5 Investasi Tepat Dikala Suku Bunga Naik

Inflasi membuat Bank Indonesia harus menaikkan suku bunga mereka, simak 5 investasi tepat dikala suku bunga naik.

Setelah September kemarin menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps), Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) pada Oktober 2022.

Jika menilik dari awal tahun 2022, suku bunga acuan sudah menanjak 125 bps menjadi 4,75 persen.

Bank Indonesia bukan satu-satunya bank sentral yang menaikkan suku bunga, namun sejumlah negara di dunia juga menaikkan suku bunga cukup tinggi karena tekanan inflasi.

Salah satunya bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed) yang kemudian diikuti oleh negara lainnya.

Sebagai imbas utama dari kenaikan suku bunga BI adalah kenaikan bunga kredit properti.

Tentu ini akan menambah kekhawatiran masyarakat, khususnya para pejuang Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

5 Investasi Tepat

Di tengah tren kenaikan suku bunga, beberapa perencana keuangan memberikan saran mengenai 5 investasi tepat dikala suku bunga naik.

1. Reksadana

Agustina Fitria, perencana Keuangan dari OneShildt, menyarankan instrumen investasi pertama yang bisa dicoba adalah reksadana.

Sebagaimana kita ketahui, reksadana memiliki berbagai pilihan yang bisa disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

Mengingat ekonomi masih belum stabil, Fitria menyarankan reksadana pasar uang yang risikonya rendah.

Selain memilih instrument dengan resiko rendah, Fitria juga biasanya menyarankan untuk jangka waktu relative pendek yaitu 2 tahun saja.

Misalnya berinvestasi pada produk pasar uang atau obligasi terbitan pemerintah dengan jangka waktu yang sesuai.

Namun bagi mereka yang sudah terbiasa dengan mengambil risiko tinggi, bisa memilih saham.

Fitria menyarankan investasi saham dilakukan dengan jangka waktu panjang, mengingat harga saham sangat fluktuatif.

Dikhawatirkan saham belum tentu bisa memberikan hasil dalam dua tahun, minimal investasi saham dilakukan dalam jangka waktu 4 – 5 tahun.

2. Surat Berharga Negara (SBN)

Pilihan kedua untuk instrumen lain yang bisa dijadikan pilihan investasi saat kenaikan suku bunga BI adalah SBN atau obligasi negara.

Salah satu kelebihan SBN adalah keamanan investasi mengingat ini dijamin oleh negara.

Imbal hasil SBN atau yang biasa disebut yield biasanya ikut terkerek mengikuti suku bunga BI.

Naiknya suku bunga juga akan berpengaruh pada kenaikan suku bunga government bonds, sehingga ini bisa jadi pilihan berinvestasi.

Kemungkinan untuk mendapat keuntungan lebih banyak juga karena suku bunga yang naik.

Baca juga: Bersiaplah, Tahun Depan Bunga KPR Berpotensi Naik!

3. Deposito

Satu hal yang suka dilupakan, kenaikan suku bunga bank sentral tidak hanya mengerek bunga kredit tapi deposito.

Sehingga deposito kemudian menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik di tengah tren kenaikan suku bunga.

4. Emas

Saat BI rate naik kemungkinan harga emas cenderung turun, kemudian banyak orang akan menjual emasnya saat harga masih tinggi saat ini.

Sehingga disarankan untuk bisa berinvestasi di emas saat terjadi kenaikan suku bunga bank sentral.

5 Investasi Tepat Dikala Suku Bunga Naik
5 investasi tepat dikala suku bunga naik 3

Anda bisa membeli emas pada titik harga rendah dan menjualnya kelak ketika harganya meninggi.

Instrumen emas bisa jadi pilihan jangka panjang, mengingat instrumen ini tidak akan tiba-tiba terguncang krisis dan harganya menjadi anjlok maksimal.

5. Saham

Kenaikan suku bunga BI cenderung membuat pasar saham tertekan, dan harga beberapa saham akan merosot.

Tentu ini berita buruk bagi mereka para pemegang saham, namun kabar baik bagi Anda yang belum sempat mengoleksi emiten saham tertentu.

Karena merosotnya harga artinya Anda bisa membeli lembar saham pada level harga rendah.

Tahan hingga jangka waktu yang panjang hingga Anda mendapatkan imbal menguntungkan saat menjualnya.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar