Lebih Jauh Mengenal Apa itu Decentralized Finance (DeFi) Bagi Pemula

Diperbarui pada April 1st, 2021 at 01:53 pm

Bagi Anda yang merupakan investor atau memang trader aset cryptocurrency alias mata uang kripto, tentu cukup paham dengan apa itu Decentralized Finance (DeFi).

Yap, teknologi DeFi ini memang tengah banyak dibicarakan oleh pegiat aset kripto seiring dengan terus meningkatnya penggunaan mata uang digital ini sebagai alat pembayaran.

Bahkan saat ini jumlah mata uang kripto makin beragam mulai Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), EOS, Litecoin, Tether (USDT), Monero (XMR), Cardano (ADA) dan tiga dari Indonesia yakni Cyronium, Ana Coin (ANA) dan Agri Coin (AGCMN). Banyaknya ragam mata uang cripto ini seolah membuktikan jika DeFi adalah sistem keuangan yang layak dilirik.

Lalu, apa itu Decentralized Finance?

Nah untuk menjawabnya, kami akan memberikan ulasan yang lengkap untuk Anda termasuk bagaimana DeFi bisa dikenal juga di Indonesia. Seiring dengan keputusan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mengizinkan investasi dan perdagangan cryptocurrency, meskipun masih melarangnya jadi alat pembayaran resmi.

Baca juga: 10 Cryptocurrency Terbaik Untuk Investasi Masa Depan

Apa itu Decentralized Finance alias DeFi?

Ilustrasi Defi Pada Ethereum
© criptointercambio

Secara mudahnya, apa itu Decentralized Finance adalah sistem moneter bersifat terbuka (open source) yang dibangun di atas teknologi blockchain. Karena beroperasi di atas jaringan blockchain, DeFi memiliki sifat terdesentralisasi dan immutable. Berbeda dengan sistem keuangan konvensional, tidak ada satu otoritas yang memegang kendali pada DeFi.

Apa maksudnya?

Dalam sistem moneter konvensional, anggap saja Anda membeli perangkat gawai di e-commerce dengan kartu kredit, sistem pembayarannya dikendalikan oleh perusahaan penerbit kartu kredit entah Visa atau MasterCard. Namun dalam DeFi, seluruh arus transaksi aset kripto ini dikendalikan otomatis oleh sistem algoritma sehingga dapat dipantau publik.

Bahkan lebih lanjut, teknologi DeFi juga memungkinkan seluruh kebutuhan keuangan terjadi tanpa perantara bank atau perusahaan pembiayaan. Contohnya Anda sedang butuh dana untuk membeli rumah, kebutuhan ini bisa berlangsung di teknologi DeFi secara otomatis tanpa perlu pengajuan syarat dan ketentuan seperti produk kredit perbankan konvensional.

Bagaimana Sistem DeFi Bisa Berjalan?

Mata Uang Kripto Dan Mata Uang Konvensional
© bioenergyconsult

Nah, jika Anda sudah cukup tahu apa itu Decentralized Finance, tentu hal berikutnya adalah dengan mengetahui bagaimana sih DeFi ini bisa bekerja. Sama seperti pengertiannya, dalam teknologi DeFi seluruh transaksi terjadi secara dua arah (peer-to-peer) langsung. Lantaran terdesentralisasi ini pula, tidak akan ada yang namanya kekeliruan dalam transaksi.

Baca juga: Pengertian Cryptocurrency: Apa Manfaat, Jenis, Return, Risiko, Cara Beli

Dimana setiap transaksi aset kripto baik penjualan atau pembelian, bakal langsung terekam dan disimpan di banyak pusat-pusat komputer (nodes) seluruh dunia lewat jaringan blockchain. Sehingga terlepas dari berapapun dana yang Anda punya atau lakukan transaksi, siapapun bisa memantau di belahan dunia manapun.

Dalam seluruh transaksi yang terjadi dalam sistem DeFi, tidak ada satu otoritaspun (termasuk pemerintah) yang bisa menghentikan, menangguhkan atau membatalkan. Sekadar informasi, saat ini seluruh aplikasi DeFi dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum dengan sistem smart contract.

Lewat smart contract, jika seluruh syarat utama sudah terpenuhi, maka coding akan langsung memproses transaksi antar pengguna DeFi. Misalkan saja Anda ingin mengirimkan sejumlah aset kripto ke saudara pada minggu depan saat banjir terjadi, maka smart contract bakal memproses transaksi sesuai dengan ketentuan yang telah ada.

Manfaat Teknologi Decentralized Finance

Meskipun dibangun di atas jaringan blockchain, faktanya belum semua aset kripto menggunakan DeFi. Namun menurut William Sutanto selaku CTO (Chief Technology Officer) Indodax (Indonesia Bitcoin and Crypto Asset Exchange), DeFi merupakan sistem yang paling diminati dalam perdagangan cryptocurrency.

Bahkan William menyebutkan jika lewat sistem DeFi, siapapun berpeluang memperoleh pinjaman dengan menjaminkan aset kripto yang dimiliki. Tak hanya itu pula, Anda juga bisa mendapat bunga lewat penjaminan aset kripto dimana seluruh sistemnya berjalan otomatis di jaringan blockchain tanpa adanya pihak pengontrol terpusat, dan tentunya tanpa biaya administrasi layaknya sistem keuangan perbankan atau lembaga keuangan konvensional.

Tidak adanya perantara alias arbitrator ini membuat pengguna sebagai pemegang kendali utama dana mereka. Namun bukan itu saja yang ditawarkan oleh sistem DeFi. Melengkapi pengetahuan Anda mengenai apa itu Decentralized Finance, berikut beberapa dampak dan manfaat penggunaan sistem moneter DeFi:

Tiga Mata Uang Kripto Terpopuler
© fintechfutures

1. Akses Layanan Finansial Seluruh Dunia

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam sistem DeFi, semua terhubung pada jaringan blockchain yang terpusat pada komputer-komputer super canggih di seluruh dunia. Hal inilah yang membuat DeFi memungkinkan siapapun memperoleh akses global terhadap layanan finansial. Karena seperti yang Anda tahu, layanan finansial antar negara memiliki ketentuan.

Ketentuan itu bisa mulai dari status kewarganeraan, berkas-berkas dokumen yang diwajibkan, batasan saldo agar bisa akses layanan finansial di luar negeri sampai jarak geografi antar negara. Namun dengan DeFi, semua itu bukanlah hambatan karena bisa diakses lewat smartphone dan internet. Sehingga Anda yang ada di Manado, bisa saja bertransaksi dengan pemilik aset kripto di Uganda, benua Afrika sana.

2. Pembayaran Internasional Lebih Murah

Dengan absennya pihak perantara yang selama ini menjalankan transaksi keuangan seperti dalam sistem moneter konvensional, DeFi Jelas membuat pembayaran internasional lebih murah. Hilangnya middlemen akhirnya membuat kegiatan pengiriman uang antar negara (remittance) jauh lebih terjangkau.

Memang berapa sih biaya transaksi antar negara termasuk remittance itu?

Dilansir Digitalis, rata-rata biaya remitansi sebesar 7%. Namun ketika menggunakan sistem DeFi, fee remitansi bisa di bawah 3%, Sehingga jika Anda kerja di Dubai dan ingin kirim uang Rp10 juta ke saudara di Surabaya, kemungkinan cuma membayar fee kurang dari Rp300 ribu. Namun jika memakai layanan pengiriman uang global, fee bisa saja mencapai Rp700 ribu.

Baca juga: Begini Cara Investasi Jual Beli Bitcoin Kripto (Aman, Murah) Buat Pemula

3. Transaksi Anti Sensor

Dalam penjelasan apa itu Decentralized Finance di atas sempat disebutkan bahwa seluruh transaksi DeFi bersifat immutable alias tak bisa diubah. Dengan demikian Anda tak perlu cemas kalau mendadak jaringan blockchain ditutup oleh pemerintah, perusahaan atau bank sentral dengan alasan apapun.

Kondisi ini sangatlah berguna bagi masyarakat di negara-negara konflik, yang mana pemerintahannya begitu diktator. DeFi sangatlah tepat bagi masyarakat negara dengan tingkat inflasi cukup tinggi dan manipulasi mata uang.

4. Jaminan Keamanan Transaksi

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa dalam konsep DeFi, Anda yang sudah tergabung dan memiliki akun sistem Decentralized Finance ini dapat mengakses langsung aset kripto yang dimiliki. Ketika melakukan transaksi apapun, bisa berlangsung aman lewat jaringan blockchain global tanpa adanya proses validasi Central Authority seperti bank.

Apakah ini artinya menyimpan uang dan melakukan transaksi lewat bank-bank konvensional merugikan?

Tidak semua tentunya. Namun peluang lembaga keuangan berpeluang menyalahgunakan dana nasabah sangat besar. Belum lagi keberadaan institusi pusat dalam sistem moneter konvensional membuat mereka menyimpan seluruh data nasabah, dan berpeluang jadi korban kejahilan oknum bertanggung jawab yang menyelewengkan dana nasabah.

5. Cakup Banyak Produk Keuangan

Dan inilah manfaat terakhir dari penggunaan sistem DeFi. Yap, DeFi memungkinkan siapapun yang sebelumnya tak punya akses keuangan bisa mendapat banyak produk finansial secara mudah. Apalagi dengan sistem blockchain yang makin baik lagi di masa depan, tak hanya pinjam-meminjam, produk asuransi juga bisa dijalankan lewat DeFi.

Kesimpulan

Bagaimana? Sangat menarik sekali kan belajar mengenai apa itu Decentralized Finance? Sangat mudah diakses dan begitu efektif serta efisien, bukan tak mungkin kalau sistem keuangan masa depan bakal ditopang oleh DeFi sepenuhnya. Menunggu itu terjadi, Anda bisa mulai melakukan investasi dan trading cryptocurrency sekarang juga.

Baca juga: 5 Exchange Bitcoin Indonesia Terbaik dengan Izin Bappebti

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar