupun kerabat yang bertanggung jawab, mengisi sejumlah informasi data pribadi pasien yang bakal melakukan pengajuan asuransi cashless. Setelah itu pihak rumah sakit melakukan verifikasi data kepesertaan asuransi sampai akhirnya pihak asuransi mengeluarkan surat jaminan, jika pasien wajib rawat inap.

Jika semua sudah selesai dan pasien dinyatakan sembuh, pihak rumah sakit akan mengirimkan informasi tagihan terakhir kepada perusahaan asuransi. Dari informasi tagihan akhir yang benar-benar terperinci itulah, pihak asuransi melakukan pembayaran sesuai dengan pertanggungan manfaat polis aktif.

4.    Tak Repot ke Kantor Asuransi

Berkaitan dengan proses klaim yang anti ribet, menggunakan asuransi kesehatan cashless juga membuat Anda tak perlu repot-repot datang ke kantor asuransi untuk pengajuan klaim. Karena dalam asuransi reimbursement, Anda harus mengirimkan seluruh data yang dibutuhkan dan melakukan pengajuan ke pihak asuransi. Nanti akan ada proses waktu dan pencocokan informasi, sebelum akhirnya biaya tagihan rumah sakit digantikan.

Bisa dibayangkan kalau proses ini terjadi pada seseorang yang harus dioperasi caesar secara mendadak saat hendak melahirkan? Tentu proses klaim, menggunakan uang pribadi terlebih dulu baru klaim ke pihak asuransi akan benar-benar merepotkan dan sangat menghabiskan waktu.

5.    Tagihan Dapat Disesuaikan

Dan inilah manfaat terakhir dari penggunaan asuransi kesehatan cashless yakni bisa menyesuaikan tagihan. Karena memang untuk asuransi jenis cashless, biasanya perusahaan penyedia asuransi memberikan batas maksimal untuk manfaat asuransi. Misalkan saja rawat inap sebesar Rp20 juta selama satu tahun.

Sehingga Anda bebas memutuskan menggunakan manfaat itu langsung, atau menggunakan 50% saja, dengan pertimbangan di kemudian hari bisa saja mengalami sakit lagi, masih memiliki sisa manfaat yang ditanggung asuransi. Begitu pula jika Anda ingin memadukan pembiayaan tagihan rumah sakit dengan BPJS Kesehatan, sehingga nominal manfaat yang dipakai tetap efektif.

Hal-Hal yang Wajib Dipertimbangkan dalam Asuransi Kesehatan Cashless

Pertimbangan Asuransi Cashless
© istock

Lewat berbagai manfaat yang ditawarkan, asuransi cashless kini memang semakin dipilih oleh banyak orang. Meskipun memang nominal tagihan yang wajib dibayarkan oleh pemegang polis, konon lebih besar daripada asuransi kesehatan reimbursement, metode cashless memiliki keuntungan lebih banyak. Sehingga akhirnya memang jauh lebih memberikan untung dalam penggunaan sehari-hari.

Dalam hal pengajuan pula, sama sekali tidak ribet baik di perusahaan asuransi atau rumah sakit. Apalagi saat ini sudah banyak perusahaan penyedia asuransi kesehatan jenis cashless yang menawarkan layanan secara online, sehingga Anda dapat menyesuaikan dengan usia pemegang polis dan kemampuan membayar tagihan bulanan. Nah, supaya asuransi cashless ini benar-benar memberikan manfaat maksimal, beberapa hal ini wajib Anda perhatikan:

1.    Syarat dan Ketentuan

Pertimbangan pertama saat hendak melakukan pengajuan asuransi kesehatan cashless adalahperihal syarat dan ketentuan yang ditetapkan. Sama seperti umumnya produk asuransi, jenis cashless juga punya banyak syarat dan ketentuan yang wajib dibaca dengan sangat teliti oleh calon nasabah. Biasanya beberapa syarat yang diterapkan seperti usia kepesertaan, usia maksimal perlindungan dan terbebas dari penyakit serius.

Jika salah satu syarat dan ketentuan yang ditetapkan pihak asuransi tak mampu Anda penuhi, seperti misalnya Anda ingin mendaftarkan Ayah yang sudah berusia 60 tahun tapi batas usia peserta adalah 50 tahun, maka bisa saja pengajuan arusansi ditolak. Kalaupun bisa, umumnya pihak asuransi cashless menetapkan syarat tambahan misalkan wajib melakukan general check-up, terbebas dari penyakit serius hingga penanggung utama polis harus berusia produktif.

2.    Batas Maksimal Pertanggungan

Hal berikutnya yang jangan pernah dilewatkan saat pengajuan asuransi kesehatan cashless adalah mengenai batas maksimal pertanggungan. Karena memang ini menjadi ciri khas utama dan aturannya berbeda-beda di tiap perusahaan asuransi. Misalkan saja ada yang memberikan batas manfaat Rp30 juta untuk rawat inap selama maksimal 15 hari selama setahun, maka jika semua itu sudah Anda gunakan dalam sekali pakai, Anda sudah kehilangan manfaat perlindungan di tahun berjalan.

3.    Klaim Ganda

Meskipun dijelaskan bahwa ada kemungkinan menggunakan asuransi kesehatan cashless dengan BPJS Kesehatan, tapi Anda harus memastikan kondisi ini kepada pihak asuransi terlebih dulu. Ada beberapa perusahaan asuransi cashless yang tidak membolehkan klaim ganda yakni penggunaan dua asuransi, dalam satu waktu pembayaran yang sama. Untuk itu Anda harus benar-benar paham aturan ini supaya tidak kebingungan saat menggunakan asuransi cashless nanti.

Baca juga: Risiko Makin Tinggi, Ini 7 Tips Pilih Asuransi Kesehatan Saat Covid-19

4.    Informasi Polis Asuransi

Hal berikutnya ini seringkali dilupakan oleh calon nasabah asuransi yakni membawa polis. Tentu saja ada banyak hal yang dibahas dalam polis dan mau tak mau, Anda harus tetap membacanya secara seksama terutama di poin pengecualian. Beberapa perusahaan asuransi melakukan pengecualian metode cashless untuk masalah mental dan ketergantungan narkoba, sehingga membuat Anda harus benar-benar teliti supaya tak memperoleh kesan ‘tertipu’.

5.    Rumah Sakit Rekanan

Daninilah hal terakhir yang wajib Anda perhatikan saat mengajukan asuransi kesehatan cashless. Yap, jangan pernah meremehkan informasi rumah sakit rekanan, karena banyak perusahaan asuransi kesehatan hanya menyediakan layanan cashless di rumah sakit rekanan saja. Sehingga ketika Anda melakukan pengobatan di rumah sakit non rekanan, bukan tak mungkin klaim bakal ditolak pihak asuransi sehingga Anda wajib membayar seluruh tagihan.

Bagaimana? Ternyata ada banyak sekali manfaat dan tidak sulit bukan dalam penggunaan sekaligus pengajuan asuransi kesehatan cashless? Mengingat masa pandemi Covid-19 yang masih juga belum berakhir, pertimbangan penggunaan asuransi kesehatan memang sepertinya jadi salah satu produk keuangan yang wajib dimiliki.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar